Orang Tua Kunci Sukses PJJ

Beranda Pendidikan Orang Tua Kunci Sukses PJJ

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menilai, dalam masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), orang tua memiliki peran besar dalam mendampingi anaknya belajar dari rumah. Dengan begitu, peran orang tua menjadi kunci kesuksesan pembelajaran daring tersebut.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, dukungan orang tua kepada anaknya selama proses PJJ membuat anak lebih berhasil dalam melakukan pembelajaran.

“Dukung secara emosional kepada anak selama PJJ sudah sangat membantu. Didampingi juga penggunaan gadget-nya terkontrol,” kata Nadiem, dalam diskusi daring, Jumat (22/1).

Nadiem mengakui, bahwa untuk mengatur orang tua untuk dapat membantu anaknya selama PJJ sangat sulit. Sebab, orang tua siswa tidak berada di bawah naungan Kemendikbud. Oleh karena itu, peran guru dalam memberi pengertian kepada orang tua menjadi penting.

“Anak akan menjadi lebih mudah menerima pelajaran jika di rumah didukung oleh orang tuanya. Untuk itu, guru harus bisa menjelaskan kepada orang tua bahwa pendampingan mereka memiliki dampak yang luar biasa di masa PJJ ini,” terangnya.

Selain itu, Kemendikbud juga menganjurkan, agar para guru terus berkomunikasi dengan orang tua untuk membantu anaknya selama pelaksanaan pembelajaran di rumah. Namun dari survei yang dilakukan Kemendikbud, ternyata orang tua hanya mampu mengajarkan anaknya satu jam dalam sehari.

“Tentang frekuensi dan berapa lama orang tua mayoritas mendampingi, kebanyakan memang satu sampai dua jam dan ini merata,” kata Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Totok Suprayitno.

Totok menambahkan, jika dilihat secara frekuensi, tingkat pendampingan orang tua kepada anak ternyata juga dipengaruhi beberapa hal. Salah satu faktornya adalah tingkat pendidikan orang tua. Artinya, semakin tinggi pendidikan orang tua, semakin dominan orang tua memberikan pendampingan kepada anaknya,” ujarnya.

“Jika orang tua yang tidak lulus SD akan cenderung tidak memberikan pendampingan. Kecendrungan memberikan pendampingan meningkat seiring tingginya jenjang pendidikan yang dimiliki orang tua,” pungkasnya. (der/fin)

Baca Juga

Berita Terbaru