28, October, 2021

Viral, Yazid Jawas Bilang Kufur Percaya Hujan Berasal dari Awan, Padahal Surat An Nur Telah Dijelaskan

JAKARTA- Sebuah potongan video ceramah dari salah seorang penceramah bernama Ustadz Yazid Jawas tentang hujan, beredar di jagat maya. Video itu jadi perbincangan warga net.

Dalam ceramahnya, Yazid Jawas berbicara tentang proses terjadinya hujan dalam ilmu sains. Dari uap, awan, kemudian mencair menjadi air setelah terkena panas, lalu jatuh ke bumi. Menurut Yazid Jawa, pendapat itu kufur, sesat dan menyesatkan.

“Ada orang yang mengatakan adanya hujan, dengan sebab udara panas. Kemudian dia menguap kemudian dia jadi hujan. Pendapat ini sesat dan menyesatkan. Pendapat ini kufur,” jelasnya dalam video itu.

Dia mengatakan, hujan berasal dari Allah sang maha pencipta. Bukan dari awan.

“Adanya hujan itu Allah, yang menurunkan hujan itu Allah. Bukan katena cuaca panas. Bukan karena uap. Bukan karena yang lain,” katanya.

Dia menilai, orang-orang yang menulis tentang proses terjadinya hujan, hanya ingin memutar balikan fakta bahwa Allah yang maha pencipta

“Jadi mereka menulis buku buku itu untuk menghilangkan keyakinan keada Allah yang maha pencipta,” katanya.

“Jadi bukan karena panas. Sengaja dibikin di buku-buki sekolah itu, karena uap panas, kemudian terjadi hujan. Untuk menghilangkan kepercayaan kepada Allah,” sambung dia.

Menanggapi itu, salah seorang YouTuber, Ismail Ridha mengaku tertawa terbahak-bahak mendengar potongan ceramah itu.

“Penjelasannya ini membuat saya tertawa terbahak-bahak. Bukan karena dia hendak membuat lelucon. Tapi dua membuat keyakinan yang menurut saya, sebuah keyakinan jalan pintas. Tanpa menggunakan proses cara berfikir yang benar,” katanya melalui kanal YouTube Ismail Ridha, dikutip FIN pada Ahad (30/5).

Dia mengatakan, pendapat Yazid itu seolah menolak sunnatullah. Bahwa segala sesuatu yang ada di bumi, ada melalui proses.

“Menurut saya. apa yang disampaikan Yazid ini sebuah kesalahan dalam berfikir. Karena ia menafikan sebuah proses yang terjadi. Padahal’kan Allah sudah menciptakan hukum alam, yang kita sebut dengan sunnatullah. Jadi proses itu kita gak bis nafikan. Segala sesuatu selalu mengalami proses,” jelasnya.

Ada pun, dalam Alquran, Allah ta’ala menceritakan bagaimana proses terjadinya hujan yang terjadi melalui awan. Sebagaimana Allah berfirman dalam surah An Nur ayat 43:

“Tidakkah kamu melihat bagaimana Allah mengarak awan? Kemudian mengumpulkan (bagian-bagiannya), kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kamu melihat hujan keluar dari celah-celahnya (awan). Allah juga menurunkan butiran-butiran es bermula dari langit (yaitu dari gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakannya kepada siapa yang dikehendakiNya dan dipalingkannya dari siapa yang dikehendakiNya. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan,”.

Ayat ini secara fisik bahasa sangat jelas membahas tentang sains, yakni bagaimana awan bekerja menghasilkan hujan.

Adapun proses turunnya hujan dari pembentukan awan dan adanya dorongan angin sedikit demi sedikit menggiring kawanan awan kecil menuju ke convergence zone atau daerah pusat pertemuan awal.

Pergerakan bagian-bagian awan ini menyebabkan bertambahnya jumlah uap air dalam perjalanannya, terutama di sekitar convergence zone tadi. Hal ini sebagaimana diisyaratkan dalam penggalan ayat di atas yang berbunyi: “Tidakkah kamu melihat bagaimana Allah mengarak awan….

Dalam proses pembentukan hujan, angin berfungsi mengumpulkan bagian-bagian awan tersebut. Dalam surat Al-Hijr Allah SWT berfirman:

“Kami mengutus meniupkan angin untuk mengawinkan, maka Kami turunkan dari langit hujan, dan sekali-sekali bukanlah kamu yang menyimpannya.” (dal/fin). 

 

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer