spot_img
29, September, 2021

Mahasiswa Ikut Kampus Mengajar Dapat Subsidi UKT Rp2,4 Juta

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemenikbud) meluncurkan program Kampus Mengajar 2021. Program ini dicanangkan sebagai salah satu solusi atas kendala pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dialami siswa jenjang pendidikan dasar selama pandemi Covid-19.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengatakan, bahwa tujuan diadakannya Kampus Mengajar adalah untuk membantu pembelajaran di masa pandemi, terutama untuk SD di daerah 3T. Penyelenggaraan program ini sendiri, atas dukungan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

BACA JUGA: Eko Kuntadhi Ga Yakin Alquran Bisa Obat Corona, Andre Rosiade: Nauzubillah…

“Tantangan yang kita hadapi sangatlah besar, khususnya bagi adik-adik kita yang duduk di bangku Sekolah Dasar. Melalui Kampus Mengajar 2021, saya ingin menantang adik-adik mahasiswa untuk juga mengatakan “SAYA MAU!” Yakni mau membantu mengubah tantangan tersebut menjadi harapan,” kata Nadiem saat peluncuran program Kampus Mengajar secara daring di Jakarta, Selasa (9/2/2021).

BACA JUGA: Dewi Tanjung Ungkap Penyakit Ustad Maaher: Duh Keluarga Malu Banget

Nadiem menyebut, program ini bakal diikuti sebanyak 15.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk mengajar siswa SD di lingkungan mereka masing-masing.

“Mahasiswa dari seluruh Indonesia ini akan berkolaborasi dan berkreasi selama 12 minggu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar,” ujarnya.

BACA JUGA: Telkom Berikan Beasiswa untuk Sepuluh Pemenang IndiHome Gideon Badminton Academy Selama Setahun

Nadiem menambahkan, bahwa pada prakteknya nanti, mahasiswa ini akan didampingi para dosen saat mengajar di SD. Selain menjawab tantangan peningkatan mutu, kehadiran mahasiswa juga dipercaya meringankan beban guru dalam mengajar.

“Saya berharap setiap mahasiswa akan menjawab tantangan saya untuk terus memelihara api optimisme dan memberikan kontribusi terbaiknya,” imbuhnya.

BACA JUGA: Siaga Banjir, Bupati Bogor Imbau Masyarakat Waspadai Tujuh Aliran Sungai

Selain itu, Kemendikbud dan LPDP juga memberikan bantuan uang kuliah hingga Rp2,4 juta dan biaya hidup Rp700 ribu per bulan bagi mahasiswa yang mau mengajar di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) dalam program Kampus Mengajar.

“Adik-adik mahasiswa juga dapat bantuan biaya hidup sebesar Rp200 ribu per bulan. Serta juga uang kuliah paling tinggi Rp2,4 juta tergantung pada uang kuliah di perguruan tingginya,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam

“Uang kuliah dan biaya hidup diberikan selama program berjalan, yakni satu semester. Namun bantuan tidak berlaku bagi mahasiswa yang sudah terdaftar sebagai penerima KIP Kuliah,” sambungnya.

BACA JUGA: Jaga Nama Baik Keluarga, Polisi Enggan Ungkap Detail Penyakit Ustaz Maaher At-Thuwailibi

Selain mendapat uang kuliah dan biaya hidup, mahasiswa juga bakal memperoleh nilai setara 12 satuan kredit semester (SKS). Sementara dosen yang menjadi pembimbing program akan diberikan insentif dan sertifikat. Partisipasi mahasiswa pun akan dinilai sebagai indikator kinerja masing-masing perguruan tinggi.

“Nanti akan dilakukan seleksi untuk memastikan adik-adik (mahasiswa) punya passion dan punya semangat untuk mengabdikan ilmunya bagi pendidikan adik-adik di sekolah dasar,” ujarnya.

Adapun keuntungan terbesar yang diperoleh bagi perguruan tinggi dari program ini, kata Nizam, adalah mendukung perguruan tinggi untuk mencapai indikator kinerja utama (IKU) #2, yaitu banyaknya jumlah mahasiswa yang mendapatkan pengalaman di luar kampus.

BACA JUGA: Ciee Rukun.. Natalius Pigai Kini Sanjung Abu Janda: Tolong Jagain, Dia Orang Baik, Tak Ada Delik Hukum

“Perguruan tinggi swasta (PTS) tidak perlu khawatir akan kehilangan pemasukan, karena PTS akan tetap dapat memberlakukan uang kuliah semesternya. Untuk para dosen yang mendaftar dan terpilih sebagai dosen pembimbing, akan mendapat insentif dan sertifikat pembimbing kegiatan,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Jumeri menekankan, agar program ini dapat dimanfaatkan sebagai momen saling berbagi pengalaman, bukan hanya satu arah dari sekolah ke mahasiswa, tetapi juga dari mahasiswa ke sekolah, bahkan ke komunitas orang tua, atau komunitas KKG.

“Kata kunci yang harus tercipta adalah “kolaborasi”. Kolaborasi antara guru dan mahasiswa untuk menciptakan inovasi-inovasi pembelajaran, supaya adik-adik SD, terutama di daerah 3T bisa terbantu belajarnya selama masa pandemi ini,” kata Jumeri.

BACA JUGA: Jangan Coba-coba Sebut Susi Pudjiastuti Kadrun atau Cebong, Entar Diblokir

Jumeri meminta, kepala dinas agar dapat menerima mahasiswa di satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya, dengan memberikan bimbingan dan bantuan supaya mereka lancar menjalankan misinya.

Untuk itu, ia berharap agar kehadiran para mahasiswa dapat dioptimalkan sebaik mungkin kebermanfaatannya, supaya para mahasiswa ini dapat menjadi partner diskusi, brainstorming, problem solving dan motivator bagi para guru maupun siswa.

“Kedatangan mahasiswa menjadi energi besar bagi anak-anak kami di SD untuk memotivasi mereka, membangkitkan semangat dalam mencapai cita-cita yang lebih tinggi. Percayalah, adik-adik mahasiswa, Anda ditunggu di lapangan. Kiprah, dedikasi, dan kemampuan Anda ditunggu anak-anak kita yang ada di lapangan,” pungkasnya.

BACA JUGA: Meski Lagi Disidik Kejagung, Konfederasi Buruh Minta BPJS Naker Tetap Berikan Layanan Prima

Dapat disampikan, para mahasiswa dapat mendaftarkan dirinya secara daring melalui laman ringkas.kemdikbud.go.if/KampusMengajar2021.

Mahasiswa yang dapat mengikuti program ini mulai dari mahasiswa semester lima dan seterusnya. Setelah pendaftaran mahasiswa akan diseleksi. Hasil seleksi akan diumumkan pada pertengahan Maret 2021.

Dari pertengahan Maret hingga 21 Maret 2021, mahasiswa terpilih akan mendapatkan pembekalan. Agar nantinya siap menjalankan tugas mulai dari 22 Maret 2021 hingga 25 Juni 2021. (der/fin)

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer