Pemasaran Jadi Kunci Keberhasilan UMKM Pertanian

Beranda Ekonomi Pemasaran Jadi Kunci Keberhasilan UMKM Pertanian

JAKARTA – UMKM sektor pertanian selama ini tidak dapat berkembang karena ada sejumlah persoalan yang belum diselesaikan. Terutama adalah rantai pemasaran yang belum baik.

Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas Santosa mengatakan, sampai kapanpun UMKM sektor pertanian tidak akan berkembang apabila masalah rantai pemasaran tidak diperbaiki.

“Selama itu tidak terpecahkan, kondisi ini akan terus berlanjut. Namun di sini memang, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) berperan sangat sentral untuk mendorong bagaimana usaha-usaha tani ini bisa menguntungkan buruh-buruh tani, saya kira itu program yang bagus,” ujar Andreas kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (22/2).

BACA JUGA: Kapolri Keluarkan SE, Tersangka UU ITE Minta Maaf tak Ditahan, Bagaimana Kasus Abu Janda?

Menurut Andreas, program penguatan kelembagaan yang disasar Kemenkop UKMtidak akan berhasil tanpa diikuti adanya kebijakan lainnya. “Selama Kementerian Koperasi dan UKM berjalan sendiri tidak diikuti oleh kebijakan yang lainnya, mungkin akan susah juga untuk mencapai tujuan,” kata dia.

Terkait Undang-Undang Cipta Kerja, kata dia, belum sepenuhnya berpihak kepada UMKM pertanian. Sebab masih terdapat klausul soal impor yang tak memperhitungkan produksi dalam negeri.

BACA JUGA: Murka Disebut Samakan Kitab Suci dengan UU, Henri Subiakto: Mental Tempe Tanpa Etika

“Itu yang kemudian menjadi tantangan untuk mewujudkan ketahanan pangan. Dan itu (Kedaulatan pangan) bisa dimulai dari UMKM, terutama UMKM pertanian,” tuturnya.

Kemenkop UKM sendiri saat tengah fokus mendorong UMKM agar bisa masuk ke dalam rantai pasok nasional dan global. Hal itu bertujuan aga produk UMKM dapat bersaing di mancanegara.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemnekop UKM Dwi Andriani Sulistyowati mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengembangan UMKM berbasis klaster dengan target menurunkan biaya operasional dan transaksi.

Kebijakan selanjutnya, kata dia, pembiayaan value chain financing untuk menurunkan risiko UMKM. “Kami menjalankan strategi jaminan pinjaman, optimalisasi fintech, KUR skema khusus, hingga pembiayaan ekspor kepada pelaku UMKM berorientasi ekspor, termasuk juga mendorong go digital,” ujar Dwi kepada FIN, kemarin.

Tahun 2021 ini, ungkap dia, ada beberapa kegiatan yang diprioritaskan, di antaranya pengembangan kemitraan koperasi dan UMKM berbasis komoditas. “Fokus kami di makanan dan minuman, industri, pertanian, perikanan, tekstil dan produk tekstil, serta pariwisata berbasis wisata alam,” tukasnya. (git/din/fin)

Baca Juga

Berita Terbaru