News

Persiapkan Prokes di Sekolah Harus Matang

fin.co.id - 2020-12-04 03:00:36 WIB

Pesawat milik maskapai Citilink terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Ruang di Bandara Sam Ratuangi, Manado, Sulawesi Utara

INDIHIANG – Proses belajar tatap muka akan diberlakukan di Tahun 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan. Satgas Penanganan Covid-19 diminta memperhatikan teknis pulang pergi siswa dari rumah ke sekolah.Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Ahmad Junaedi Shakan mengatakan diperbolehkannya belajar tatap muka merupakan angin segar bagi dunia pendidikan. Karena bagaimana pun belajar daring tidak efektif untuk pendidikan anak. “Alhamdulillah anak bisa belajar lagi di sekolah,” ungkapnya kepada Radar, Rabu (2/12).Namun perlu diingat bahwa wabah Covid-19 ini masih menjadi ancaman. Protokol kesehatan harus disiapkan mencegah adanya penularan di lingkungan sekolah. “Kita tidak ingin juga jika sampai ada klaster sekolah,” tuturnya seperti dikutip dari Radar Tasikmalaya (Fajar Indonesia Network Grup).Tetapi sejauh ini, pihaknya belum mendapat koordinasi dari Dinas Pendidikan untuk teknis lebih detail. Rencananya, komisi IV akan mengundang pihak terkait guna menanyakan sejauh mana persiapannya. “Kita juga perlu tahu persiapannya sudah sejauh mana,” ujarnya.Selain protokol kesehatan di lingkungan sekolah, kata Jun, mobilitas siswa dari rumah pun harus diperhatikan. Sehingga masalah ini wajib dirumuskan secara matang. “Apa difasilitasi pemerintah atau oleh keluarga masing-masing,” terangnya.Anggota komisi IV lainnya, Enan Suherlan juga mengemukakan hal serupa. Menurutnya, dengan adanya fenomena pasien tanpa gejala membuat pencegahan harus maksimal. “Siapa tahu anak tertular dalam perjalanan dari rumah ke sekolah,” ujarnya.Menurut Enan, budaya orang tua melakukan antar jemput anak harus diterapkan dalam kondisi ini. Bukan hanya untuk siswa SD, namun berlaku untuk SMP dan SMA atau sederajatnya.“Karena kalau harus difasilitasi pemerintah semuanya, sulit diterapkan karena kemampuan yang terbatas,” ujarnya.Di samping itu, dia berharap wacana vaksinasi di 2021 pun bisa benar-benar terealisasi. Supaya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan aktivitas di sektor lainnya berjalan dengan normal. “Mudah-mudahan rencana itu benar-benar terlaksana,” pungkasnya. (rga)

Admin
Penulis