Lakukan Penyekatan, Wisatawan Tes Swab

Beranda Nusantara Lakukan Penyekatan, Wisatawan Tes Swab

CIREBON- Ada tiga kegiatan prioritas yang dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon pada hari kedua pemberlakukan PPKM, kemarin. Salah satunya adalah pembuatan dan pengoperasian posko cek poin di enam titik. Selanjutnya, ada penyekatan ruas jalan yang akan dilaksanakan di tujuh titik.

“Ada beberapa kegiatan yang kita laksanakan pada hari kedua pemberlakuan PPKM. Salah satunya adalah dengan melakukan penyekatan dan pemeriksaan di posko cek poin,” ujar Kabid Tibum Tranmas Satpol PP Kabupaten Cirebon Dadang Priyono saat dihubungi, kemarin.

BACA JUGA: PB IDI: 1,2 Juta Tenaga Kesehatan Jadi Sasaran Vaksin Covid-19 Tahap Pertama

Dikatakan, pos cek poin disiagakan mulai dari Depan Ramayana, Patung Kuda Dukupuntang, Pospol Losari, depan Jasa Marga Ciperna, Jl Tuparev, dan Gunung Jati.Sementara untuk penyekatan akan dilakukan di Jl Dewi Sartika Sumber, Jl Sultan Hasanudin Sumber, Jl Fatahilah arah Weru depan Pasar Sumber, Terusan Trusmi Plered, dan Pasar Minggu Palimanan arah Kramat.“Penyekatan mulai dari pukul 4 sore sampai 8 malam. Ini diberlakukan sampai PPKM selesai,” jelasnya seperti dikutip dari Radar Cirebon (Fajar Indonesia Network Grup).

BACA JUGA: Presiden Disuntik Vaksin, Ngabalin: Terima Kasih ya Allah, Engkau Berikan Kami Seorang Jokowi

Selain itu, untuk mengoptimalkan hasil selama PPKM, Dadang mengatakan pihaknya akan melakukan patroli khusus mobile yang akan bergerak ke titik-titik rawan terjadinya kerumunan orang.“Tim mobile ini akan bergerak memastikan masyarakat mematuhi dan mengikuti surat edaran dan instruksi bupati untuk mencegah dan  memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

BACA JUGA: Imbauan, Harapan dan Doa Raffi Ahmad Usai Divaksin Covid-19

Sementara itu, puluhan wisatawan atau pengunjung lokasi wisata religi Gunung Jati menjalani tes swab kemarin. Total ada 26 sampel yang diperiksa. Kadinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni menyebut tes tersebut bukan swab test antigen melainkan swab test RT-PCR yang hasilnya baru bisa diketahui dalam beberapa hari ke depan.

Menurutnya, situs wisata religi Gunung Jati setiap hari dikunjungi oleh banyak orang sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. “Ada 26 sampel yang kita periksa. Sampelnya beragam, dari mulai kuncen dan pengunjung. Target awalnya sekitar 250 sampel,” ujarnya.

BACA JUGA: Jokowi Instruksikan Pencarian Korban dan Kotak Hitam Sriwijaya Air SJ 182 Dipercepat

Menurut Eni, untuk pengunjung yang berasal dari luar kota nantinya jika sampel yang diperiksa positif maka akan diinformasikan ke dinas kesehatan tempat pengunjung tersebut tinggal untuk dilakukan langkah-langkah pencegahan. “Kita catat identitasnya sesuai KTP, nanti hasilnya kita forward ke dinas kesehatan asalnya,” jelas Eni.

BACA JUGA: Infografis: Statistik Covid-19 di Indonesia Rabu, 13 Januari 2021

Untuk sampel, sambung Eni, pihaknya mengambil secara acak anggota rombongan yang datang. Masing-masing rombongan diambil sampel satu sampai dua orang untuk diperiksa. “Ada beberapa yang menolak, tapi kita beri pengertian. Tes ini penting sebagai upaya pencegahan sekaligus pelaksanaan pengetatan kegiatan masyarakat dalam masa PPKM,” jelasnya.

BACA JUGA: Jokowi Singgung Keuntungan Subsidi Pupuk, Susi Pudjiastuti: Karena Selalu Disalahgunakan, Please Stop

Kadinkes menyebut tidak hanya objek wisata religi di Gunung Jati yang akan dilakukan pengetatan, lokasi-lokas lainnya dan juga sektor lainnya akan diperketat selama pelaksanaan PPKM sampai dengan tanggal 25 Januari 2021. “Kami minta kerjasamanya dari masyarakat, pelaku usaha, pengelolah tempat wisata, tempat hiburan untuk bersama-sama mendukung program pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Cirebon,” pinta Eni.

Sementara itu, terkait status Kabupaten Cirebon, Eni mengatakan berdarkan hasil evaluasi Pemprov Jawa Barat, status Kabupaten Cirebon sudah keluar dari zona merah.  Saat ini berada di level oranye. “Tapi walaupun sudah tidak zona merah lagi, kita tetap melaksanakan PPKM sampai dengan tanggal 25 Januari mendatang,” tandasnya. (dri)

Baca Juga

Rekomendasi Lainnya

Disebut Gorilla oleh Pendukung Jokowi, Natalius Pigai: Negara Memelihara Rasisme

JAKARTA- Tokoh Papua, Natalius Pigai angkat bicara terkait ucapan rasis yang dilontarkan oleh Ketua Relawan Pro Jokowi Amin (Projamin), Ambroncius Nababan di akun Facebook.Pigai...

BPBD DKI: 7 RT dan 15 Titik Jalan Tergenang Air Akibat Curah Hujan Tinggi

JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan sebanyak tujuh Rukun Tetangga (RT) dan 15 titik jalan tergenang akibat curah hujan tinggi...

Budiman Sudjatmiko Jadi Komisaris PTPN, Muannas: yang Tidak Pas Itu Kalau Erick Thohir Tunjuk Haikal Hassan

JAKARTA- Politikus PSI Muannas Alaidid mengatakan, saat ini ada kelompok yang protes mendengar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk politikus PDI-P...

Ferdinand Ikut Kecam Ucapan Rasis Ambroncius Nababan ke Natalius Pigai, Tapi Ogah Kaitkan dengan Jokowi

JAKARTA- Eks Politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean ikut mengecam dugaan rasis yang dilontarkan oleh Ketua Relawan Pro Jokowi Amin (Projamin), Ambroncius Nababan terhadap tokoh Papua...

Baca Juga

Berita Terbaru

Foto-Foto

News