Sering Jadi Korban Fitnah, UAH Datangi Kabareskrim

HomeHukum dan KriminalSering Jadi Korban Fitnah, UAH Datangi Kabareskrim

JAKARTA – Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengeluhkan fenomena media sosial yang hanya dijadikan ajang memecah belah bangsa. Bahkan, dia kerap menjadi korban fitnah penggiat media sosial.

Terkait hal tersebut, UAH pun kemudian mendatangi Mabes Polri dan menemui Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto. Dalam pertemuan tersebut tidak hanya fenomena medioa sosial yang dibahas. Tapi juga sejumlah masalah terutama seputar dinamika sosial, hukum, dan kebangsaan yang terjadi di Tanah Air.

BACA JUGA: Perjuangan Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade Belum Berakhir

“Saya prihatin dengan situasi yang terjadi saat ini. Banyak pihak-pihak yang menjadikan situasi darurat pandemi COVID-19 untuk memecah belah bangsa seperti menciptakan narasi adu domba di media sosial,” katanya usai bertemu Kabareskrim di Mabes Polri, Jumat (11/6).

Dia mengaku kerap menjadi korban fitnah para pegiat media sosial yang tujuannya hanya mencari sensasi saja. Karenanya dia berharap Polri dapat menindak dan meredam hal-hal yang dapat merugikan bangsa dan negara. Tindakan tegas tentunya harus dilakukan.

“Saya rasa peran Bareskrim Polri sudah sangat besar dalam upaya mengawasi dan menertibkan banyaknya permasalahan sosial yang dapat berimbas ke masalah hukum,” ujarnya.

BACA JUGA: Masyarakat Rugi Rp117 Triliun akibat Investasi Ilegal

Menurutnya, dalam menindaklanjuti persoalan sosial, Bareskrim sangat profesional. Karenanya, dia mengaku siap memberikan dukungan menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia lewat dakwah.

“Kami siap memberikan dukungan kepada Mabes Polri dalam rangka sosialisasi kebijakan Polri dalam hal membantu persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, baik melalui media dakwah dan pembinaan yang tepat sasaran,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan bahwa kesalahpahaman memang sering terjadi di tengah masyarakat akibat pihak tertentu yang mencitrakan negatif kepada satu sama lain, termasuk kepolisian.

BACA JUGA: 5 Fakta Mengejutkan Soal Seks

“Padahal Polisi pasti bergerak dan bertindak berdasarkan objektivitas,” katanya.

Di tengah segala kisruh yang ada, negara perlu hadir untuk menjadi penengah yang arif. Negara yang dimaksud dalam hal ini adalah kepolisian.

“Tetapi di saat yang bersamaan, posisi negara juga jangan dihakimi dulu, dicurigai, dinyinyiri, dan seterusnya. Karena pada dasarnya yang mengikat kami semua adalah undang-undang dan koridor hukum yang berlaku. Kami patuh dan tunduk pada semua itu,” ujarnya.

Menurut Agus, sinergi yang baik antar semua pihak adalah sesuatu yang paling dibutuhkan bangsa hari ini.

“Semua harus bergerak pada satu tujuan mulia yang sama, berkolaborasi dalam satu frekuensi kebaikan yang sama, terhubung satu sama lain dengan jembatan rasa yang sama, yakni rasa cinta pada bangsa dan negara ini,” kata Agus.(gw/fin)

Baca Juga

Berita Terbaru