Menyelamatkan Garuda Tak Mudah, Irfan Setiaputra Janjikan Transparansi
JAKARTA - Persoalan keuangan yang membelit maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia, terbilang sudah sangat kronis. Kondisi ini diperparah dengan situasi pandemi Covid-19 yang memaksa maskapai pelat merah itu tidak bisa bekerja secara optimal. Ditengah situasi yang terus memburuk, beredar kabar bahwa Garuda Indonesia telah menawarkan "Pensiun Dini" pada karyawannya yang memenuhi kriteria. Upaya itu dilakukan untuk meringankan langkah perseroan yang terseok-seok, sejalan dengan upaya perseroan untuk melakukan review terhadap bisnisnya. Pada saat yang bersamaan, beredar pula ke ranah publik, surat dari Komisaris Garuda Indonesia, Piter F Gontha, dimana salah satu poinnya adalah, dirinya meminta agar manajemen Garuda Indonesia berhenti membayarkan gajinya sebagai komisaris, untuk meringankan beban perusahaan. Saat dikonfirmasi oleh Fajar Indonesia Network (FIN), Dirut Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyampaikan permohonan maaf karena tidak seluruh pertanyaan bisa dijawab olehnya. "Saya ingin mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan untuk Garuda. Saya secara pribadi turut menyampaikan permohonan maaf dari lubuk hati saya jika dalam situasi yang menantang seperti saat ini, saya belum dapat membalas maupun menjawab secara satu persatu, pertanyaan dan konfirmasi yang rekan-rekan media sampaikan. Saya menyadari pentingnya rekan-rekan mempeoleh balasan dari saya, sebagaimana yang selama ini saya lakukan," ujar Irfan, Kamis (3/6). Meski tak menjawab satu persatu pertanyaan yang disampaikan, Irfan menegaskan bahwa ia dan seluruh manajemen Garuda akan selaku berusaha untuk transparan, baik untuk permasalahan kinerja maupun kebijakan perusahaan. "Sedari awal, saya dan jajaran manajemen Garuda Indonesia, berkomitmen penuh untuk selalu memprioritaskan transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk rekan-rekan media sebagai mitra strategis Perusahaan. Saya percaya dukungan rekan-rekan media bagi Garuda Indonesia terlebih di masa yang tidak mudah ini, memiliki peranan penting melalui penyampaian pemberitaan yang bijak, berimbang dan komprehensif terhadap kondisi yang tengah dihadapi Perusahaan," tuturnya. Irfan mengapresiasi seluruh prndapat yang disampaikan terkait Garuda Indonesia. Meski demikian, ia tidak ingin membuat kondisi yang dialami Garuda Indonesia menjadi polemik lanjutan di masyarakat. "Di era keterbukaan informasi seperti saat ini, tentunya menjadi sebuah keniscayaan bagi setiap individu untuk memiliki kebebasan berpendapat. Namun saya juga meminta pemakluman rekan rekan media bilamana saya belum dapat menyampaikan tanggapan lebih lanjut atas opini yang mengemuka saat ini untuk juga tidak menciptakan polemik-polemik baru," ungkapnya. "Saat ini kami jajaran manajemen Garuda berkeinginan untuk fokus dan memaksimalkan upaya dalam upaya pemulihan kinerja serta berbagai program strategis yang tengah dijalankan Perusahaan," sambungnya lagi. Ia hanya berharap, kedepan akan semakin banyak masyarakat yang menggunakan layanan penerbangan Garuda Indonesia, untuk membantu agar perusahaan bisa bertahan ditengah situasi sulit seperti saat ini. "Saya juga berharap pada kesempatan yang baik ini, kiranya rekan-rekan media dapat terus mendukung Garuda Indonesia dengan senantiasa menggunakan layanan penerbangan kami serta menyampaikan masukan dan kritikan mengenai layanan Garuda kedepannya," pungkasnya. (git/fin)