Kasus Bansos Covid-19, KPK Geledah Kediaman Dirjen Linjamsos

Beranda Hukum dan Kriminal Kasus Bansos Covid-19, KPK Geledah Kediaman Dirjen Linjamsos

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Pepen Nazaruddin di Kota bekasi, Jawa Barat.

“Penyidik kembali melakukan penggeledahan rumah di Prima Harapan Regency B4, No. 18, Bekasi Utara, Kota Bekasi,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (13/1).

Penggeledahan itu berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek yang telah menjerat eks Mensos Juliari P. Batubara sebagai tersangka.

BACA JUGA: Kasus Suap Bansos Covid-19, KPK Geledah Dua Rumah di Jakarta dan Bekasi

Diketahui, Pepen hari ini menjalani pemeriksaan di KPK.

Dia diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Ardian Iskandar Maddanatja, pemilik PT Tigapilar Agro Utama. Ardian merupakan penyuap eks Mensos Juliari.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan lima tersangka terkait dugaan suap bansos untuk wilayah Jabodetabek 2020.

Para tersangka antara lain Menteri Sosial Juliari P Batubara serta dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso yang diduga sebagai pihak penerima suap.

Selain ketiganya, KPK menetapkan dua pihak swasta yakni Ardian IM dan Harry Sidabuke yang diduga sebagai pemberi suap.

Juliari diduga menerima fee sebesar Rp10 ribu perpaket sembako dari nilai Rp300 ribu. Ia diduga menerima total suap senilai Rp17 miliar.

Kasus ini terungkap melalui operasi tangkap tangan pada 5 Desember 2020 dini hari di beberapa tempat di Jakarta.

BACA JUGA: Kasus Bansos, KPK Sita Alat Komunikasi dan Dokumen dari Rumah Ortu Kader PDIP

Tim penindakan KPK mengamankan uang dengan jumlah sekitar Rp14,5 miliar dalam berbagai pecahan mata uang yaitu sekitar Rp11, 9 miliar, sekitar 171,085 dolar AS (setara Rp2,420 miliar) dan sekitar 23.000 dolar Singapura (setara Rp243 juta).

Atas perbuatannya, Juliari disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Adi dan Matheus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Ardian dan Harry disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor. (riz/fin)

Baca Juga

Rekomendasi Lainnya

Kasus Covid-19 Nasional Masih Meningkat, Epidemiolog Minta Pemerintah Evaluasi PPKM

JAKARTA - Epidemiolog dari Universitas Andalas (Unand) Defriman Djafri mengatakan pemerintah harus mengevaluasi kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan.Sebab, selama sepekan belaku...

PT KAI Bakal Gunakan GeNose C19 untuk Screening Penumpang

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mendukung penggunaan alat Gajah Mada Electric Nose Covid-19 atau GeNose C19 di layanan KAI untuk screening virus corona...

Disebut Gorilla oleh Pendukung Jokowi, Natalius Pigai: Negara Memelihara Rasisme

JAKARTA- Tokoh Papua, Natalius Pigai angkat bicara terkait ucapan rasis yang dilontarkan oleh Ketua Relawan Pro Jokowi Amin (Projamin), Ambroncius Nababan di akun Facebook.Pigai...

BPBD DKI: 7 RT dan 15 Titik Jalan Tergenang Air Akibat Curah Hujan Tinggi

JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan sebanyak tujuh Rukun Tetangga (RT) dan 15 titik jalan tergenang akibat curah hujan tinggi...

Baca Juga

Berita Terbaru

Foto-Foto

News