Bocah 2 Tahun Digigit Ular, Tangannya Bengkak Hingga Terancam Amputasi

Beranda Nusantara Bocah 2 Tahun Digigit Ular, Tangannya Bengkak Hingga Terancam Amputasi

CIPATAT – Nasib nahas menimpa Nahdah, seorang balita asal Kampung Singapura, RT 01/13, Desa Sumur Bandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) karena tangannya membengkak parah usai digigit ular jenis bunga brahma.

Kini balita berusia 2 tahun itu harus meringkuk di ruang perawatan RSUD Cibabat, Kota Cimahi dan masih mendapatkan penanganan intensif karena keterlambatan penanganan.

“Kejadiannya saat magrib kebetulan saya mau salat. Ibunya angkat jemuran di luar, tiba-tiba anak saya yang lagi main dekat pagar teriak,” tutur ayah korban Asep Saepulloh (43), saat ditemui di RSUD Cibabat, Senin (30/11).

Awalnya Asep mengira anaknya disengat lebah. Namun saat dilihat, tangan anaknya baru saja digigit ular karena di bagian jari tengah lengan kirinya ada luka bekas gigitan ular dan mengeluarkan darah.

BACA JUGA: Bea Cukai Musnahkan Jutaan Rokok dan Miras Ilegal di Sulawesi

“Saya juga baru pertama melihat ularnya, warna hijau. Kata warga di sini jenis bunga brahma. Waktu itu tangan anak saya memang berdarah setelah digigit,” jelasnya seperti dikutip dari Jabar Ekspres (Fajar Indonesia Network Grup).

Ia kemudian membawa anaknya ke klinik terdekat. Namun disarankan dibawa ke rumah sakit. Sempat dibawa ke rumah sakit di KBB, namun terpaksa dibawa kembali ke klinik karena tidak memiliki biaya yang cukup.

Apalagi keluarganya belum terdaftar sebagai penerima bantuan kesehatan. Asep sempat membawa anaknya ke pawang ular. Hingga kemudian balita tersebut dibawa ke RSUD Cibabat atas bantuan komunitas reptil.

“Alhamdulillah dapat bantuan dari banyak pihak. Sekarang sedang diurus untuk biayanya karena kebetulan saya engga mampu. Kondisinya sudah membaik alhamdulillah,” katanya.

BACA JUGA: Bea Cukai di Wilayah Jawa Timur Kompak Berantas Rokok Ilegal Lewat Pengawasan dan Edukasi

Plt Direktur Utama RSUD Cibabat Reri Marliah mengatakan pasien tergigit ular itu datang ke RSUD Cibabat pada Sabtu (29/11/2020). Kini korban sudah mendapatkan terapi antibiotik dan antibisa.

“Sebetulnya telat dibawa ke rumah sakit, jadi kondisi lukanya sudah parah dengan pembengkakan dan membiru. Sekarang ditangani dokter spesialis bedah,” kata Reri.

Sampai saat ini pasien balita tersebut masih dalam proses observasi, kondisinya pun berangsur membaik. Pihaknya berharap kondisinya tetap stabil dan tidak memburuk apalagi sampai harus dilakukan tindakan operasi amputasi.

“Mudah-mudahan tidak ada efek lain dan anaknya semakin membaik hingga sembuh. Tapi memang masih sering menangis, kalau demam sudah tidak ada,” jelasnya. (mg6)

Baca Juga

Rekomendasi Lainnya

Kapolri Baru Dilantik Pekan Depan

JAKARTA - Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dipastikan akan dilantik sebagai Kapolri pekan depan. Kepastian itu karena Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengirim surat...

Ferdinand ‘Semprot’ Anies Baswedan: Ini Pemerintahan Bukan Warung Keluarga

JAKARTA- Eks Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean terus mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar terbuka terkait anggaran Formula-E yang terlanjur ditransfer namun ajang...

APBD Fokus Kesehatan dan Ekonomi

JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta agar anggaran dalam APBD dapat terealisasi untuk sektor kesehatan dan ekonomi. Tujuan utamanya, untuk menyelamatkan ekonomi di...

Petinggi GP Ansor Ini Sentil Risma: Butuh 99 Tahun Bereskan Gelandangan di Indonesia, Bayangkan!

JAKARTA- Perhatian Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini kepada gelandangan di DKI Jakarta terus dilakukan. Terbaru, Risma memberi pekerjaan kepada 15 gelandangan dan pengemis untuk...

Baca Juga

Berita Terbaru

Foto-Foto

News