Anies Kerjasama Serap Gabah dari Jawa Timur, Ferdinand Bilang Harus Terimakasih ke Ganjar Pranowo

HomeMetropolitanAnies Kerjasama Serap Gabah dari Jawa Timur, Ferdinand Bilang Harus Terimakasih ke...

JAKARTA– Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menggandeng pemerintah Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur guna memperluas cakupan serapan gabah untuk pasokan beras di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswesan mengatakan, pihaknya telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama Resi Gudang (Warehouse Receipt System) dengan Pemkab Ngawi yang diwakili Bupati Ngawi Ony Anwar dan disaksikan langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Balai Desa Geneng, Dusun Alas Pecah, Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi pada Ahad (25/4).

Anies mengatakan bahwa kerjasama sistem resi gudang, Food Station sebagai pengelola akan membantu menjadi stand by buyer dengan harga yang baik sehingga para petani tidak perlu susah-susah mencari pembeli.

“Dan petani tak perlu buru-buru menjual harga gabah mereka dengan harga rendah, melainkan dapat menyimpannya terlebih dahulu meningkatkan kualitas sehingga harganya juga akan stabil,” ujar Anies.

Menanggapi itu, pemerhati sosial politik, Ferdinand Hutahaean mengatakan, Anies Baswedan harus berterimakasih kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Sebab wilayahnya mampu memproduksi beras untuk dipasok ke Jakarta.

“Bagus, Pemprov DKI Jakarta memang harus bekerja amankan pasokan beras warga Jakarta,” kata Ferdinand Hutahaean di Twitter-nya, Ahad (25/4).

“Jakarta harus berterimakasih kepada Jawa Tengah di bawah pimpinan Ganjar Pranowo yang mampu memproduksi beras untuk mencukupi kebutuhan Jakarta dan propinsi lain. Ini prestasi Jateng yang harus ditiru daerah lain,” kata Ferdinand.

Ferdinand mengatakan bahwa salah satu daerah yang masuk wilayah Jawa Tengah adalah Cilacap yang juga memberikan stok beras ke Jakarta.

“Salah satunya cilacap Jawa Tengah. Karakter terbatas ga bisa jelaskan semua,” katanya

Lebih lanjut dia mengatakan, Jakarta memang harus bekerjasama dengan daerah-daerah produksi beras. Sebab Jakarta tidak memiliki lahan untuk pertanian.

“Kerjasama Pemprov DKI dengan daerah lain penghasil beras memang harus dilakukan karena Jakarta tak punya lahan untuk pertanian. Salah satunya dengan Jatim. Namun kerjasama ini jangan hanya mencari untung, beli lebih murah, jual dapat untung. Semangatnya harus pada mengamankan stok lebih murah dari Bulog,” katanya. (dal/fin).

Baca Juga

Berita Terbaru