Sukses terselenggaranya Piala Menpora ini menjadi angin segar untuk bergulirnya kompetisi sepak bola nasional ditengah pandemi Covid-19.
“Pelaksanaan turnamen pramusim Piala Menpora adalah ujian buat kita. Diawal, kami sempat deg-degan. Karena apa, kalau turnamen Piala Menpora gagal, maka pasti tidak akan ada kompetisi liga. Tapi, Alhamdulillah atas komitmen dari semua stakeholder, turnamen pramusim Piala Menpora bisa berlangsung sukses dan lancar,” beber Amali.
Demi kesuksesan turnamen tersebut, Amali melihat langsung kesiapan stadion tempat pertandingan. Kondisi stadion, kamar ganti pemain, transportasi, penginapan pemain, serta fasilitas lainnya dicek. Ini demi kelancaran kegiatan tersebut.
“Saya mengecek itu semua, karena saya ingin memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan baik. Karena saya menandatangani agar izin keluar. Saya juga memahami kerinduan masyarakat untuk melihat pertandingan sepak bola,” ujarnya.
“Bisa dibayangkan, setahun lebih tanpa hiburan karena situasi pandemi. Oleh karenanya, saya bilang ke Ketum PSSI, kita harus ambil risiko. Alhamdulillah, niat baik dan tulus memajukan sepak bola berjalan lancar, masyarakat terhibur,” sambungnya.
Selain itu, Menpora Amali juga berbagi kisah saat membuka kompetisi sepak bola Liga 2 2020 di Balikpapan, Kalimantan Timur. Laga perdana saat itu mempertemukan tim tuan rumah Persiba Balikpapan menjamu Kalteng Putra.
“Dengan semangat saya buka Liga 2. Apa yang terjadi, saya dapat kabar dari Jakarta pertandingan berlangsung, dan diminta untuk pertimbangkan keputusan itu dengan tepat. Baru semangat membuka, kita rapat di Stadion Batakan. Kita ambil keputusan demi kebaikan,” terangnya.
Menurutnya, ketua umum sepakat untuk menghentikan kompetisi saat itu. Ini merupakan contoh yang baik, pemerintah bersama PSSI kompak.
"Dengan kekompakan ini, saya harap sepak bola kita bisa terus maju. Apa yang terjadi di pusat, saya harap teman-teman Asprov juga begitu, kompak dengan pemerintah daerahnya. Kalau kompak, sepak bola kita maju,” tandasnya.
(khf/fin)