Dorong Ekonomi Kerakyatan, PLN dan Pemkab Ende Kembangkan Penggunaan Biomassa

Beranda Ragam Dorong Ekonomi Kerakyatan, PLN dan Pemkab Ende Kembangkan Penggunaan Biomassa

ENDE – Melalui pilar Green dalam transformasinya, PLN terus berupaya meningkatkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT). Komitmen ini kembali tercermin melalui peluncuran program Teknologi Olah Sampah di Sumbernya (TOSS) Ende dalam uji reliability run cofiring pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ropa yang terletak di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) (9/1).

Program ini merupakan sinergitas antara PLN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ende, Perusahaan Startup Comestoarra.com dan Organisasi Nirlaba Anak Cinta Lingkungan (ACIL).

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PLN juga telah menyalurkan bantuan berupa peralatan dan capacity building yang dibutuhkan, guna mewujudkan implementasi program TOSS di Desa Keliwumbu dan Desa Ranu Kolo, Kabupaten Ende yang berada di sekitaran PLTU Ropa.

“Program ini mendukung kontribusi energi terbarukan pada bauran energi nasional. Selain itu, pengembangan biomassa juga akan mendukung sistem ekonomi kerakyatan dengan memberdayakan masyarakat sebagai salah satu pelaku utama rantai pasok biomassa dengan mengedepankan semangat gotong royong,” terang Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana.

Menurutnya, cofiring PLTU dengan bahan bakar biomassa adalah upaya alternatif dalam mengurangi pemakaian batu bara, dengan tetap memperhatikan kualitas bahan bakar sesuai kebutuhan.

“TOSS Ende merupakan solusi pengelolaan dan pengolahan sampah di Kabupaten Ende yang mampu dimanfaatkan sebagai bahan baku energi kerakyatan,” tutur Bupati Ende, Djafar H. Achmad.

Dirinya menambahkan, segenap jajaran Pemkab Ende mendukung penuh program cofiring yang seluruh materialnya berasal dari sampah biomassa yang diolah melalui TOSS.

Bertajuk ‘Dari Ende Flores untuk Indonesia’, cofiring di Kabupaten Ende diharapkan dapat menjadi percontohan dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca, serta energi kerakyatan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Uji reliability run cofiring pada salah satu unit PLTU Ropa ini akan berjalan selama 3×24 jam (9-11 januari 2021) dengan memanfaatkan pelet TOSS sebanyak 5 Ton per hari yang berasal dari sampah biomassa hasil produksi masyarakat Kabupaten Ende,” terang Direktur Mega Proyek PLN, Ikhsan Asaad.

Ikhsan menambahkan, kegiatan ini juga merupakan implementasi pilar Green dalam transformasi PLN dalam penggunaan energi baru dan terbarukan.(lan/rls/fin)

Baca Juga

Rekomendasi Lainnya

KPK Konfirmasi Edhy Prabowo Soal Pengelolaan Uang dari Eksportir Benih Lobster

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo perihal pengelolaan sejumlah uang yang diduga berasal dari para eksportir...

Cabuli 13 Bocah Laki-laki, Oknum Marbot Masjid akan Dikebiri Kimia

CIRBON - Korban pencabulan yang dilakukan oknum marbot masjid di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, ternyata bertambah. Sebelumnya lima orang. Setelah pendalaman oleh kepolisian, menjadi...

Bicara Baik-baik Masalah Warisan dengan Teddy, Rizky Febian: Yang Penting Mama Tenang

JAKARTA - Konflik harta warisan mendiang Lina Jubaedah yang melibatkan suaminya Teddy Pardiyana dengan anak-anak Sule yakni Rizky Febian dan Putri Delina masih menyita...

Selain Nakes, ASN Pelayan Publik Jadi Prioritas Vaksinasi

MAGELANG SELATAN - Vaksinasi Covid-19 perdana di Kota Magelang akan dimulai Februari mendatang. Setelah memprioritaskan tenaga kesehatan (nakes), rencananya Pemkot Magelang menambah klasifikasi baru...

Baca Juga

Berita Terbaru

Foto-Foto

News