Nah, BPOM Cabut Izin Klorokuin dan Hidroksiklorokuin untuk Pengobatan Pasien Covid-19

Beranda Kesehatan Nah, BPOM Cabut Izin Klorokuin dan Hidroksiklorokuin untuk Pengobatan Pasien Covid-19

JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencabut persetujuan penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) klorokuin dan hidroksiklorokuin untuk pengobatan Covid-19. Kedua jenis obat tersebut dicabut lantaran dinilai memiliki risiko yang lebih besar ketimbang manfaatnya.

“BPOM mencabut persetujuan penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) hidroksiklorokuin dan klorokuin untuk pengobatan Covid-19,” ujar Kepala BPOM Penny K Lukito kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/11).

BACA JUGA: Dinilai Gagal, Uji Coba Hidroksiklorokuin Dihentikan

Penny mengatakan, BPOM sempat menerima laporan mengenai keamanan penggunaan klorokuin dan hidroksiklorokuin dari hasil penelitian observasional selama empat bulan di tujuh rumah sakit di Indonesia pada akhir Oktober 2020 lalu.

Dari 213 kasus yang mendapatkan klorokuin dan hidroksiklorokuin, diketahui 28,2 persen di antaranya mengalami gangguan ritme jantung berupa perpanjangan interval QT.

Penny mengatakan, pencabutan EUA dua obat itu berdasarkan pemantauan bersama tim ahli yang kemudian dibahas bersama organisasi profesi kesehatan, yaitu PDPI, PERKI, PAPDI, PERDATIN, IDAI dan PERDAFK.

BPOM bersama lintas sektor, kata dia, menarik kesimpulan penggunaan klorokuin dan hidroksiklorokuin pada pengobatan Covid-19 memiliki risiko yang lebih besar daripada manfaatnya.

BACA JUGA: Indonesia Stop Uji Medis Hidroksiklorokuin

“Dengan demikian, obat yang mengandung hidroksiklorokuin dan klorokuin agar tidak digunakan lagi dalam pengobatan Covid-19 di Indonesia,” katanya.

Ia menyampaikan, izin edar obat yang mengandung hidroksiklorokuin dengan indikasi selain pengobatan Covid-19 masih tetap berlaku dan dapat digunakan untuk pengobatan sesuai dengan indikasi yang disetujui pada izin edarnya.

Sementara untuk obat yang mengandung klorokuin, lanjut dia, dicabut izin edarnya karena tidak digunakan untuk indikasi lain.

“Badan POM terus memantau dan menindaklanjuti serta melakukan pembaruan informasi dengan berkomunikasi dengan profesi kesehatan terkait berdasarkan data terkini di Indonesia, informasi dari WHO dan badan otoritas obat negara lain,” katanya.

BACA JUGA: WHO Lanjutkan Uji Coba Obat Hidroksiklorokuin

Sebelumnya, BPOM Amerika Serikat (US-FDA) juga mencabut izin khusus klorokuin dan hidroksiklorokuin. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menghentikan uji klinik hidroksiklorokuin karena dinilai memiliki risiko lebih besar daripada manfaatnya. (riz/fin)

Baca Juga

Rekomendasi Lainnya

Infografis: Statistik Covid-19 di Indonesia Selasa, 19 Januari 2021

JAKARTA - Update Infografis percepatan penanganan COVID-19 di Indonesia per tanggal 19 Januari 2021 Pukul 12.00 WIB.

Gempi Ingin Pindah ke Bali, Gading Marten Siap Kabulkan dengan Dua Syarat

JAKARTA - Aktor Gading Marten diketahui berlibur serta merayakan malam pergantian tahun bersama putrinya Gempita Nora Marten di Bali.Selama 8 hari berlibur di Bali,...

Sriwijaya Air Gelar Pertemuan dengan Keluarga Korban Kecelakaan SJ 182

JAKARTA - Pihak maskapai Sriwijaya Air menggelar pertemuan dengan keluarga korban kecelakaan pesawat SJ 182 di perairan Kepualaun Seribu pada Senin (18/1).Pertemuan yang berlangsung...

Baca Juga

Berita Terbaru

Foto-Foto

News