Puluhan Tenaga Kesehatan di Cimahi Gagal Disuntik Vaksin Covid-19

Beranda Nusantara Puluhan Tenaga Kesehatan di Cimahi Gagal Disuntik Vaksin Covid-19

CIMAHI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mencatat, sudah sekitar 400 tenaga kesehatan di Kota Cimahi yang sudah disuntikan vaksin Corona Virus Disease (Covid-19) produksi Sinovac.

Jumlah itu terdata dari dua hari pelaksanaan vaksin, yakni 14-15 Januari 2021 di fasilitas kesehatan yang sudah disiapkan Dinkes Kota Cimahi.

“Pelaksanaan vaksinasi untuk tenaga kesehatan sampai hari kedua sudah 400,” terang Kepala Dinkes Kota Cimahi, drg. Pratiwi saat dihubungi, Minggu (17/1).

BACA JUGA: Sebut Ramalan Mbak You Soal Jokowi Mirip Prediksi Togel, Arief Poyuono: Yang Permasalahin IQ Jongkok

Sementara dari yang sudah terdaftar, tercatat ada 65 tenaga kesehatan yang gagal disuntikan vaksin pada gelombang pertama ini. Penyebabnya, ada yang komorbid atau memiliki penyakit bawaan maupun gagal regitrasi.

“Yang tidak jadi divaksin 65.  Kebanyakan komorbid jadi mereka batal vaksin,” ungkap Pratiwi seperti dikutip dari Jabar Ekspres (Fajar Indonesia Network Grup) .

Kota Cimahi sendiri mendapatkan jatah 3.880 dosis vaksin untuk dua kali penyuntikan terhadap 1.940 tenaga kesehatan. Masih banyak tenaga kesehatan yang belum disuntikan vaksin ini.

BACA JUGA: Infografis: Statistik Covid-19 di Indonesia Minggu, 17 Janauari 2021

Tenaga kesehatan yang mendapat jatah vaksin ini melalui sistem yang berlaku se-Indonesia, sehingga menurut Pratiwi lumayan memperlambat dalam proses registrasi. Pihaknya berencana akan mengalihaknnya secara manual.

“Registrasi ulang tidak mudah, nakes harus bolak-balik. Kalau by system ini agak lambat, target selesai manual bisa secepatnya. Kalah target selesai (vaksinasi) sebetulnya seminggu,” sebutnya.

Untuk proses vaksinasi Covid-19 ini, Dinkes Kota Cimahi menyiapkan 122 vaksinator yang berada di 21 fasilitas kesehatan. Setiap fasilitas kesehatan memiliki kemampuan menyuntikan vaksin rata-rata 45-60 dalam sehari.

BACA JUGA: Tim SAR TNI AL Temukan Dompet dan Gawai Penumpang SJ 182 Atas Nama Rion Yogatama

Sebab berdasarkan simulasi dan penyuntikan vaksin selama dua hari pertama, setidaknya untuk satu orang dibutuhkan waktu sekitar 30 menit. Ada empat tahapan yang harus dilalui.

Mulai dari meja pertama untuk registrasi ulang, kemudian meja kedua proses screening atau pemeriksaan kesehatan, meja ketiga proses penyuntikan vaksin dan meja keempat proses pemberian kartu vaksin.

BACA JUGA: Bank BTN Ulurkan Bantuan Untuk Korban Bencana di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan

Pelaksana Tugas Wali Kota Cimahi, Ngatiyana memberikan pesan kepada masyarakat yang pada saatnya nanti akan diberikan vaksin Covid-19. Ia meminta masyarakat yakin bahwa vaksin produksi Sinovac ini aman.

Dirinya menegaskan, vaksin ini aman karena sudah melalui uji klinis dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kepada seluruh masyarakat apabila sudah mendapatkan giliran vaksin tidak pelru takut ragu. Ini sudah melalui uji lab yang panjang dan sudah berdasarkan pengetesan dari BPOM dan dinyatakan halal oleh MUI,” jelas Ngatiyana. (mg3/ziz)

Baca Juga

Berita Terbaru