JAKARTA - Manajemen PT Sriwijaya Air mendukung penuh proses investigasi terhadap penyebab kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 yang terjadi di kepulauan Seribu beberapa waktu lalu. Dukungan itu disampaikan pada saat Direktur Quality, Safety & Security Sriwijaya Air, Capt. Cecep Cahyana, melakukan kunjungan ke kantor Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pada 25 Mei 2021 lalu. "Kunjungan tersebut selain untuk bersilaturahmi dengan para pimpinan KNKT juga bermaksud untuk mendapatkan update terkini terkait proses investigasi kecelakaan SJ-182," ujar Capt. Cecep, dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat (28/5). Dalam kunjungan tersebut, kata Capt. Cecep, Ketua KNKT menyampaikan bahwa KNKT baru saja mengikuti pertemuan rutin dengan Federal Aviation Administration (FAA), National Transportation Safety Board (NTSB), Transport Safety Investigation Bearueau (TSIB) dan Boeing yang dilaksanakan pada hari Senin (24/5), guna mengupdate perkembangan proses investigasi SJ-182 yang masing-masing telah lakukan. "Hingga saat ini KNKT bersama dengan Boeing dan lembaga internasional lainnya masih terus melanjutkan proses investigasi dan belum menemukan apa penyebab dari kecelakaan SJ-182," tuturnya. Sementara itu pada kesempatan berbeda, Head of Corporate Communication Sriwijaya Air Group, Ary Mercyanto, menekankan bahwa proses investigasi SJ-182 memang masih belum usai dan Sriwijaya Air akan mendukung penuh proses investigasi yang masih akan berlangsung tersebut. “Seperti yang telah disampaikan oleh KNKT pada siaran persnya, bahwa KNKT bersama-sama dengan FAA dan Boeing masih belum menemukan penyebab kecelakaan SJ-182. Oleh karena itu proses investigasi akan terus dilanjutkan. Dan pada kondisi ini, Sriwijaya Air akan terus memberikan semua dukungan yang diperlukan selama proses investigasi berlangsung,” terang Ary. (git/fin)
Penyebab Kecelakaan SJ-182 Masih Misterius, Sriwijaya Air Dukung Penuh Investigasi
fin.co.id - 28/05/2021, 18:34 WIB
Mayoritas masyarakat Kalimantan tersinggung dengan ucapan Edy Mulyadi. Dia menyebut Kalimantan Timur yang menjadi ibu kota negara (IKN) merupakan tempat jin buang anak.
TERKINI
Terpopuler
1
Klasemen Sementara Moto3 2026: Veda Ega Pratama Tembus Posisi Keempat
2 hari lalu
2
Prancis vs Pantai Gading 1-2, Les Bleus Tersungkur Jelang Piala Dunia 2026
2 hari lalu
3
Immanuel Ebenezer Ingatkan Prabowo: Bulan Juni-Juli Ada Gejolak Besar untuk Gulingkan Pemerintah
2 hari lalu
4
Kronologi Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah: Berawal dari Nafkah Anak, Caci Maki, Lalu Minta Maaf
1 hari lalu
5
Spanyol Ditahan Irak 1-1 pada Laga Uji Coba Terakhir Jelang Piala Dunia 2026
2 hari lalu