Trump Perintahkan Serang Iran

Beranda Internasional Trump Perintahkan Serang Iran

JAKARTA – Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melaporkan, bahwa Amerika Serikat (AS) tengah berencana menyerang Iran sebelum Donald Trump lengser dari kursi Kepresidenan.

Dikutip dari Russia Today, jumat (27/11/2020), Instruksi tersebut diungkap oleh seorang pejabat pertahanan Israel. Ia mengatakan, pemerintah Israel telah menginstruksikan IDF untuk menyusun rencana jika Trump memerintahkan serangan preemptive ke Iran.

BACA JUGA: Belum Sepekan Menikah tapi Sudah Kerja, Netizen Puji Istri Denny Sumargo

Jurnalis Barak Ravid melaporkan kepada Axios, kemungkinan besar jika serangan tersebut akan menargetkan infrastruktur nuklir milik Teheran.

Persiapan yang diinstruksikan bukan hanya terkait operasi serangan, tetapi juga persiapan menangkal serangan balasan yang mungkin diprovokasi oleh Iran dengan menggunakan pejuang proksi di Suriah, Lebanon, dan Jalur Gaza.

BACA JUGA: Disebut Mengidap Gangguan Kesehatan, Abu Bakar Baasyir Dirawat di Rumah Sakit

Namun, laporan Ravid menyebut instruksi tersebut bukan hasil dari intelijen khusus melainkan sikap antisipatif “periode yang sangat sensitif” sebelum pelantikan Presiden AS terpilih Joe Biden pada 20 Januari 2021.

Laporan itu muncul hanya beberapa hari setelah stasiun televisi Israel, Channel 13 menyatakan, bahwa Washington dan Tel Aviv berencana meningkatkan “operasi rahasia” terhadap Teheran pada hari-hari terakhir masa jabatan Trump.

BACA JUGA: Bea Cukai dan Kementerian Koperasi dan UKM Dorong Peningkatan Ekspor Nasional

New York Times pada awal bulan ini menulis laporan yang menyebut, Trump tengah mencari opsi untuk menyerang kemampuan nuklir Iran yang dikatakan hampir pasti akan difokuskan pada fasilitas pengayaan uranium Natanz.

Iran pun siapkan balasan mematikan jika AS lancarkan serangan. Para penasihat keamanan AS telah memperingatkan Trump agar tidak melakukan manuver serangan ke Iran yang berpotensi memicu konflik regional.

Ketegangan Iran dan AS semakin meninggi di bawah pemerintahan Presiden Trump akibat sejumlah kebijakan yang dinilai berusaha mencekik Teheran. Trump membatalkan perjanjian Nuklir pada 2018 setelah sebelumnya disepakati pada 2015 di bawah pemerintahan Barack Obama. (der/fin)

Baca Juga

Rekomendasi Lainnya

KPK Diserang Isu Taliban di Tengah Penanganan Korupsi Bansos

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali diserang dengan isu Taliban dan radiklalisme di tengah hangatnya penanganan kasus korupsi bantuan sosial (Bansos) Covid-19. Wakil Ketua...

Polisi tak Tahan Ambroncius Terkait Ujaran Rasis, Muannas: Harusnya Ditahan

JAKARTA- Ketua Umum Projamin (Pro Jokowi-Ma'ruf Amin) Ambroncius Nababan telah diperiksa terkait ungkapan rasis terhadap tokoh Papua Nataluisu Pigai di media sosia.Ambroncius memenuhi panggilan...

Kemendikbud Buat Layanan Aduan Intoleransi di Sekolah

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian dan Pendidikan (Kemendikbud) dalam waktu dekat akan mengeluarkan Surat Edaran dan membuka hotline khusus pengaduan terkait intoleransi untuk di...

Komut AIP Masuk Bui, Jadi Tersangka Kasus Pengadaan CSRT

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Komisaris Utama (Komut) PT Ametis Indogeo Prakarsa (AIP) Lissa Rukmi Utari (LRS) sebagai tersangka. Dia pun langsung...

Baca Juga

Berita Terbaru

Foto-Foto

News