Kemenhub Optimalkan Muatan Balik Tol Laut Dari Papua
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Jayapura terus berupaya untuk melakukan optimalisasi terhadap muatan balik tol laut dari wilayah Papua. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan sosialisasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah, serta para stakeholder termasuk pengusaha di Papua. Kepala KSOP Kelas II Jayapura, Taher Laitupa mengatakan, tol laut adalah program strategis nasional, dengan tujuan untuk konektivitas dan menekan disparitas harga melalui penyediaan rute dan jadwal yang teratur serta subsidi biaya pengiriman. Adapun sosialisasi kepada Pemda dan instansi terkait lainnya, bertujuan untuk meramaikan dan menumbuhkembangkan lintas niaga Papua yang mulai terbentuk sejak hadirnya tol laut di wilayah tersebut. "Sosialisasi sekaligus audiensi dan koordinasi muatan balik Tol Laut dan Evaluasi jaringan Trayek Tol Laut di Provinsi Papua,” kata Taher, Minggu (18/4). Taher mengatakan, koordinasi seperti ini sangat penting dilakukan dalam rangka memaksimalkan potensi tol laut yang sedang berjalan pada Trayek T-19 melalui armada KM. Logistik Nusantara 2. “Dan diharapkan dapat meningkatkan produksi komoditi lokal menjadi komoditi unggulan daerah seperti Air mineral produk lokal Kabupaten Jayapura, Batu Ciping, Pasir Abu, Kayu Olahan, termasuk hasil pertanian lainnya,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Pelabuhan KSOP Kelas II Jayapura, Willem Thobias Fofid, mengatakan, seluruh stakeholder berkomitmen untuk mendukung optimalisasi tol laut, dan mendorong potensi-potensi lokal untuk berkembang melalui pemasaran produk ke wilayah lain. “Semua pihak berkomitmen untuk terus mendukung proses penyelenggaraan Tol Laut tersebut di Papua, hal ini dibuktikan dengan meningkatkannya permitaan muatan berangkat dan muatan balik yang terus meningkat dan bervariasi dalam voyage ke 4," pungkasnya. (git/fin)