Muslim Wajib Bergembira Sambut Ramadan, Bulan Penuh Ampunan

HomeHikmahMuslim Wajib Bergembira Sambut Ramadan, Bulan Penuh Ampunan

SEBENTAR lagi ummat muslim dunia akan menjalankan puasa bulan Ramadan 1442 Hijriah. Di Indonesia sendiri, 1 Ramadan jatuh pada Selasa 13 April 2021.

Bulan Ramadan adalah bulan keistimewaan diantara semua bulan yang ada. Di bulan ini, pahala orang-orang beriman dilipat-gandakan.

Bulan Ramadan bulan penuh ampunan dan rahmat. Salah satu keistimewaan Ramadan adalah di dalamnya Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad Salallhualaihi wassalam untuk rahmat dan petunjuk bagi ummat Manusia.

Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 158, yang Indonesianya:

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)”

Maka itu, sebagai ummat Islam, ummat Nabi Muhammad, disyariatkan menyambut datangnya bulan Ramadan dengan hati yang lapang dan gembira. Bagaimana tidak, begitu banyak pengampunan dan rahmat Allah yang luas di dalamnya.

“Katakanlah, dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, maka dengan itu hendaklah mereka bergembira. Sebab karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan,” demikian Firman Allah ta’ala dalam Quran surah QS Yunus ayat 58.

Maka itu pula, Rasulullah sebagai pembawa kebenaran, dalam hadisnya yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Abu Hurairah, yang Indonesinya:

“Rasulullah SAW. Memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya tentang kedatangan bulan Ramadhan seraya beliau bersabda: ‘Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya. Di bulan Ramdhan, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan seribu bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.

Hadis ini jelas bahwa Rasulullah Saw. menganjurkan untuk bergembira dan saling ber-tahniah atau mengucapkan selamat menyambut kedatangan bulan Ramadhan antar sesama muslim.

Selain itu, dalam kitab Almajmu Imam Nawawi mencantumkan hadis yang berisi doa Nabi ketika melihat hilal di bulan Ramadhan. Hadis ini diriwayatkan Imam al-Tirmidzi dari Thalhah bin Ubaidillah, dia berkata :

“Sesungguhnya Nabi Muhammaad Saw ketika melihat hilal Ramadhan, beliau berdoa : Allahumma ahillahu ‘alaina bil yumni wal imani was salamati wal islam. Rabbi wa rabbukallah (Ya Allah jadikanlah hilal (bulan) ini bagi kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah)”.

Menyambut Ramadhan dengan gembira luas maknanya. Setiap muslim memiliki kesemapatan yang sama, tidak ada yang diunggulkan satu dengan lainnya kecualai kataqawaanya. Karena ibadah di bulan Ramadhan terus berjalan, berproses menuju ketaqwaan yang haqiqi. Seperi firman Allah sebagai berikut,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertaqwa” (QS. Al-Baqarah: 183). (dal/fin)

Baca Juga

Berita Terbaru