-advertisement-
-advertisement-
HomeRagamBNPP Fasilitasi Penanganan Pemulangan Ratusan PMI yang Dideportasi dari Malaysia

BNPP Fasilitasi Penanganan Pemulangan Ratusan PMI yang Dideportasi dari Malaysia

JAKARTA – Ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dideportasi Pemerintah Negara Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang ada di Provinsi Kalimantan Barat. Lalu bagaimana kedaaan terkini dari tiga PLBN yang berada di beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)?

Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Restuardy Daud, menyampaikan fasilitasi penangan pemulangan PMI dari Malaysia melalui PLBN telah dimulai di PLBN Aruk sejak Jumat (20/3/2021).

Di PLBN Aruk, PMI yang kembali ke tanah air sejumlah 61 orang dimana terdiri dari 44 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. Dari 61 orang PMI tersebut lima orang diantaranya merupakan anak-anak.

Petugas telah melakukan pendataan, screening, disinfeksi orang dan barang, serta karantina sementara bagi 61 orang tersebut.

“Selanjutnya untuk kondisi di PLBN Entikong per hari Minggu (21/3/2021) kedatangan 204 orang PMI. Untuk tempat karantina yang disiapkan Satgas berada di Terminal Barang Internasional (TBI) dan di beberapa tempat lainnya yang tersedia. Sementara Wisma PLBN Entikong, Satgas meminta untuk standby bila overload, dan kondisi siap untuk digunakan,” ujar Restuardy dalam laporannya, Senin (22/3/2021).

Restuardy menambahkan Tim Satgas Covid-19 per hari Minggu kemarin juga melaksanakan survei kondisi PLBN Badau di Kabupaten Kapuas Hulu terkait dengan pemulangan PMI dari negeri jiran.

Sebagai informasi, terdapat tiga PLBN di Provinsi Kalimantan Barat yaitu PLBN Aruk, PLBN Entikong, dan PLBN Badau. (nrm/rls/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-advertisement-
-advertisement-