News . 18/05/2021, 16:41 WIB

Mata Uang Rupiah Ditutup Menguat, Ini Penyebabnya

Penulis : Admin
Editor : Admin

  JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (18/5) berbalik menguat tipis. Penguatan rupiah terjadi setelah investor semakin optimis bahwa The Federal Reserve (The Fed) tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Mengutip data Bloomberg, kurs rupiah pada pukul 15.00 WIB ditutup pada level Rp14.272 per dolar AS. Rupiah menguat 10 poin atau 0,07 persen apabila dibandingkan dengan penutupan pasar spot pada Senin sore kemarin (17/5) di level Rp14.282 per dolar AS. Mrupiah sempat melemah pada penutupan sesi I tadi siang. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah terjadi akibat tekanan pada Dolar AS, karena investor meyakini bahwa Federal Reserve AS tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat dan adanya kekhawatiran atas laju pemulihan global merayap kembali menyusul gejolak kasus virus corona di beberapa bagian Asia. Pandemi ini memusnahkan seluruh keluarga di desa-desa di India, di mana lebih banyak orang mengatakan skala krisis jauh lebih besar daripada yang diungkapkan angka resmi. Forum Ekonomi Dunia membatalkan pertemuan tahunan yang rencananya akan diadakan pada Agustus ini di Singapura, sementara kasus di Thailand juga telah melonjak. Investor akan beralih ke risalah dari pertemuan April Federal Reserve Rabu untuk petunjuk potensial untuk pandangan pejabat tentang pemulihan dan bagaimana mereka mendefinisikan "sementara" dalam hal inflasi. Wakil Ketua Fed Richard Clarida mengatakan pada hari Senin bahwa laporan pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan untuk April menunjukkan ekonomi belum mencapai ambang batas untuk menjamin penskalaan kembali pembelian obligasi besar-besaran bank sentral. Sementara itu, Presiden Fed Bank of Dallas Robert Kaplan mengatakan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan serta efek dasar akan berkontribusi pada peningkatan inflasi tahun ini, tetapi dia memperkirakan tekanan harga akan mereda pada tahun 2022. Namun, dia juga mendesak The Fed untuk mulai menormalisasi kebijakan. "Pejabat Fed lainnya akan berbicara sepanjang minggu dan investor juga menunggu rilis risalah dari pertemuan terbaru Fed, yang dijadwalkan pada hari Rabu," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/5). Kemudian dari sisi internal, Ibrahim menyebut Pemerintah terus menyuarakan bahwa pertumbuhan ekonomi akan tumbuh 7 persen di Kuartal Kedua tahun ini. Dan ini merupakan mimpi besar Pemerintah apabila PDB kuartal kedua tersebut menjadi kenyataan. "Namun sayang impian tersebut masih bertolak belakang dengan realisasi pertumbuhan ekonomi di Kuartal Pertama yang masih terjebak resesi.Tercatat, laju ekonomi masih minus 0,74 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini," ujar Ibrahim. Sementara optimisme mimpi besar pemerintah bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua 7 persen akan terealisasi, karena banyak sektor yang sudah kembali berjalan, salah satunya adalah Industrial produk sudah mulai bergerak normal kembali, Ritel sudah menggeliat, konsumsi masyarakat sudah lebih baik, BLT terus di kucurkan, dana bantuan UMKM terus disalurkan dan vaksinasi terus di gencarkan, bahkan pemerintah sudah menyuntikan vaksin sebanyak 23 juta dosis. "Pada intinya, ada 3 strategi utama pemerintah mendorong pemulihan ekonomi, yaitu mempertahankan daya beli masyarakat menengah kebawah, percepatan vaksinasi untuk mendorong kepercayaan masyarakat dan pembatasan kegiatan skala mikro untuk mencegah penyebaran covid-19," tuturnya. "Kerja keras yang dilakukan oleh Pemerintah harus didukung dan di apresiasi positif karena pemerintah sudah berusaha semaksimal mungkin dalam mendorong ekonomi terus lebih baik pasca pandemi covid-19," imbuhnya. Kemudian untuk perdagangan esok, Ibrahim memprediksi rupiah masih akan berfluktuasi dan rupiah disebut berpeluang menguat kembali seperti hari ini. "Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp14.250 - Rp14.290 per dolar AS," pungkasnya. (git/fin)

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id