Zona Hijau Berkurang Lagi di Kota Magelang

HomeNusantaraZona Hijau Berkurang Lagi di Kota Magelang

MAGELANG SELATAN – Penyebaran Covid-19 di Kota Magelang makin meluas pascalibur lebaran 2021. Meski jumlah kasus aktif melandai selama beberapa pekan, namun jumlah zona oranye dan kuning bertambah per kelurahan, diiringi dengan penurunan zona hijau. Hingga Rabu (2/6), zona hijau yang sebelumnya terdapat di 5 kelurahan, kini hanya menyisakan 3 kelurahan dari 17 kelurahan di Kota Magelang.

Ketiga kelurahan tersebut antara lain, Wates, Rejowinangun Utara, dan Jurangombo Utara. Tidar Utara dan Cacaban yang semula hijau menjadi kuning.

BACA JUGA: Korupsi Pengadaan Tanah Munjul, KPK Tetapkan Empat Tersangka

Meski demikian, zora oranye yang tadinya berada di 7 kelurahan kini menyisakan 5 kelurahan saja, yaitu Rejowinangun Selatan, Panjang, Kedungsari, Kramat Selatan, dan Kramat Utara. Selebihnya, 9 kelurahan lain berada di zona kuning.

Hal ini belum mengubah data statistik di Kota Magelang, karena wilayah 18,53 kilometer persegi ini masih termasuk zona oranye. Sedangkan sebaran per kecamatan, Magelang Utara zona oranye, Magelang Tengah dan Magelang Selatan zona kuning.

BACA JUGA: Surat Suara Tercoblos di Malaysia, Jokowi: Polisi Harus Turun Tangan

Sementara itu, perkembangan kasus aktif konfirmasi Covid-19 terlihat landai di laman covid19.magelangkota.go.id. Tidak ada penambahan kasus aktif baru dan menyisakan 38 pasien terpapar Covid-19 asal Kota Magelang baik yang dirawat di rumah sakit maupun yang menjalani isolasi mandiri.

Total saat ini, berdasarkan laman tersebut kasus Covid-19 ditemukan sejumlah 2.250. Dari jumlah itu 2.098 berhasil sembuh, 114 meninggal dunia, dan 38 kasus aktif.

Data tersebut berbeda dengan rekapitulasi yang dibuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang per 31 Mei 2021, yakni total 2.283 kasus, terdiri dari dirawat 16 orang, isolasi di rumah 47 orang, sembuh 2.113, dan meninggal dunia 107 orang.

BACA JUGA: Pemprov DKI Perpanjang Masa Belajar di Rumah hingga 5 April

Plt Kepala Dinkes Kota Magelang, dr Intan Suharyati mengatakan, pihaknya terus meningkatkan tracing dan test kepada kontak erat, terutama setelah libur lebaran. Ia menduga, adanya kenaikan kasus sejak libur lebaran, karena tingginya mobilitas warga.

“Ada beberapa kejadian (penularan) di instansi. Itu tergantung kebijakan masing-masing. Kalau yang sakit harus isolasi mandiri, tapi kalau negatif bisa tetap bekerja dengan protokol kesehatan ketat,” ujarnya seperti dikutip dari Magelang Ekspres (Fajar Indonesia Network Grup).

Tak sedikit pula, katanya, yang terkonfirmasi positif sebelumnya sudah mendapatkan vaksinasi dua dosis. Ia menjelaskan, pada dasarnya vaksin adalah usaha untuk memasukan virus agar terbentuk antibodi secara alami.

“Tetapi bukan jaminan 100 persen sebagai penangkal virus yang masuk setelah itu. Karena kita tidak tahu seberapa besar tubuh bisa membentuk antibodi,” tuturnya.

Meski demikian, orang yang divaksin jika terkena virus maka gejala yang dialami lebih ringan atau bahkan tanpa gejala apapun.

“Kuncinya adalah patuhi protokol kesehatan. Dengan begitu penularan virus bisa kita cegah, tidak masuk ke tubuh kita,” tandasnya. (wid)

Baca Juga

Berita Terbaru