Makmun Rasyid Banyak Belajar Nilai Keislaman dari Mendiang Jalaluddin Rakhmat

BerandaRagamMakmun Rasyid Banyak Belajar Nilai Keislaman dari Mendiang Jalaluddin Rakhmat

JAKARTA – Co-Founder The Centre for Indonesian Crisis Strategic Resolution (CICSR) Muhammad Makmun Rasyid menyampaikan belasungkawa atas wafatnya cedekiawan Jalaluddin Rakhmat.

Makmun mengaku mengambil banyak pelajaran dan ilmu-ilmu keislaman dari sosok Jalaluddin Rakhmat.

“Sebelum pandemi Covid-19 dan sakit, saya masih sempat berjumpa dengan beliau. Terlepas dari perbedaan aliran di antara kita, saya turut berduka. Banyak pelajaran dan ilmu-ilmu keislaman yang bisa diambil darinya,” kata Makmun kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Senin (15/2).

Ia memandang Jalaluddin Rakhmat merupakan tokoh yang terus berupaya menjadikan perbedaan mazhab, suku, budaya, agama, pemikiran, dan golongan sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Menurut Makmun, bagi Kang Jalal, sapaan akrab almarhum, perbedaan bukan lah jurang pemisah antarmanusia. Sebaliknya, justru mempersatukan.

“Kang Jalal percaya bahwa Tuhan tidak menghendaki kita semuanya menganut sesuatu yang tunggal seperti agama,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, semua agama nantinya akan kembali kepada Allah. Allah-lah yang akan menilai pribadi masing-masing para penganut agama.

Menurutnya, agama mengajarkan setiap pemeluknya untuk terus berlomba-lomba dalam kebajikan dan meninggalkan permusuhan.

“Artinya, spirit yang terus diperjuangkan hingga akhir hayatnya (Kang Jalal) adalah spirit moralitas ketimbang klaim kebenaran pribadi,” ucapnya.

“Mari kita ikhlaskan kepergian almarhum. Kita doakan almarhum ditempatkan di surga. Amin,” kata Makmun menambahkan.

Sebagaimana diberitakan, cendekiawan Jalaluddin Rakhmat meninggal dunia di Rumah Sakit Santosa, Kota Bandung, Senin (15/2) sekitar pukul 15.23 WIB.

Kang Jalal berpulang usai berjuang melawan penyakit diabetes dan keluhan sesak napas.

Ketua PW Jamaah Ahlulbait Indonesia (Ijabi) PW Jabar Sutrasno mengatakan, Kang Jalal sempat menjalani perawatan selama 12 hari di RS Santosa sebelum berpulang.

“Seminggu yang lalu dirawat, dari hari Kamis, berarti kurang lebih 12 hari yang lalu. Beliau ada sesak dan diabetes,” ujar Sutrasno saat dihubungi, Senin (15/2). (*)

Baca Juga

Berita Terbaru

spot_img