1 dari 3 Penyintas Covid Alami Ganguan Mental

BerandaCovid-191 dari 3 Penyintas Covid Alami Ganguan Mental

JAKARTA – Sebuah studi yang dilakukan ilmuwan di Amerika Serikat, menyebutkan 1 dari 3 penyintas COVID-19 alami gangguan mental. Dalam riset yang melibatkan 230.000 lebih mayoritas pasien Amerika terdiagnosis mengalami gangguan otak atau psikiatri dalam kurun waktu enam bulan.

BACA JUGA: Jokowi Hadiri Pernikahan Atta-Aurel, Dokter Tirta Kasihani Atta

“Hal ini menunjukkan pandemi menyebabkan gelombang gangguan mental dan saraf,” ungkap ilmuwan, dikutip Antara Rabu (7/4).

Para peneliti yang melakukan analisis menyebut belum mengetahui secara jelas bagaimana virus terkait dengan kondisi kejiwaan seperti kecemasan dan depresi. Namun, ini adalah diagnosa yang paling umum di antara 14 gangguan yang mereka temukan.

BACA JUGA: Subsidi Haji Diusulkan, Mulai dari Swab Hingga Karantina

Kasus pascaCOVID struk, demensia dan gangguan saraf lainnya jarang terjadi. Namun masih signifikan, terutama bagi mereka yang mengalami COVID-19 parah.

“Hasil kami mengindikasikan bahwa penyakit otak dan gangguan kejiwaan lebih umum setelah COVID-19 dibanding setelah flu atau infeksi pernapasan lainnya,” ujar Max Taquet, psikiater di Universitas Oxford Inggris, yang memimpin riset tersebut.

Dikatakannya, riset itu tidak dapat menentukan mekanisme biologis atau psikologis yang dilibatkan. Namun, menurutnya, penelitian harus dilakukan penelitian guna mengidentifikasi ini “dengan maksud untuk mencegah atau mengobati itu.”

BACA JUGA: Inpres Nomor 1 2021 untuk Kesejahteraan Masyarakat di Perbatasan Negara

Pakar kesehatan semakin prihatin dengan bukti risiko gangguan otak dan kesehatan mental yang lebih tinggi di kalangan penyintas COVID-19. Riset sebelumnya dari peneliti yang sama tahun lalu menemukan bahwa 20 persen dari penyintas COVID-19 terdiagnosis gangguan kejiwaan dalam waktu tiga bulan.

Temuan baru ini, yang dipublikasi di jurnal Lancet Psychiatry, menganalisis catat kesehatan 236.379 pasien COVID-19, yang mayoritas berasal dari Amerika Serikat, dan menemukan 34 persen di antaranya terdiagnosa penyakit kejiwaan atau saraf dalam waktu enam bulan.

BACA JUGA: Tiga Menteri dan Kepala Staf Kepresidenan Tinjau Progres Kawasan Food Estate Kalteng

Gangguan ini secara signifikan lebih umum pada pasien COVID-19 dibanding dengan kelompok pembanding mereka yang sembuh dari flu atau infeksi pernapasan lainnya selama periode yang sama, kata peneliti, menunjukkan COVID-19 memiliki dampak yang spesifik.

Kecemasan,17 persen dan gangguan suasana hati (mood), 14 persen adalah yang paling umum, dan sepertinya tidak terkait dengan seberapa ringan atau parah COVID yang dialami si pasien.

BACA JUGA: Tiba di Markas Manchester City, Erling Haaland: Indah!

Akan tetapi, pasien COVID-19 parah di ICU, 7 persen di antaranya mengalami stroke dalam waktu enam bulan, dan hampir 2 persen terdiagnosa demensia.

“Meski risiko individu untuk sebagian besar gangguan kecil, efek terhadap seluruh populasi bisa jadi besar,” kata Paul Harrison, profesor kejiwaan Universitas Oxford yang juga memimpin riset tersebut.(gw/ant/fin)

Baca Juga

Berita Terbaru

spot_img