Waspada! Mutasi Virus COVID India Masuk Indonesia

HomeCovid-19Waspada! Mutasi Virus COVID India Masuk Indonesia

JAKARTA – Masyarakat harus waspada, sebab mutasi virus COVID-19 yang ada di India telah masuk ke Indonesia. Sudah ada 10 orang yang terpapar virus tersebut.

BACA JUGA: Habisi KKB, Soal HAM Bicarakan Nanti

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan mutasi virus COVID-19 B1617 sudah masuk Indonesia. Mutasi virus tersebut kini tengah menyebar di India.

“Sedikit membahas mengenai penyebab pertama bahwa mutasi virus baru meningkatkan kasus di India, bahwa virus itu udah masuk juga di Indonesia,” katanya, Senin (26/4).

BACA JUGA: Marc Klok Hingga Egy Maulana, Shin Tae-Yong Panggil 34 Pemain 

Dijelaskannya, ada 10 orang Indonesia yang teridenfitikasi terkena Virus Corona varian B1617.

“Enam di antaranya adalah impor, jadi masuk dari luar negeri, empat di antaranya adalah transmisi lokal, ada 2 di Sumatera, 1 di Jawa Barat, dan 1 orang di Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Dia pun meminta agar pemerintah daerah terutama di Sumatera, Jawa Barat dan Kalimantan lebih berhati-hati dan selalu mengontrol pandemi COVID-19.

BACA JUGA: Agar Tetap Eksis, UMKM Harus Bertransformasi Ke Digital

“Pemerintah sudah menangguhkan sementara pemberian visa kunjungan dan visa tinggal terbatas dan menolak masuknya orang asing yang memiliki riwayat perjalanan 14 hari terakhir ke India, sebelum masuk ke Indonesia,” ungkapnya.

Sementara WNI yang datang dari India atau memiliki riwayat perjalanan dalam 14 hari terakhir ke India masih boleh masuk ke Indonesia tapi harus karantina 14 hari.

BACA JUGA: Rupiah Ditutup Menguat Ke Rp14.485 Per Dolar AS, Ini Penyebabnya

“Mereka harus dikarantina 14 hari, titik kedatangan juga sudah diatur kemarin oleh Pak Menko hanya di Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Juanda, Bandara Kualanamu, dan Bandara Sam Ratulangi. Pelabuhan lautnya juga hanya di Batam, Tanjung Pinang, dan Pelabuhan Dumai,” ujarnya.

BACA JUGA: Jokowi: Tangkap Seluruh Anggota KKB

Dia juga memastikan semua yang pernah datang atau mengunjungi India akan di-“genome sequencing” agar dapat melihat apakah mutasi baru atau tidak.

“Protokol kesehatan juga dilakukan untuk tenaga migran Indonesia, karena puluhan ribu yang masuk, sudah masuk di atas 100 ribu orang dan akan masuk puluhan ribu,” ujarnya.(gw/fin)

Baca Juga

Berita Terbaru