Arief Budiman: Saya Tidak Pernah Lakukan Pelanggaran

Beranda Politik Arief Budiman: Saya Tidak Pernah Lakukan Pelanggaran

JAKARTA – Ketua KPU Arief Budiman menegaskan dirinya tidak pernah melakukan pelanggaran dan kejahatan yang mencederai integritas pemilu.

“Saya tidak pernah melakukan pelanggaran dan kejahatan yang mencederai integritas pemilu,” kata Arief Budiman di Jakarta, Rabu (13/1).

Hal itu ia sampaikan menanggapi keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang memberhentikan Arief Budiman dari jabatan Ketua KPU.

Ia pun mengaku hingga kini belum menerima salinan resmi dari DKPP atas putusan itu.

Ia mengaku bakal mempelajari putusan tersebut guna menentukan sikap atas pemberhentiannya.

“Nah kita tunggu, kita pelajari barulah nanti bersikap kita mau ngapain,” katanya.

Diketahui, DKPP menjatuhkan sanksi terhadap Arief Budiman, yakni pemberhentian dari jabatan Ketua KPU.

Arief Budiman dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu karena mendampingi atau menemani Evi Novida Ginting Manik yang telah diberhentikan DKPP pada 18 Maret 2020 untuk mendaftarkan gugatan ke PTUN Jakarta.

Tindakan Arief Budiman menerbitkan Surat KPU Nomor 663/SDM.13-SD/05/KPU/VIII/2020 dengan menambah klausul yang meminta Evi Novida Ginting Manik aktif melaksanakan tugas sebagai anggota KPU Periode 2017-2022 merupakan tindakan penyalahgunaan wewenang dalam kedudukan sebagai Ketua KPU.

Yang sepatutnya menurut pertimbangan putusan Majelis DKPP Ketua KPU harus memastikan seluruh kerangka hukum dan etika dalam setiap tindakannya.

Selanjutnya, Arief menurut Majelis DKPP juga terbukti tidak mampu menempatkan diri pada waktu dan tempat di ruang publik karena dalam setiap kegiatan Arief di ruang publik melekat jabatan sebagai ketua KPU.

Arief juga terbukti menyalahgunakan wewenang sebagai Ketua KPU mengaktifkan kembali Evi Novida Ginting Manik dan bertindak sepihak menerbitkan surat 663/SDM.13-SD/05/KPU/VIII/2020.

DKPP berpendapat Arief tidak lagi memenuhi syarat untuk menyandang jabatan Ketua KPU.

Anggota KPU Evi Novida Ginting Manik menilai hukuman yang dijatuhkan DKPP berlebihan, karena Ketua KPU RI Arief Budiman melaksanakan proses pengaktifan Evi kembali sebagai Anggota KPU bukan dalam bentuk tindakan pribadi tetapi keputusan secara kelembagaan

Dan, tindakan yang diambil lembaga KPU pun juga didasarkan dari SK Presiden Jokowi yang membatalkan SK sebelumnya soal pemberhentian Evi.

“Berlebihan menurut saya hukuman ini diberikan kepada pak Ketua KPU. Apalagi surat yang beliau keluarkan untuk menyampaikan SK Presiden tentang pembatalan SK pemberhentian saya tersebut,” kata Evi Novida Ginting Manik. (riz/fin)

Baca Juga

Rekomendasi Lainnya

Budiman Sudjatmiko Jadi Komisaris PTPN, Muannas: yang Tidak Pas Itu Kalau Erick Thohir Tunjuk Haikal Hassan

JAKARTA- Politikus PSI Muannas Alaidid mengatakan, saat ini ada kelompok yang protes mendengar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk politikus PDI-P...

Ferdinand Ikut Kecam Ucapan Rasis Ambroncius Nababan ke Natalius Pigai, Tapi Ogah Kaitkan dengan Jokowi

JAKARTA- Eks Politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean ikut mengecam dugaan rasis yang dilontarkan oleh Ketua Relawan Pro Jokowi Amin (Projamin), Ambroncius Nababan terhadap tokoh Papua...

UFC 257, McGregor Tumbang Dipukul Dustin Poirier di Ronde ke-2

JAKARTA- Duel Dustin Poirier lawan Conor McGregor di UFC 257 berlangsung sengit di Etihad Arena, Minggu (24/1), pukul 12.30 WIBMcGregor tampil lebih agresif di...

Tahun 2021, LPDB-KUMKM Juga Fokus Kembangkan Koperasi Syariah

JAKARTA - Di samping fokus memberikan pendampingan kepada koperasi potensial, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) juga fokus akan...

Baca Juga

Berita Terbaru

Foto-Foto

News