Tim Pendamping Bantah Dua Penyidik KPK Intimidasi Saksi Kasus Bansos

HomeHukum dan KriminalTim Pendamping Bantah Dua Penyidik KPK Intimidasi Saksi Kasus Bansos

JAKARTA – Tim pendamping dua penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah Praswad Nugraha dan Muhammad Nur Yoga melakukan intimidasi terhadap saksi kasus dugaan suap pengadaan bansos Covid-19.

Praswad dan Yoga merupakan dua penyidik KPK yang tengah melakukan penyidikan kasus dugaan suap bansos. Keduanya dituduh melakukan intimidasi terhadap saksi kasus bansos Agustri Yogaswara alias Yogas.

“Kami tegaskan bahwa tidak pernah terjadi intimidasi apalagi kekerasan fisik,” kata Tim Pendamping Sidang Kode Etik Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas para Penyidik Bansos Covid-19 March Falentino di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (11/6).

Praswad dan Yoga dilaporkan ke Dewan Pengawas KPK oleh Yogas. Perkaranya saat ini tengah disidangkan.

Menurut March, setiap penyidik KPK, termasuk Praswad dan Yoga, selalu menjalankan penggeledahan dan pemeriksaan sesuai kode etik dan peraturan perundangan yang berlaku.

Dalam setiap kegiatan penggeledahan, kata March, penyidik dan petugas KPK selalu melakukan dokumentasi audio visual.

“Hal itu bertujuan sebagai fungsi kontrol bagi petugas dan penyidik KPK dan untuk pihak yang digeledah,” jelasnya.

Selain itu di setiap ruang pemeriksaan KPK, sambung March, selalu dilakukan perekaman secara audiovisual. Bahkan, kata dia, ruang pemeriksaan bisa diawasi langsung oleh Direktur Penyidikan, Deputi Penindakan, hingga lima Pimpinan KPK.

“Dengan pengawasan melekat seperti ini, dapat dipastikan bahwa penyidik KPK selalu menjalankan pemeriksaan sesuai dengan prosedur yang berlaku, tidak mungkin terjadi penganiayaan,” tandas March.

Dirinya menyampaikan, dua penyidik yang dilaporkan ke Dewan Pengawas KPK itu telah bekerja sejak 2007 lalu. Selama 15 tahun berkarir di KPK, keduanya telah memeriksa ratusan hingga ribuan orang.

Selama itu pula, tegas March, Praswad dan Yoga tidak pernah terbukti melanggar etik. “Apalagi cacat Integritas,” tuturnya.

Diketahui, Majelis etik Dewan Pengawas Dewas KPK tengah menyidang dua penyidik KPK Praswad dan Yoga atas dugaan pelanggaran kode etik. Keduanya merupakan penyidik yang menangani kasus dugaan suap bantuan sosial (bansos) Covid-19.

“Ya, ada sidang etik tapi tertutup untuk umum,” kata Anggota Dewas KPK Albertina Ho saat dikonfirmasi, Kamis (10/6).

Persidangan dugaan pelanggaran kode etik tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan saksi kasus suap bansos Agustri Yogasmara. (riz/fin)

Baca Juga

Berita Terbaru