Penyaluran Solar Bersubsidi Baru 37 Persen
JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat, realisasi penyaluran solar bersubsidi per Mei 2021 sebanyak 5,83 juta kiloliter (kl) atau setara 37 persen dari kuota solar subsidi tahun ini.
Selain solar bersubsidi, realisasi penyaluran minyak tanah per Mei 2021 sebanyak 0,2 juta kl, setara 40 persen dari kuota 2021.
"Realisasi jenis BBM tertentu solar 5,83 juta kl, 37 persen dari kuota. Minyak tanah 0,2 juta kl, 40 persen dari kuota," kata Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa dalam rapat bersama Komisi VII DPR, Selasa (8/6/2021).
Fanshurullah memastikan, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini khususnya terkait BBM satu harga dengan target 76 penyalur pada 2021.
"Sampai sekarang baru ada 20 penyalur," ujarnya
Dapat disampaikan, pemerintah menetapkan volume BBM bersubsidi sebanyak 16,3 juta kl dalam APBN 2021. Namun, berdasarkan catatan Kemen ESDM realisasinya hingga 20 Mei 2021 baru 5,61 juta kl.
BBM bersubsidi itu terdiri dari minyak tanah sebanyak 0,48 juta kl dan minyak solar sebanyak 14,34juta kl-15,1 juta kl. Lalu, kuota LPG dalam RAPBN 2022 diusulkan sebesar 7,4-7,5 metrik ton (MT). Realisasinya sendiri hingga Mei 2021 adalah 2,96 juta MT. (der/fin)