11 Provinsi Capai Standar WHO

Beranda Covid-19 11 Provinsi Capai Standar WHO

JAKARTA – Sebanyak 11 provinsi di Indonesia telah mencapai target pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction) yang sesuai dengan standar WHO (World Health Organization). Yakni seribu pemeriksaan per pekan.

“Ini datanya per 28 November 2020. Jadi kita melihat ini dalam satu minggu terakhir,” kata Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19, Dewi Nur Aisyah di Graha BNPB Jakarta, Rabu (2/12).

Ia mengatakan dalam satu pekan terakhir, ada 11 provinsi yang jumlah pemeriksaan PCR-nya sesuai dengan target yang ditetapkan WHO. Yaitu di atas seribu pemeriksaan per pekan.

BACA JUGA: Polda Persilakan Habib Rizieq Minta Maaf, Tapi Kasus Kerumunan Massa Tetap Lanjut

DKI Jakarta, lanjutnya, sudah mencapai 7.100 pemeriksaan dalam sepekan. Angka ini tujuh kali lipat lebih banyak dibandingkan standar WHO.

Selain DKI Jakarta, 10 provinsi lain yang telah mencapai target antara lain adalah Kalimantan Timur (Kaltim), Riau, Papua Barat, Sumatera Barat (Sumbar), Papua, Sulawesi Utara (Sulut), Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kemudian, selain 11 provinsi yang hasil pemeriksaannya mencapai target WHO, Satgas juga mencatat 13 provinsi lain yang mencatatkan hasil pemeriksaan PCR lebih dari 50 persen.

BACA JUGA: Anies Positif Corona, Komisaris Pelni Ajak Warga Jakarta Bersyukur

Ke-13 provinsi itu adalah Maluku Utara (Malut), Banten, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Barat (Kalbar), (Jawa Timur (Jatim), Jawa Barat (Jabar), Maluku, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Utara (Sulut), Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kepauan Riau (Kepri), Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kalimantan Utara (Kalut).

Namun ada juga 10 provinsi yang hasil pemeriksaannya kurang dari 50 persen. Antara lain adalah Jambi, Gorontalo, Lampung, Bengkulu, Aceh, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sulawesi Barat (Sulbar), Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Tengah (Sulteng).

Dewi menyebut kunci dari pengendalian Covid-19 adalah protokol kesehatan. Masyarakat, lanjutnya, wajib menerapkan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) dalam aktivitas sehar-hari. “Faktanya sampai saat ini Covid-19 masih ada. Karena itu, patuhi dan laksanakan protokol kesehatan secara konsisten,” tandasnya. (rh/fin)

Baca Juga

Rekomendasi Lainnya

Andre Rosiade ‘Semprot’ Denny Siregar: Ga Usah Banyak Bacot, Buktikan Prestasi Lu Buat Negara Apa?

JAKARTA- Politikus Partai Gerindra, Andre Rosiade meminta pegiat media sosial, Denny Siregar agar tidak membuat sindiran kepada masyarakat Padang Sumatera Barat. Andre bilang, Denny...

Ketua Satgas Positif, Hindari Makan Bersama

JAKARTA - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo terkonfirmasi positif COVID-19. Kepala BNPB tersebut mengumumkan sendiri perihal tersebut. Doni mengaku...

Pemerintah Batasi Penggunaan Listrik Gratis

JAKARTA - Pemerintah akan membatasi penggunaan listrik pelanggan subsidi 450 VA dan 900 VA yang mendapat stimulus diskon tarif 100 persen alias gratis dan...

Doni Terpapar saat Makan Bersama

JAKARTA — Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meyakini dirinya terpapar Covid-19 saat makan. Sehingga terpaksa harus melepas masker. Dia menyerukan kepada masyarakat...

Baca Juga

Berita Terbaru

Foto-Foto

News