Ulil: Yang Ngotot Bela Minoritas di Indonesia tapi Diam-diam Bela Israel, Jelas tak Bermoral

HomePolitikUlil: Yang Ngotot Bela Minoritas di Indonesia tapi Diam-diam Bela Israel, Jelas...

JAKARTA- Cendekiawan Nahdatul Ulama (NU), Ulil Abshar Abdallah mengemukakan pendapatnya tentang konflik Palestina dan Israel yang kembali memanas akhir-akhir ini.

Menurut Ulil, orang-orang yang paling getol bersuara membela hak-hak minoritas di Indonesia, akan lebih bijak dan konsisten apabila ikut membela Palestina. Bukan malah ikut membela Israel. Membela Israel merupakan hal yang kontradiktif.

“Temen-teman yang selama ini bersemangat membela kaum minoritas di Indonesia, seperti Ahmadiyah dan Syiah, akan lebih konsisten jika bersikap tegas: berpihak pada bangsa Palestina. Membela minoritas di sini, seraya diam-diam membela Israel adalah contradictio in terminis,” kata Ulil Absar, dikutip Sabtu (15/5).

Menurutnya, membela Palestina, alasannya cukup muda. Yakni mereka adalah kaum yang lemah bertahun-tahun terus dijajah. “Bagi saya, membela Palestina sederhana alasannya: karena ia lemah, dizalimi,” ucap Ulil.

Tokoh Jaringan Islam Liberal ini menilai, orang yang membela Israel tidak bermoral. Palestina adalah bangsa yang kecil. Bertahun-tahun dizalimi oleh Israel yang didukung negara adidaya

“Membela Israel jelas tidak bermoral. Negara ini disokong trilyunan dolar setiap tahun oleh AS, disokong senjata unlimited, punya senjata nuklir. Palestina jelas “cicak” kecil berhadapan dengan buaya raksasa,” katanya.

Ulil sendiri mendukung eksistensi kedua negara itu. Palestina dan Israel. Ulil hanya tidak sepakat jika ada orang yang membela minoritas di Indonesia, tetapi membela Israel dan menyalahkan Palestina.

“Saya sejak dulu berpendapat sama: harus ada dua negara, Palestina dan Israel. “Two-state solution.” Yang saya kritik: mereka yg mendukung Israel, seraya menyalahkan rakyat Palestina,” katanya.

Ulil bilang bahwa Indonesia tidak akan mendapat legitimasi dunia secara moral jika harus mendukung Israel. Sampai kapan pun, nurani dunia akan berada bersama Palestina. (dal/fin).

Baca Juga

Berita Terbaru