News . 23/03/2021, 17:35 WIB

Rupiah Menguat, Berikut Faktor Eksternal dan Internal Yang Mempengaruhi

Penulis : Admin
Editor : Admin

  JAKARTA - Rupiah ditutup menguat tipis pada perdagangan hari ini, Selasa (23/3). Dalam perdagangan sore ini, rupiah ditutup menguat 10 point walaupun sempat melemah 30 point di level Rp14.396 dari penutupan sebelumnya di level Rp14. 407. Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, menjelang kesaksian Jerome Powell, Bos Federal Reserve (The Fed) yang akan menegaskan kembali sikap dovish bank sentral dan siap memberikan dukungan yang dibutuhkan perekonomian. Powell juga mengatakan bahwa ekonomi AS telah berkembang lebih cepat dari perkiraan umum dan tampaknya akan menguat, namun ia menambahkan bahwa kondisi itu masih jauh dari pemulihan penuh. Investor mengharapkan lebih banyak komentar dari Powell, baik pada penampilan bersama pertamanya dengan Menteri Keuangan Janet Yellen di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS di kemudian hari. Dia juga menjadi pembicara utama di BIS Innovation Summit bersama presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde. Sementara itu, ECB meningkatkan pembelian obligasi hampir setengahnya selama minggu sebelumnya, meningkatkan upaya stimulus untuk mengurangi biaya pinjaman dan meyakinkan investor yang skeptis bahwa mereka akan melakukan apa yang diperlukan untuk mengekang imbal hasil obligasi. "Gelombang ketiga kasus Covid-19 Eropa berkat varian yang sangat menular. Paris dan sekitarnya memasuki penguncian selama empat minggu selama minggu sebelumnya, dan Jerman memperpanjang pengunciannya hingga 18 April 2021," ungkap Ibrahim. Di sisi vaksin, hasil uji coba tahap akhir utama untuk vaksin Covid-19 AstraZeneca PLC / Universitas Oxford lebih baik dari yang diharapkan. Hasilnya dapat membuka jalan untuk otorisasi darurat di AS dan menenangkan kekhawatiran tentang potensi efek samping vaksin. Sementara itu dari sisi internal, pemerintah mengungkapkan bahwa Indonesia relatif mampu menjaga kinerja ekonomi di tengah ancaman pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Ini terlihat dari peringkat utang (rating) Indonesia yang tetap bertahan, tidak ada pemangkasan. "Untuk informasi saja, Lembaga pemeringkat (rating agency) Moody's menaikkan peringkat surat utang Indonesia dari Baa3 ke Baa2. Namun, Moody's tetap memberi catatan seputar risiko yang bisa menghampiri Indonesia," ungkapnya. Namun. Moody's menggarisbawahi bahwa Indonesia perlu mewaspadai beberapa risiko jika tidak ingin mengalami penurunan rating. Pertama adalah jika Indonesia mengalami kemunduran dalam perbaikan kerangka kebijakan dan kelembagaan. Kedua adalah apabila pemerintah tidak mampu meningkatkan penerimaan negara secara signifikan. Moody's menyimpulkan bahwa potensi perluasan penerimaan negara dalam jangka menengah sangat terbatas. Ini mengindikasikan keterbatasan dalam efektivitas kebijakan dan menciptakan batasan dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Ketiga adalah kekuatan finansial Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Bila keuangan BUMN memburuk, maka bukan tidak mungkin akan menciptakan risiko yang merambat ke anggaran negara. "Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup menguat di rentang Rp14.370 - Rp14.420/USD," pungkasnya. (git/fin)

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id