News . 26/03/2021, 20:07 WIB
JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) mendorong anak muda di tanah air untuk mengembangkan jiwa enterpreneurship dengan membangun startup atau usaha rintisan yang inovatif. Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim mengatakan, situasi pandemi menjadi hal yang tidak mudah, khususnya bagi para pelaku usaha mikro dan kecil di Indonesia. Namun menurutnya, selalu ada peluang dalam mengatasi berbagai persoalan yang ada. “Salah satunya pemerintah melalui komitmennya dalam mengalokasikan dana sebesar Rp340 triliun untuk membelanjakan produk-produk usaha mikro dan kecil. Sayangnya, hal tersebut tidak dapat direalisasikan dengan maksimal, yakni pada tahun 2020 hanya 100 triliun dana yang termanfaatkan,” kata Arif di Jakarta, Jumat (26/3). Arif mengatakan, hal itu menunjukkan adanya peluang yang belum siap untuk ditangkap. Di samping itu, produk-produk hasil kurasi juga tidak sepenuhnya buatan dari Indonesia. Diharapkan kedepan akan lebih banyak produk-produk karya bangsa sendiri yang masuk pasar pemerintah. Sekaligus bisa dimanfaatkan menjadi modal dasar bagi para pelaku usaha mikro dana kecil untuk naik kelas. “Komitmen pemerintah juga ditunjukkan dengan upaya scalling-up usaha mikro, dari yang semula hanya beromset Rp300 juta, kini Batasan omsetnya hingga Rp2 miliar,” kata Arif. Bahkan di tahun ini, kata Arif, pihaknya melakukan restrukturisasi untuk mendukung penuh sektor kewirausahaan dengan dibentuknya Deputi Bidang Kewirausahaan. Melalui Deputi tersebut, nantinya akan banyak program-program yang inovatif dengan harapan mampu mewujudkan wirausaha muda produktif yang bersumber dari perguruan tinggi. Selain itu, kata Arif, pihaknya juga fokus untuk meningkatkan rasio kewirausahaan dari 3,47 persen di tahun 2020, menjadi 3,90 persen di tahun 2024. Hal tersebut diakuinya tidak mudah dan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak agar bisa tumbuh 500.000 wirausahawan baru tiap tahunnya. Disamping itu, terdapat unit-unit pemerintah baik di daerah maupun pusat dimana terdapat 514 unit di kabupaten/kota, yang diharapkan juga akan ada 500 lebih perguruan tinggi yang memiliki komitmen yang sama untuk bersinergi mewujudkan wirausaha muda produktif. “Dan hingga saat ini pertumbuhan start-up di Indonesia berdasarkan data yang ada mencapai 748 unit di tahun 2020 dengan harapan di tahun 2024 sudah tumbuh 3500 unit startup berbasis teknologi,” pungkas Arif. (git/fin)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id