Stabilkan Harga Daging, Impor Sapi Dibuka

Beranda Ekonomi Stabilkan Harga Daging, Impor Sapi Dibuka

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya menstabilkan harga daging sapi yang melambung tinggi belakangan ini. Solusi yang dilakukan adalah membuka keran impor.

Impor dibuka, hasil kesepakatan rapat koordinasi antara Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag dengan Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI), pada Selasa (19/1).

Sapi impor akan didatangkan dari Meksiko dan Australia. Kegiatan impor itu diharapkan dapat menjaga stok daging sapi di tingkat pedagang dan pengecer.

BACA JUGA: BNPB Sudah Ingatkan Potensi Gempa Besar di Sulbar Sejak 2019, Tapi…

“Dalam stabilisasi harga dan kecukupan ketersediaan sapi siap potong, pemerintah dalam waktu dekat melalui Kementerian Perdagangan akan melakukan pemberian izin kepada para importir untuk melakukan impor sapi dari negara Meksiko dan sapi Slaugther dari Australia,” ujar Ketua APDI, Asnawi dalam keterangannya, kemarin (20/1).

Kata dia, berdasarkan temuan Kemendag kenaikan daging sapi yang terjadi saat ini bersifat anomali, tertinggi mencapai Rp130 ribu per kg di tingkat pengecer dan pedagang.

Kenaikan harga yang terbilang tinggi itu tentu saja membuat pedagang daging kesulitan untuk menjual dagangannya dan untung yang diterima sangat minim. Pemerintah pun tidak bisa memaksa pedagang untuk berjualan kembali.

BACA JUGA: Kumpulkan Data Korban Gempa Sulawesi Barat, Kemensos Bakal Beri Santunan Rp15 Juta

“Ditjen Perdagangan Dalam Negeri tidak bisa memaksakan pedagang mesti harus berdagang walau harus menanggung kerugian, dan juga tidak mempersalahkan jika pedagang daging sapi tidak berdagang karena itu pilihan,” katanya.

Terpisah, Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) Johny Liano mengatakan, harga pokok pembelian daging sapi di tingkat global saat ini memang sudah tinggi.

“Harga global itu tinggi. Jadi harga pokok pembelian sapi sendiri sudah tinggi. Sehingga harusnya di dalam negeri ikut melakukan penyesuaian,” ujar Johny.

BACA JUGA: Kumpulkan Data Korban Gempa Sulawesi Barat, Kemensos Bakal Beri Santunan Rp15 Juta

Saat ini, Menurutnya, sejumlah komoditas pangan di Indonesia masih bergantung pada pasokan dari negara lain. Sehingga itu berdampak terhadap ketersediaan dan harga di tingkat domestik.

“Solusinya adalah bagaimana jangka panjangnya tumpuan kita di dalam negeri cepat ditingkatkan,” ucapnya.

Seperti diketahui, saat ini para pedagang daging melakukan mogok selama tiga hari. Terhitung mulai Rabu (20/1) hingga Jumat (22/1/2021). Pedagang yang mogok jualan berada di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek). (din/fin)

Baca Juga

Berita Terbaru