Eko Kuntadhi Soalkan Donasi, QS At-Taubah Ayat 79 Jelaskan Sifat Orang Munafik 

HomeHikmahEko Kuntadhi Soalkan Donasi, QS At-Taubah Ayat 79 Jelaskan Sifat Orang Munafik 

JAKARTA- Nama pegiat media sosial, Eko Kuntadhi belakangan viral karena dianggap menyindir Ustadz Adi Hidayat (UAH) terkait donasi ke Palestina. Donasi itu terkumpul sebanyak Rp30 miliar hanya dalam waktu 6 hari.

Eko Kuntadho kemudian menyindir UAH yang hanya menyerahkan Rp14 miliar ke MUI yang disaksikan oleh Duta Besar Palestina.

“Alhamdulillah. Terkumpul Rp60 M. Diserahkan Rp14 M,” sindir Eko Kuntahdi yang kemudian diralatnya Rp3 miliar.

Padahal, UAH menyerahkan di instansi yang berbeda-beda. Di MUI Rp14 miliar. ke Internasional networking for humanitarian (INH) sebesar 10 miliar dan sisanya ke untuk pendidikan SDM anak-anak Palestina.

Terkait itu, salah satu ayat Alquran yang membahas terkait orang-orang munafik pun viral. Ayat itu merupakan surat At-Taubah Ayat 79.

Ayat ini menggambarkan orang munafik yang suka mengolok-olok orang-orang mukmin yang bersadaqah. Bunyi ayat tersebut Indonesianya begini:

“(Orang munafik) yaitu mereka yang mencela orang-orang beriman yang memberikan sedekah dengan sukarela dan yang (mencela) orang-orang yang hanya memperoleh (untuk disedekahkan) sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka.”

Ayat itu kemudian dikaitkan dengan Eko Kuntadhi yang sejak awal menyindir UAH terkait donasi tersebut.

“Mas @eko_kuntadhi, ternyata fenomena celaan terhadap orang beriman terkait sedekah, sudah tertulis di Kitab Suci Agama Saya, lebih dari 1400 tahun silam,” tulis akun twitter Mustofa Nahrawardaya.

“Munafik tempatnya di dasar neraka…sayang kalaudi dunia ngak dapat jabatan komisaris dari jilatannya.padahal siksanya nanti level maksimal,” tulis akun Lulu Prasetyo.

“Yang jadi Pertanyaan Om,,
Apakah Orang” Munafik itu MENGIMANI AL-QUR’AN,” tanya akun Fkudby.

At-Taubah Ayat 79 merupakan ayat Madaniyah. Atay yang turun di Kota Madina. Ayat ini menjelaskan orang munafik yang secara terus-menerus mencela orang-orang beriman yang memberikan sedekah dengan sukarela dengan menyebutnya pamrih jika yang disedekahkan besar.

Juga mencela orang-orang yang tidak mendapatkan harta untuk disedekahkan kecuali sekadar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka, orang-orang mukmin.

Akibat perbuatannya itulah Allah akan membalas penghinaan mereka di dunia dengan tersingkapnya kebusukan hatinya, dan mereka akan mendapat azab yang pedih di akhirat kelak.

Dalam ayat ini Allah swt menerangkan bagaimana ejekan dan hinaan orang-orang munafik terhadap orang-orang mukmin yang dengan penuh kepatuhan memberikan sedekah mereka kepada Rasulullah untuk dana tentara Islam berperang. Kepada yang memberikan banyak, mereka mengejek dengan perbuatan ria dan kepada yang memberikan sedikit, mereka hina pula, padahal orang-orang mukmin memberikan sedekah itu, adalah dengan hati yang ikhlas semata-mata karena Allah mengharapkan keridaan Allah.

Ejekan dan hinaan orang-orang munafik seperti itu tidak mengurangi semangat orang-orang mukmin untuk berjuang, bahkan mereka sendirilah yang akan dicelakakan. Allah swt akan menghina dan mengejek mereka dan bagi mereka disediakan siksa yang pedih nanti di akhirat. (dal/fin).

Baca Juga

Berita Terbaru