News

Pengoperasian LRT Jabodebek Harus Dipersiapkan Secara Matang

Pengoperasian LRT Jabodebek Harus Dipersiapkan Secara Matang

  JAKARTA - Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat, Djoko Setijowarno menanggapi positif terkait progres pembangunan Light Tail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) yang saat ini progresnya sudah sangat optimal. Djoko mengingatkan stakeholder terkait untuk mengawasi proses ujicoba dan menjalankan proses tersebut secara baik, agar ketika operasional tahun 2022 mendatang sudah tidak ada kendala lagi. "LRT Jabodebek jangan mengulangi kesalahan di Palembang, yang minim masa uji cobanya. Jangan diabaikan akses ke setiap stasiun yang belum selesai dibangun. Harus segera membangun akses jaringan jalan menuju ke setiap stasiun yang berada di luar kota Jakarta," ujar Djoko kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Rabu (9/6). Hal lain yang juga sangat penting, kata Djoko, yaitu menyediakan angkutan penghubung atau feeder, dari stasiun kr kawasan pemukiman terdekat.enurutnta, pada tahun 2020, PT KAI sudah pernah melakukan kajian itu. "Sangat penting untuk ada jaringan transportasi umum dan integrasi moda di sepanjang koridor LRT Jabodebek," tuturnya. Djoko mengungkap, dari data yang dimilikinya, diketahui potensi alih moda kendaraan pribadi ke LRT Jabodebek cukup tinggi. Sebanyak 81 persen pengguna kendaraan pribadi ingin mencoba beralih menggunakan LRT. Alasannya, waktu tempuh yang lebih singkat dan biaya perjalanan yang jauh lebih murah dibandingkan tol. Sementara itu potensi alih moda kendaraan umum ke LRT Jabodebek juga cukup tinggi. Sebanyak 74 persen pengguna angkutan umum ingin mencoba beralih menggunakan LRT. Alasannya waktu tempuh yang lebih singkat dan tempat kegiatan mereka dekat dengan stasiun LRT. "Variabel aksesibilitas yang menjadi prioritas pengguna LRT Jabodebek adalah kemudahan angkutan umum ke atau dari stasiun LRT, dekat pusat komersial atau perkantoran, tersedia fasilitas parkir, dekat permukiman, dekat jalan utama, akses jalan masuk stasiun lebar, feeder dari stasiun LRT yang diharapkan oleh pengguna LRT Jabodebek, bus, angkot, angkutan daring, dan Bus Transjakarta," jelasnya. Sementara bagi warga Bogor, kata Djoko, dapat menggunakan LRT Jabodebek setelah disediakan transportasi umum yang menghubungkan Terminal Baranangsiang ke Stasiun Harjamukti. "Ini yang jadi PR, sayangnya tahun ini belum dapat dilakukan, terganjal dengan penolakan Pemkab Bogor terhadap Program BTS yang diselenggarakan BPTJ," pungkasnya. Sebagaimana diketahui, pembangunan LRT Jabodebek tahap 1 dilaporkan hampir rampung. Saat ini, progres fisik pembangunannya sudah mencapai 84,6 persen. Targetnya, LRT ini dapat beroperasi pada 2022. “Harapannya LRT ini bisa dioperasikan tahun depan. Sebagian sarana dan prasarana sudah selesai. Kami ingin mempersiapkannya dengan waktu yang cukup, untuk melakukan uji dinamis. Aspek keselamatan sangatlah penting bagi angkutan massal di Indonesia,” ucap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ketika mengunjungi Stasiun LRT Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (8/6). (git/fin)

Berita Terkait