Jakarta - Pengusaha mengeluhkan stimulus listrik yang dipangkas lebih kecil ketimbang tahun 2020 lalu. Padahal perekonomian serta iklim usaha belum pulih, dan tingkat daya beli masyarakat masih rendah. "Ekonomi belum menjanjinkan, di satu sisi kita masih ribut tentang vaksin, jadi bagi produsen ya tidak signifikan dalam hal melipat ganda kan produksi selama ekonomi masih gitu-gitu aja," demikian disampaikan Wakil Komite Tetap (Wakomtap) Industri Hulu dan Petrokimia, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Achmad Widjaya kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Jumat (12/3). Menurut Achmad, ketidakberdayaan PLN dalam mendukung program stimulus pemerintah, disinyalir karena proses produksi dan operasional di perusahaan setrum itu belum efisien. Padahal, PLN selama ini juga menjalankan Public Service Obligation (PSO) atau program subsidi dari pemerintah. "Karena PLN memang belum effisien dalam operasionalnya. Padahal dia (PLN) di subsidi pemerintah," tuturnya. Sebagaimana diketahui, pemerintah sebelumnya memberikan diskon listrik 100 persen alias gratis sejak April 2020 sampai dengan Maret 2021 bagi golongan Rumah Tangga 450 VA, Bisnis Kecil 450 VA, dan Industri Kecil 450 VA. Pemberian stimulus itu dilanjutkan pada triwulan kedua 2021 sampai dengan Juni 2021 dengan ketentuan yang berbeda, yakni bagi tiga golongan tersebut diskon tidak lagi 100 persen, melainkan hanya 50 persen. Artinya, listrik gratis yang didapat sampai dengan Maret 2021, mulai April mendatang tidak berlaku lagi. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana sebelumnya juga mengatakan, diskon tarif bagi tiga golongan listrik berkapasitas 450VA mulai April 2021 berlaku sebesar 50 persen dari saat ini diskon tagihan 100 persen. Lalu, untuk pelanggan rumah tangga 900 VA subsidi, baik pelanggan prabayar dan pascabayar, diberikan diskon sebesar 25 persen selama triwulan kedua 2021, dari saat ini diskon sebesar 50 persen. Rida menyebut, pemerintah sangat serius dalam menangani dampak pandemi Covid-19 dengan program pemulihan ekonomi nasional, termasuk melalui penyediaan stimulus sektor ketenagalistrikan. "Program stimulus listrik ini sudah dimulai tahun lalu, sejak April 2020. Diharapkan dampak dari pandemi ini akan segera membaik," tuturnya. (git/fin)
Pesawat milik maskapai Citilink terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Ruang di Bandara Sam Ratuangi, Manado, Sulawesi Utara
TERKINI
Terpopuler
1
Hasil Brasil vs Maroko 1-1, Gol Vinicius Jr Gagalkan Kemenangan Singa Atlas
2 hari lalu
2
Australia Juara Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Thailand 2-0 di Final
2 hari lalu
3
Libas Kamboja 1-0, Garuda Muda Akhiri Piala AFF U-19 2026 di Posisi Ketiga
2 hari lalu
4
Program Bang Andra Perkuat Konektivitas Desa dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Banten
2 hari lalu
5
Iran Setuju Tidak Pungut Biaya Tol Selat Hormuz , Kesepakatan Damai dengan AS Makin Dekat
1 hari lalu