Anies Dipuji di Forum C40 Cities, Ferdinand Mencak-mencak: Dia Hanya Pintar Retorika

HomeMetropolitanAnies Dipuji di Forum C40 Cities, Ferdinand Mencak-mencak: Dia Hanya Pintar Retorika

JAKARTA- Mantan kader Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean ikut menanggapi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang berbicara dalam forum Time to Act: Sustainable Recovery yang diselenggarakan C40 Cities pada Rabu malam pekan lalu.

Forum C40 Cities merupakan jaringan kota besar di dunia yang berkomitmen untuk mengatasi perubahan iklim dunia. Anies hanya berbicara dalam kurung waktu dua menit, pemaparannya langsung disetujui oleh Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Gutteres dan peserta C40.

Ferdinand menilai, Anies hanya pandai beretorika. Namun kinerja di bawah standar. Ferdinand memberikan contoh ketika Presiden Joko Widodo mengangkatnya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Namun kemudian diganti.

“2014, Jokowi dan Jokower terhipnotis orang ini jadi Menteri. Setelah bekerja, kita semua akhirnya sadar dia cuma pintar berkata-kata,” sebut Ferdinand dikutip dari Twitter-nya, Senin (19/4).

Ferdinand menyebut hasil lembaga survei yang menyebutkan tingkat kepuasan warga terhadap Anies Baswedan hanya 38 persen.

“2017, Jakarta terhipnotis, setelah 3 tahun bekerja, kepuasan hanya 38% dan banyak kasus dugaan korupsi di APBD Jakarta,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ferdinand menilai, komitmen Anies dalam forum tersebut untuk menjaga iklim hanya sebatas retorika. Tidak seperti Luhut Binsar Panjaitan yang memimpin rehabilitasi 260 hektare mangrove untuk menjaga iklim.

“Bahkan pak Luhut Binsar Panjaitan memimpin Program Rehabilitasi 620 Ribu Hektare Mangrove Terbesar Sepanjang Zaman untuk menjaga iklim. Apa yang sudah dilakukan Anies menjaga Iklim kecuali retorika bicara,” ujar Ferdinand.

“Retorika Anies Baswedan ini cuma tanpa langkah konkret. Sama seperti bicara Pancasila tapi tak berani hukum ASN yang terlibat FPI dan HTI,” imbuhnya.

Ferdinand mengatakan bahwa tak perlu membanggakan kehadiran Anies di forum C40 itu. Sebab sudah merupakan kewajiban sebagai seorang Gubernur Jakarta.

“Keberadaan Anies dalam C40 itu krn posisinya sebagai Gubernur Jakarta bukan karena Anies sebagai pribadi. Andaikan Bolot sekalipun yang Gubernur, maka Bolot yang akan bicara di sana. Posisi itu krn posisi sebagai Pemangku Jabatan. Ini harus dipahami. Jadi jangan banggakan yang tak layak dibanggakan,” pungkasnya. (dal/fin). 

Baca Juga

Berita Terbaru