Ridwan Kamil Minta Maaf, Penegakan Jangan Tebang Pilih

Beranda Hukum dan Kriminal Ridwan Kamil Minta Maaf, Penegakan Jangan Tebang Pilih

JAKARTA – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil diperiksa selama 7 jam di Bareskrim Polri Jakarta. Dia dimintai klarifikasi terkait kerumunan di acara Habib Rizieq Shihab di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ridwan Kamil tiba di Bareskrim Polri Jakarta, pukul 09.30 WIB. Dia didampingi jajaran dari biro hukum Provinsi Jawa Barat. Kang Emil begitu dia biasa disapa mulai diperiksa pukul 10.00 WIB dan selesai pukul 17.15 WIB.

“Alhamdulillah dalam kesempatan ini saya sehat walafiat. Tadi selama kurang lebih 7 jam dari jam 10-an. Sebagai warga negara datang dimintai keterangan dalam kapasitas ketua komite penanggulangan COVID-19 juga Gubernur Jabar, perihal keramaian kerumunan di Megamendung,” ujarnya di Mabes Polri, Jumat (20/11).

BACA JUGA: Pemkab Banyuwangi dan DPRD Tandatangani KUA-PPAS sebagai Instrumen Pemulihan Ekonomi

Usai dimintai klarifikasi, Kang Emil meminta agar para pemimpin menjaga lisan. Tidak hanya itu dia juga mengimbau agar para pemimpin juga menjaga tindakan selama pandemi COVID-19.

“Saya mengimbau kepada masyarakat, kepada para pemimpin di level komunitas, pemimpin partai, pemimpin wilayah, semuanya, untuk menjaga lisan, menjaga tindakan selama COVID ini. Kata-katanya yang sejuk, bukan yang bikin ngamuk. Tindakannya yang inspiratif, bukan yang bikin provokatif,” ungkapnya.

Diakuinya, banyak pelanggaran protokol kesehatan di kala pandemi COVID-19 di wilayah Jawa Barat. Pelanggaran juga muncul saat demo hingga rangkaian kegiatan pilkada. Dia lalu mengingatkan soal adaptasi kebiasaan baru (AKB).

BACA JUGA: Berhenti dan Bunyikan Sirene di Markas FPI, Fadli Zon Memalukan TNI Saja!

“Pemerintah mengizinkan masyarakat untuk berkegiatan asal AKB, adaptasi kebiasaan baru. Maulidan boleh, asal AKB. Maksimal 50 orang, sisanya pakai HP. Pernikahan juga boleh, tapi maksimal berapa orang. Boleh mengadakan kegiatan tapi jangan pakai pola yang lama,” katanya.

Pola lama yang dimaksud seperti acara acara Habib Rizieq Shihab di Megamendung yang menimbulkan kerumunan.

“Seperti yang terjadi sekarang. Pola lama itu berkerumun beribu-ribu orang, akibatnya tadi. Kena COVID lima (orang) di Megamendung, 2 kapolda bergeser,” katanya.

Di Bareskrim Mabes Polri, Kang Emil dimintai klarifikasi selama 7 jam. Dia meminta maaf atas kerumunan di Megamendung tersebut.

BACA JUGA: Soal Instruksi Mendagri, Yusril: Presiden dan Menteri Tidak Punya Hak Berhentikan Kepala Daerah

“Tadi selama kurang-lebih 7 jam dari jam 10-an. Sebagai warga negara yang sangat taat pada aturan hukum datang karena diminta keterangan-keterangan dalam kapasitas sebagai ketua komite penanggulangan COVID juga Gubernur Jawa Barat perihal keramaian kerumunan di Megamendung,” katanya.

Dia juga mengatakan dirinya akan memberikan sanksi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor. Demikian juga Kabupaten Bogor harus memberikan sanksi kepada panitia penyelenggara.

“Saya akan memberi sanksi juga kepada Kabupaten Bogor. Dan Kabupaten Bogor saya minta juga memberikan sanksi yang tegas kepada panitia, karena membawa banyak dampak,” katanya.

Emil mengaku sudah memberikan teguran kepada Pemkab Bogor secara lisan. Sementara, teguran tertulis sedang dipersiapkan.

BACA JUGA: Wagub DKI Pastikan Bakal Penuhi Panggilan Polisi Soal Kerumunan Massa Petamburan

“Dan ada pertimbangan-pertimbangan lainnya yang tentunya nanti kita putuskan secara baik,” tuturnya.

Selain itu, Kang Emil juga mengungkapan rasa simpati terhadap Bupati Bogor Ade Yasin yang kini dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, karena positif COVID-19.

“Jadi aturan tetap ditegakkan, tapi kemanusiaan juga kita akan dahulukan,” ucapnya.

Selain Emil, ada 10 saksi lainnya yang diperiksa atas kasus serupa. Sepuluh saksi tersebut diperiksa di Polda Jawa Barat.

Mereka adalah Bupati Bogor Ade Yasin, Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin, Kasatpol PP Kabupaten Bogor Asep Agus Ridallah, Camat Megamendung Endi Rismawan, Kepala Desa Sukagalih Alwasyah Sudarman, Kepala Desa Kuta Kusnadi, Ketua RW 03 Desa Sukagalih Agus, Ketua RT 01 Marno, Bhabinkamtibmas Aiptu Dadang Sugiana, dan Panitia Maulid Nabi dari FPI yakni Habib Muchsin Alatas.

Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi A Chaniago para saksi yang dimintai klarifikasi hadir memenuhi undangan. Hanya Bupati Ade Yasin tidak hadir karena dalam masa isolasi COVID-19.

“Untuk Bu Ade (Yasin) kami sudah menerima informasi bahwa beliau tidak bisa datang karena sakit. Ketua RW juga tidak datang karena sakit,” katanya.

Terkait penegakan disiplin protokol kesehatan, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta Polri tidak hanya mengincar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Jangan sampai ada kesan tebang pilih dalam menindak kasus tersebut.

“Dalam menegakkan protokol kesehatan, jangan hanya mengincar Rizieq. Pemerintah dan polisi harus fair,” katanya.

Neta juga mengingatkan agar polisi harus instropeksi diri mengenai kecerobohan dalam izin keramaian. Sebab perizinan tersebut menjadi wewenang kepolisian.

“Sehingga Jangan hanya kasus Rizieq saja yang dikejar, sehingga ada kesan upaya kriminalisasi karena melanggar protokol kesehatan,” ujarnya.(gw/fin)

Baca Juga

Polda Masih Periksa Sejumlah Saksi Kasus Kerumunan Massa Megamendung

SUKABUMI - Kapolda Jawa Barat Irjen Ahmad Dofiri mengungkapkan tim penyidik masih melakukan penguatan fakta-fakta hukum terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di...

Ditangkap KPK, Segini Harta Bupati Banggai Laut

JAKARTA - Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kekayaan senilai Rp5.435.500.000. Berdasarkan pengumuman Laporan Harta...

Ditahan Terkait Kasus SPAM, Rizal Djalil Siap Buka-bukaan dengan KPK

JAKARTA - Mantan Anggota BPK Rizal Djalil menyatakan siap bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna mengungkap kasus dugaan suap Sistem Penyediaan Air...

Polisi Tangkap Pelaku Penyebar Video Hayya Alal Jihad

JAKARTA - Polda Metro Jaya menangkap seorang pria berinisial H. Ia dibekuk lantaran diduga menyebarkan secara masif video azan dengan lafal "hayya alal jihad"...

Rekomendasi Lainnya

PJJ Kurang Maksimal, Mayoritas Siswa Jakarta...

JAKARTA - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) DKI Jakarta mengungkapkan mayoritas siswa di Jakarta ingin kembali bersekolah lantaran pembelajaran jarak jauh atau daring kurang...

Akhir Pekan Ini NOAH Gelar Konser...

JAKARTA - NOAH sukses menggelar konser secara virtual pada pertengahan September lalu sebagai penanda 8 tahun perjalanan karier bermusik mereka. Grup band yang digawangi...

Menteri Basuki Kukuhkan Dewan Arsitek Indonesia

JAKARTA - Pembangunan infrastruktur masih menjadi salah satu satu program prioritas Presiden Joko Widodo dan Wapres K.H. Ma’ruf Amin untuk lima tahun ke depan....

Infografis: SMA, SMK dan MA Terbaik...

JAKARTA - Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengumumkan 10 SMA, SMK dan MA terbaik se-Indonesia. Penilaian dilakukan berdasarkan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer...

Polda Masih Periksa Sejumlah Saksi Kasus...

SUKABUMI - Kapolda Jawa Barat Irjen Ahmad Dofiri mengungkapkan tim penyidik masih melakukan penguatan fakta-fakta hukum terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di...

Tekan Permasalahan, Jokowi Disarankan Bentuk Kementerian...

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Sukamta mengusulkan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk kementerian khusus Papua dan Indonesia Bagian Timur. Pasalnya, Sukamta menilai masalah...

Infrastruktur Minim, Harus Ada Niat Kepala...

JAKARTA - Permasalahan terhadap infrastruktur jadi salah satu alasan penghambat kemajuan Kabupaten Sumbawa, di Nusa Tenggara Barat (NTB). Bahkan, terkait kondisi yang ada jajaran...

Ditangkap KPK, Segini Harta Bupati Banggai...

JAKARTA - Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kekayaan senilai Rp5.435.500.000. Berdasarkan pengumuman Laporan Harta...

Baca Juga

Polda Masih Periksa Sejumlah Saksi Kasus Kerumunan Massa Megamendung

SUKABUMI - Kapolda Jawa Barat Irjen Ahmad Dofiri mengungkapkan tim penyidik masih melakukan penguatan fakta-fakta hukum terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di...

Ditangkap KPK, Segini Harta Bupati Banggai Laut

JAKARTA - Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kekayaan senilai Rp5.435.500.000. Berdasarkan pengumuman Laporan Harta...

Ditahan Terkait Kasus SPAM, Rizal Djalil Siap Buka-bukaan dengan KPK

JAKARTA - Mantan Anggota BPK Rizal Djalil menyatakan siap bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna mengungkap kasus dugaan suap Sistem Penyediaan Air...

Polisi Tangkap Pelaku Penyebar Video Hayya Alal Jihad

JAKARTA - Polda Metro Jaya menangkap seorang pria berinisial H. Ia dibekuk lantaran diduga menyebarkan secara masif video azan dengan lafal "hayya alal jihad"...

Kasus SPAM, KPK Tahan Mantan Anggota BPK Rizal Djalil

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil. Rizal ditahan sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek pembanguna...

Berita Terbaru

Perlu 5 Siap untuk Pembelajaran Tatap Muka

JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga menyebut rencana melaksanakan kembali pembelajaran tatap muka di sekolah...

Pedoman Distribusi Vaksin Diluncurkan

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meluncurkan pedoman pendistribusian vaksin COVID-19. Ini akan menjadi salah satu panduan tata laksana penanganan terhadap infeksi...

Keterisian Tempat Isolasi Jabar Tertinggi Nasional

JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menyatakan keterisian tempat tidur ruang isolasi dan ruang perawatan intensif (ICU) di Provinsi Jawa Barat mencapai 77 persen....

Kelelahan Kronik Gejala Long Covid

JAKARTA - Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dokter Agus Dwi Susanto menjelaskan kelelahan kronik menjadi salah satu gejala yang dialami penyintas COVID-19 yang terkena...

Mulan Sudah Tayang, Buruan Streaming!!!

JAKARTA - Mulan adalah film adaptasi animiasi Disney, yang paling dinanti di 2020 ini. Namun gegara pandemi corona, film yang harusnya rilis pada Maret...

Foto-Foto

News

Gus Nadir ‘Semprot’ Denny Siregar: Terlalu Berlebihan, Jangan Masuk Wilayah Gusti Allah

JAKARTA- Cendekiawan Nahdatul Ulama (NU), Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir memperingatkan pegiat media sosial, Denny Siregar agar tidak menulis cuitan yang berlebihan di media...

Data Ekonomi Global membaik, Kurs Rupiah Ditutup Menguat

JAKARTA - Nilai tukar (kurs) Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (2/12) sore ditutup menguat seiring membaiknya data ekonomi global di tengah...

Benny Wenda Jadi Presiden Papua Barat, Tengku Zul: Pak Jokowi Anda Punya Saingan Tuh

JAKARTA – United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) membentuk pemerintahan sementera Republik Papua Barat. Benny Wenda memproklamirkan diri sebagai presiden sementara Republik Papua Barat....