JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi berbalik menguat terbatas, setelah pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu melemah 0,29 persen ke level 5.995. Analis PT Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, mengatakan indikator MACD telah membentuk pola golden cross di area negatif, sedangkan Stochastic dan RSI berada di area netral. Saat ini IHSG memiliki rentang support-resistance di level 5.940-6.054. "Di sisi lain, pergerakan IHSG telah menguji garis Moving Average 10-Day hari (MA10) maupun MA20, sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance terdekat terbuka lebar," ujar Nafan dalam hasil risetnya, Senin (3/5). Nafan mengatakan, adanya potensi penguatan terbatas pada laju IHSG hari ini bisa dimanfaatkan investor dengan mengakumulasi pembelian saham ACES, AUTO, SMGR, TPIA dan TINS. Hal senada disampaikan analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI), Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah. Menurutnya, awal pekan ini, IHSG berpotensi untuk bergerak menguat menuju target resistance di level 6.032. Secara teknikal, kata Lanjar, IHSG telah mengalami false break resistance MA20 dan menguji support MA5 sebagai level konfirmasi untuk melanjutkan penguatan. Indikator Stochastic dan RSI masih terlihat bullish, dengan kondisi MACD yang bergerak undervalue. "Sehingga secara teknikal, IHSG berpotensi menguat di awal pekan, dengan kisaran support-resistance di level 5.945-6.032," ungkap Lanjar. Menurut Lanjar, potensi rebound pada laju Indeks tersebut bisa disikapi investor dengan mengoleksi saham AALI, BJBR, BNGA, DILD, ICBP, MAIN, SCMA dan TLKM. (git/fin)
IHSG Diramal Menguat Terbatas, Ini Rekomendasi Para Analis
fin.co.id - 03/05/2021, 08:49 WIB
Mayoritas masyarakat Kalimantan tersinggung dengan ucapan Edy Mulyadi. Dia menyebut Kalimantan Timur yang menjadi ibu kota negara (IKN) merupakan tempat jin buang anak.
TERKINI
Terpopuler
1
Posraya Indonesia Ucapkan Selamat Bekerja kepada Kepala BGN Baru Nanik Sudaryati Deyang
2 hari lalu
2
Profil Nanik Sudaryati Deyang, Eks Jurnalis yang Kini Jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
2 hari lalu
3
Alasan Prabowo Pecat Kepala BGN Dadan Hindayana: Salah Satunya Masalah Kedisiplinan
2 hari lalu
4
Izin IPAL Belum Lengkap, BGN Setop Sementara Operasional 13 Dapur MBG di Kudus
2 hari lalu
5
Sengketa Honorarium Berujung Pidana, Kasus Togar Situmorang! Dinilai Picu Polemik Perlindungan Hukum Profesi Advokat
1 hari lalu