Peristiwa tersebut juga ditengarai menjadi cara tidak
fair agar tim Indonesia tidak bisa juara. Terlebih catatan prestasi Timnas Indonesia dalam ajang tersebut cukup menjanjikan, dimana Timnas Indonesia pernah mengalahkan Inggris.
Diketahui, tim bulu tangkis Indonesia terpaksa harus ditarik mundur dari ajang All England, pada Kamis pagi (18/3). Kejadian tersebut terjadi setelah pesawat Turkish Airlines dari Istanbul ke Birmingham yang ditumpangi rombongan tim Indonesia mendapat email dari Pemerintah Inggris untuk menjalani isolasi mandiri selama 10 hari.
Alhasil tim Indonesia tidak diizinkan beraksi pada ajang All England yang bergulir pada 17-21 Maret 2021.
“Marah dan kecewa berat terhadap penyelenggara All England. Harusnya berlaku adil dong, saya dengar ada atlet dari negara lain dalam pesawat yang sama, kalau nggak salah dari Turki ternyata masih bertanding sampai saat ini. Sementara tim kita yang sudah masuk 16 besar tiba-tiba kita disuruh WO (walk out). Harusnya ada jalan keluar lain, kata Dede lewat keterangan resminya, Sabtu (20/3).
Untuk itu, DPR RI akan meminta pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga dan Menteri Luar Negeri untuk melakukan negosiasi atau
lobby kepada Pemerintah Inggris terkait hal tersebut.
"Kalau menyelenggarakan pertandingan internasional, hal seperti itu harus sudah bisa diantisipasi. Kita paham Inggris berlakukan protokol yang ketat, tetapi kalau mau buat pertandingan internasional ya harus ada konsekuensi dan antisipasi," ungkap politisi Fraksi Partai Demokrat itu.
Ketidaksiapan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) dalam mengantisipasi hal tersebut itulah yang disayangkan oleh Dede Yusuf. "Ini juga menjadi pembelajaran bagi pemerintah dalam mempersiapkan tim nasional Indonesia yang akan bertanding di negara-negara lain, harus benar-benar diprediksi dengan baik. Kita (Komisi XI DPR, red) akan koordinasi dan kroscek kepada Kemenpora, PBSI dan KONI terkait hal ini," pungkasnya.
(khf/fin)