Pembangunan Tol Cibitung – Cilincing Rampung Akhir 2021

HomeEkonomiPembangunan Tol Cibitung - Cilincing Rampung Akhir 2021

 

JAKARTA – PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways melaporkan, progres pembangunan jalan Tol Cibitung – Cilincing telah mencapai 85,38 persen. Tol sepanjang 34,8 kilometer itu ditargetkan rampung akhir 2021, dengan catatan pembebasan lahan di seksi IV yang masuk wilayah DKI Jakarta, bisa segera dibebaskan oleh pemerintah.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama PT Cibitung Tanjung Priok Port Tolways (CTP), Thorry Hendrarto, ditemui di lokasi proyek, kawasan Cibitung Kabupaten Bekasi, Selasa (4/5).

Thorry merinci, Tol Cibitung – Cilincing terbagi dalam empat seksi. Seksi I yaitu Cibitung – Telaga Asih sepanjang 2,65 km, seksi II Telaga Asih – Tambelang sepanjang 10,1 km, seksi III Tambelang – Tarumajaya sepanjang 14,35 km dan seksi IV Tarumajaya – Cilincing sepanjang 7,2 km.

“Secara keseluruhan progres pembangunan tol tersebut sudah mencapai 85,38 persen dan pembebasan lahan 94,12 persen. Target selesai akhir tahun ini (selesai), mudah – mudahan di Jakarta pembebasan lahan cepet beres. Kalau itu beres di pembebasan lahan yang di Jakarta Utara bulan Juli 2021, maka akhir tahun ya bisa rampung pekerjaan,” ujar Thorry.

Ia menjelaskan, proyek pembangunan Tol Cibitung – Cilincing menelan menelan anggaran sebesar Rp12,9 triliun. Aspek pembiayaan jalan tol ini berasal dari pemegang saham sebesar 30 persen dan dari kreditur sebesar 70 persen. Adapun struktur kepemilikan saham dari tol yang menjadi jaringan tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) II dimiliki oleh PT Akses Pelabuhan Indonesia (45 persen) yang merupakan cucu usaha PT Pelabuhan Indonesia II (IPC) dan PT Waskita Toll Road (55 persen) yang merupakan anak usaha PT Waskita Karya Tbk.

Thorry menambahkan dari keseluruhan tol tersebut yang paling siap untuk segera dioperasikan adalah seksi I Cibitung – Telaga Asih sepanjang 2,65 km. Saat ini progres konstruksi sudah 99 persen atau tinggal melengkapi rambu-rambu saja. Ditargetkan setelah lebaran atau maksimal akhir Mei 2021 sudah operasional.

“Untuk seksi I udah dilakukan uji laik fungsi tahap pertama oleh Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan dan Kepolisian. Kalau diperhatikan pekerjaan mayor udah selesaikan tinggal pemasangan marka atau rambu-rambu saja,” ungkapnya.

Sementara itu untuk seksi II Telaga Asih – Tambelang sepanjang 10,1 km saat ini progres pembebasan lahan telah mencapai 99,7 persen. Ditargetkan keseluruhan bisa selesai dan operasional pada akhir September 2021.

Kemudian untuk seksi III Tambelang – Tarumajaya sepanjang 14,35 km, pembebasan lahan telah mencapai 98,5 persen. Secara timeline operasional tol seksi III ini bisa dilakukan akhir September 2021.

Sementara untuk seksi IV Tarumajaya – Cilincing sepanjang 7,2 km diakui menjadi seksi yang paling lama dilakukan pembebasan lahan. Pasalnya kondisi wilayah yang padat penduduk sehingga memerlukan perhatian ekstra. Saat ini pembebasan lahan baru mencapai 58,6 persen.

“Diharapkan dengan bantuan pemerintah pada akhir November 2021 bisa operasional,” tuturnya.

“Kita targetkan keseluruhan tahun ini semua selesai dengan catatan seksi IV lahan beres semua. Kalau pembebasan lahan baru bisa November 2021 berarti nggak bisa sebab konstruksi butuh waktu 3-4 bulan,” sambungnya. (git/fin)

Baca Juga

Berita Terbaru