News . 01/02/2021, 10:35 WIB
JAKARTA - Masalah kelangkaan pupuk akan menjadi PR berat bagi pemerintah pada tahun ini. Sebab persoalan mendasar adalah penerima pupuk bersubsidi belum secara menyeluruh, karena tidak semuanya petani bergabung dalam kelompok tani yang harus mengunggah e-RDKK untuk emndapatkan pupuk bersubsidi di Kementerian Pertanian (Kementan).
"Hal tersebut mesti diwapadai. Karena database petani dalam kelompok ini yang harus mengunggah e-RDKK ke sistem pupuk bersubsidi ke Kementan,'' ujar Wakil Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), Bustanul Arifin, kemarin (31/1).
Data dari PT Pupuk Indonesia Holding, sekitar 42 persen petani Indonesia tidak menjadi anggota kelompok tani dan/atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Nah, hal ini akan menyulitkan verifikasi kebutuhan dan alokasi subsidi pupuk.
"Isu akurasi e-RDKK dan akses Kartu Tani merupakan PR yang harus diselesaikan dalam implementasi subsidi pupuk pada 2021,'' ucapnya.
Ia memperkirakan, tahun 2021 akan terjadi kelangkaan pupuk yang cukup besar. Pasalnya, kemampuan APBN hanya mampu memenuhi sekitar 9 juta ton ditambah 1,5 juta liter pupuk organik cair.
"Kelangkaan pupuk pada 2021 kembali masih cukup besar. Karena perbedaan kebutuhan dengan kemampuan keuangan negara,'' katanya.
Terpisah, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, dengan alokasi pupuk bersubsidi ditambah menjadi 9 juta ton dan 1,5 juta liter pupuk organik, maka akan banyak petani yang memperoleh pupuk bersubsidi. Diketahui, pada 2020 alokasi pupuk bersubsidi hanya 8,9 juta ton.
"Semoga banyak petani yang bisa memperoleh pupuk bersubsidi. Penerima pupuk bersubsidi tentunya yang sudah tercatat di e-RDK sesuai pengajuan yang diterima Kementan dari usulan pemerintah daerah,'' ucap Mentan Syahrul.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Sarwo Edhy menambahkan, beradasarkan e-RDKK yang diatur Kelompok Tani, petani penerima pupuk bersubsidi adalah petani yang melakukan usaha tani sub sektor tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, dan peternakan dengan lahan paling luas 2 hektare. Petani juga melakukan usaha tani sub sektor tanaman pangan pada perluasan areal tanam baru.
"Implementasi distribusi pupuk bersubsidi menggunakan Kartu Tani akan dilakukan secara bertahap. Namun untuk saat ini, belum semua daerah kita terapkan distribusi pupuk menggunakan Kartu Tani. Kita akan lakukan bertahap hingga Kartu Tani tersebar ke seluruh Indonesia sesuai dengan data penerima pupuk subsidi," ujarnya.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id