Hingga April 2021, Penerimaan Negara Masih Tersendat
JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan, penerimaan negara masih tersendat hingga April 2021 kemarin. Meski penerimaan Cukai dan PNBP tumbuh positif, namun penerimaan pajak tercatat masih negatif 0,5 persen. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN Kita Edisi Mei 2021, Selasa (25/5) Ia menjelaskan, secara umum penerimaan negara hingga April 2021 tumbuh 6,5 persen menjadi Rp585 triliun. Hal itu didapat dari enerimaan pajak yang masih mengalami kontraksi atau tumbuh negatif 0,5 persen di angka Rp374,9 triliun. Sementara itu kepabeanan dan cukai tumbuh cukup tinggi dengan 36,5 persen menjadi Rp 78,7 triliun. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga mencapai Rp131,3 triliun, naik 14,9 persen. "Penerimaan pajak masih negatif, tetapi sudah mengecil dibandingkan sebelumnya," ungkap Suahasil. Dari sisi pembelanjaan, tercatat sudah mengalami kenaikan. Tercatat pertumbuhan belanja mencapai 15,9 persen menjadi Rp723 triliun atau 26,3 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021. Belanja pemerintah pusat tercatat Rp 489,8 triliun (tumbuh 28,1 persen) yang meliputi belanja K/L Rp 278,6 triliun dan non-K/L Rp 211,3 triliun. Kemudian Transfer ke Daerah dan Dana Desa juga dilaporkan mengalami kontraksi 3,4 persen menjadi Rp 233,2 triliun. Menurut Suahadil, dana di daerah tidak akan terganggu karena simpanan di perbankan oleh pemerintah daerah (pemda) masih tinggi. "Dengan postur tersebut, maka defisit anggaran menjadi 0,83 petsen terhadap PDB atau Rp138,1 triliun. Pembiayaan anggaran tercatat mencapai Rp392,2 triliun dan SILPA Rp254,2 triliun," ungkapnya. "Berarti posisi kas pemerintah sangat aman dan kita hati-hati pastikan belanja negara dipakai untuk pemulihan ekonomi bisa kita sediakan dengan maksimal bagi masyarakat semua," sambungnya lagi. (git/fin)