Politik Uang Masih Mewarnai Pilkada

Beranda Politik Politik Uang Masih Mewarnai Pilkada

JAKARTA – Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020 pada Desember mendatang diprediksi masih dipenuhi dengan kecurangan. Alasannya, di tengah pagebluk Covid-19, pengawasan akan mengendur. Tak hanya kecurangan, potensi politik uang juga diprediksi masih mewarnai Pilkada.

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Egi Primayogha dalam diskusi daring, kemarin (25/10) mengatakan, potensi politik uang masih akan terjadi karena kondisi ekonomi masyarakat yang tengah menurun akibat terdampak Covid-19.

“Ini sudah kami prediksi sehingga sekali lagi kami masih mendorong agar pilkada di tengah pandemi untuk ditunda,” ujarnya.

BACA JUGA: Ngabalin Harap Polri Juga Tangkap Refly Harun dan Ustad Waloni: Biar Kalian Tahu Ini Demokrasi

Egi menduga, ketegasan pemerintah untuk tetap menggelar Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi diakibatkan adanya desakan dari orang-orang kuat. Menurutnya, orang-orang kuat tersebut ingin tetap bisa menumpuk kekayaan di daerah.

“Kami sejujurnya curiga bahwa pemaksaan pilkada di tengah pandemi adalah salah satu rangkaian upaya dari orang-orang kuat untuk menumpuk kekayaannya, dalam hal ini kita bicara oligarki yang ingin memastikan pencaplokan sumber daya di daerah,” ucap Egi.

Ia pun menyampaikan, beberapa pihak yang mendorong pemerintah untuk menunda pilkada khawatir akan potensi merebaknya penularan Covid-19 di daerah. Sebab, menurut dia, tingkat kepatuhan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah masih minim.

BACA JUGA: Akselerasi Akses Informasi di Seluruh Negeri, Jaga Momentum di Tengah Pandemi

“Kalau saya ambil data kemarin kasus positif terus berada di angka yang mengkhawatirkan, tentunya kalau Pilkada tetap dilaksanakan di tengah pandemi yang belum juga mereda, pasti pelaksanaannya akan memperparah kondisi Covid-19 yang ada,” ungkap Egi.

Berdasarkan survei bertajuk ‘Politik, Demokrasi, dan Pilkada di Era Pandemi’ yang dipublikasikan Indikator Politik Indonesia, sebagian besar masyarakat setuju jika Pilkada Serentak 2020 ditunda. Sedikitnya 50,2 persen responden menyatakan setuju, sebaliknya 43,4 persen menolak.

Meski demikian, menariknya, mayoritas masyarakat yang setuju justru tinggal di wilayah yang daerahnya tidak melaksanakan Pilkada Serentak 2020.

“Itu lucu, semakin tidak tinggal di wilayah yang enggak ada pilkadanya, semakin minta ditunda,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi.

Burhanuddin menyampaikan, hasil survei juga menunjukkan sedikitnya 85,3 persen responden setuju Pilkada Serentak 2020 berpotensi menyebarkan Covid-19. Sementara 11,1 persen tidak setuju, 1,3 persen tidak setuju sama sekali, dan sisanya tidak menjawab atau tidak tahu. (riz/khf/fin)

Baca Juga

Pemerintah Usulkan Prolegnas 2021

JAKARTA – Usulan Program Legislasi Nasional 2021 mendatang, pemerintah mengusulkan tiga Rancangan Undang-Undang. Hukum Acara Perdata, tentang Wabah, dan RUU tentang Pengembangan dan Penguatan...

Dudung Usul FPI Dibubarkan, Habib Rizieq: Ga Masalah, Besok Saya Buat Lagi Front Persatuan Islam

JAKARTA- Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrachman mengusulkan agar Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan. Hal ini, karena Dudung menganggap organisasi besutan Habib Rizieq Shihab...

Anies Posting Foto Baca Buku How Democracies Die , Refly Harun: Itu Sindiran

JAKARTA- Pakar hukum tata negara, Refly Harun menilai, Anies Baswedan sedang melakukan sindiran dengan sengaja memposting foto sedang membaca buku How Democracies Die, pada...

Pastikan Prokes Sebelum Pencoblosan

JAKARTA – Jelang hari pencoblosan pada 9 Desember mendatang, KPU Daerah dan Forkopimda diminta melaksanakan simulasi pemilihan. Sekaligus pengecekan penerapan protokol kesehatan (prokes) di...

Rekomendasi Lainnya

Terlibat Judi, Dua ASN Terancam Dipecat

SINJAI - Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) terancam hukuman pemecatan. Mereka tertangkap terlibat judi sabung ayam. Kapolres Sinjai, AKBP Irwan Irmawan mengatakan, pihaknya melakukan penggerebekan...

Fadli Zon: Pemerintah Harusnya Rangkul Habib...

JAKARTA- Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon menilai, pemerintah seharusnya merangkul petinggi Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab. Bukan sebaliknya memusuhi...

Orang Miskin Naik Jadi 28 Juta...

JAKARTA - Gelombang pandemi yang telah merontokkan berbagai sektor membuat tingkat kemiskinan di Tanah Air bertambah pada 2021 mendatang. Direktur Eksekutif Institute for Development of...

Belajar dari Pengalaman Langsung Kesembuhan Penyintas...

Pola makan dengan asupan makanan tinggi kalori dan tinggi protein merupakan treatment yang dianjurkan saat terkena COVID-19. Hal ini berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh....

Serapan PEN Tak Capai 100 Persen...

JAKARTA - Serapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) diperkirakan tidak akan terserap 100 persen hingga akhir 2020. Realisasi anggaran hanya mencapai 67,8 persen. Direktur Eksekutif...

Kesiapan Pemda Diragukan

JAKARTA - Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri memutuskan untuk membuka kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka per Januari 2021. Dalam SKB...

Buya Yahya Respon Nikita Mirzani: Bahayanya...

JAKARTA- Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Yahya Zainul Ma'arif atau yang lebih dikenal dengan panggilan Buya Yahya, mesepon pernyataan artis...

Baca Juga

Pemerintah Usulkan Prolegnas 2021

JAKARTA – Usulan Program Legislasi Nasional 2021 mendatang, pemerintah mengusulkan tiga Rancangan Undang-Undang. Hukum Acara Perdata, tentang Wabah, dan RUU tentang Pengembangan dan Penguatan...

Dudung Usul FPI Dibubarkan, Habib Rizieq: Ga Masalah, Besok Saya Buat Lagi Front Persatuan Islam

JAKARTA- Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrachman mengusulkan agar Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan. Hal ini, karena Dudung menganggap organisasi besutan Habib Rizieq Shihab...

Anies Posting Foto Baca Buku How Democracies Die , Refly Harun: Itu Sindiran

JAKARTA- Pakar hukum tata negara, Refly Harun menilai, Anies Baswedan sedang melakukan sindiran dengan sengaja memposting foto sedang membaca buku How Democracies Die, pada...

Pastikan Prokes Sebelum Pencoblosan

JAKARTA – Jelang hari pencoblosan pada 9 Desember mendatang, KPU Daerah dan Forkopimda diminta melaksanakan simulasi pemilihan. Sekaligus pengecekan penerapan protokol kesehatan (prokes) di...

Pemerintah Segera Selesaikan 44 Aturan Turunan UU Cipta Kerja

JAKARTA - Pemerintah bakal segera menyelesaikan 44 aturan turunan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Penyelesaian ditarget hingga akhir November atau awal...

Berita Terbaru

Jadi Nominator Sultan Terkiss Bersama Raffi Hingga Baim Wong, Hotman Paris Merendah

JAKARTA - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea lagi-lagi membuat heboh publik. Ya, pasalnya pria berusia 61 tahun itu mengumumkan bahwa dirinya masuk nominasi award...

Sentil TNI, Fadli Zon: Saya Pikir Copot 900 Senjata dari Separatis, Padahal Copot Baliho

JAKARTA- Politikus Partai Gerindra Fadli Zon menyayangkan langkah Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dilibatkan dalam penurunan baliho Habib Rizieq Shihab (HRS) di sejumlah daerah. "Kita...

Berkas 5 Tersangka Anggota Klub Moge yang Aniaya Dua Prajurit TNI Dinyatakan P21

PADANG - Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Satake Bayu mengatakan berkas penyidikan kasus dugaan pengeroyokan dua prajurit TNI oleh rombongan Harley Owner Grup...

Millendaru Ditahan di Sel Laki-laki, Naysila Mirdad Iba

JAKARTA - Atas ulahnya yang mengkonsumsi narkoba jenis sabu pada akhir pekan lalu, selebgram Millendaru alias Millen Cyrus kini resmi ditetapkan sebagai tersangka. Keponakan Ashanty...

Foto-Foto

News

Viral Ceramah Gus Miftah Akui Senang Ngaji dengan Lonte: Ngajinya Pahala, Matanya Bervitamin

JAKARTA- Sebuah video ceramah dari Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah viral di jagat twitter. Video yang berdurasi 22 detik itu, diunggah oleh pegiat...

Buya Syafiih: Mendewakan Keturunan Nabi adalah Bentuk Perbudakan Spritual

JAKARTA- Tokoh Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafiih, mengkritik pihak-pihak yang kerap menganggungkan para Habaib atau tokoh yang mempunyai garis keturunan dengan nabi...

14 Larangan Polri di Pilkada

JAKARTA - Anggota Polri harus menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Jika ada yang tak netral, sanksi pun akan diberikan. Kadiv Humas Polri Irjen...