Refly Harun: Jokowi Menanam Benih-benih Otoriter, Era SBY Jauh Lebih Baik

Beranda Politik Refly Harun: Jokowi Menanam Benih-benih Otoriter, Era SBY Jauh Lebih Baik

JAKARTA– Pakar hukum tata negara, Refly Harun menilai, pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi mulai menebar benih-benih otoritarianisme. Di mana kebebasan sipil mulai dibungkam. Hal ini berbeda jauh dengan era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Mudah-mudahan negara ini bisa mempertahankan demokrasinya. Saya terus terang khawatir. Pemerintahan Jokowi adalah pemerintahan yang mulai menanamkan benih-benih Otoritarianisme. Pemerintahan SBY jauh lebih baik dalam hal kebebasan sipil.” Ujar Ferly Harun dikutip Chanel YouTubenya, Senin (19/10).

Refly mengatakan itu, terkait beberapa aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ditangkap di Jakarta dan Medan. Mereka yang ditangkap berjumlah 8 orang. Tiga diantaranya adalah Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Anton Permana.

Menurut Refly, KAMI merupakan kumpulan para aktivis, para intelektual yang bergerak dengan ide dan pemikiran. Tidak sepatutnya mereka ditangkap, sebab sikap kritik mereka merupakan dinamika berdemokrasi.

“Mungkin ada satu dua orang yang menyampaikan gagasan yang sangat pedas atau keras terhadap penguasa. Tetapi tidak sepatutnya diganjar dengan hukuman. Seharusnya yang keras dimaklumi sebagai bagian dari dinamika demokrasi.” Ujar Refly Harun.

Dia menjelaskan, jika negara telah menggunakan aparat untuk membungkam kebebasan berpendapat, kebebasan sipil menjalankan fungsi kontrol, maka dipastikan negara ini telah menuju otoritarian.

“Terbukti. Negeri ini separuh bebas sejak 2016. Artinya sejak masa era pemerintahan Jokowi negeri ini menjadi negeri separuh bebas. Memang belum bisa dibandingkan pada era orde baru atau orde lama, tapi kita tidak boleh main-main untuk menjaga demokrasi ini.” Jelas Refly Harun.

Refly melanjutkan, negara tidak bisa dan tidak boleh membungkam para pengkritik. Kecuali jika mereka melakukan sebuah gerakan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah atau menggerakkan kerusuhan.

“Yang tidak boleh adalah menggerakkan kerusuhan. Pertanyaannya adalah, apakah Syahganda, apakah Jumhur Hidayah, Anton Permana, adalah orang yang secara langsung menggerakkan kerusuhan kalau benar hukumlah.

“Tapi kalau tidak benar bebaskan mereka. Jangan kita menghukum orang yang tidak bersalah. Atau orang yang bersalah tetapi dia bukan penjahat.” Pungkas Refly. (dal/fin). 

Baca Juga

Ratusan Tindak Pidana di Pilkada 2020

JAKARTA – Bawaslu menemukan 3.814 dugaan pelanggaran yang berasal dari temuan maupun laporan masyarakat. Dari jumlah tersebut, ada 112 kasus dugaan tindak pidana pemilihan...

Masa Tenang Rawan Pelanggaran

JAKARTA – Jelang masa tenang, Badan Pengawas Pemilihan Umum meminta Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota mengoptimalkan peran. Hal ini...

Panggil Dubes Inggris, Negara Ilusi Benny Wenda

JAKARTA - Pemerintah diminta tegas terkait deklarasi kemerdekaan Papua Barat oleh Benny Wenda. Pemerintah pun langsung memanggil Duta Besar Inggris untuk Indonesia. Juru Bicara Kementerian...

Jubir JK: Ferdinand Lucu, Melempar Tuduhan Tapi Bingung Sendiri Mencari Siapa yang Dia Tuduh

JAKARTA- Eks Politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean membantah tokoh yang dia sebut 'Capling' dalam cuitannya di twitter ditujukan ke Jusuf Kalla (JK). Meski membantah, Ferdinand...

Rekomendasi Lainnya

Ditahan, Rizal Djalil Ini Cobaan

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil. Dia ditahan sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek pembanguna...

Waduh, Ratusan Pengawas TPS di Maluku...

TERNATE - Ratusan petugas pengawas TPS Pilkada Serentak 2020 di Maluku Utara (Malut) dinyatakan reaktif usai menjalani rapid test. "Seluruh petugas yang menjalani rapid test...

Kasus Covid-19 Melonjak Tiga Kali Lipat,...

JAKARTA - Pemerintah Gaza kembali memberlakukan lockdown parsial di Jalur Gaza, Palestina, Kamis (3/12) waktu setempat. Lockdown diberlakukan lantaran kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di...

LPDB-KUMKM Siap Kucurkan Rp4,5 M untuk...

AMBON - Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Kota Ambon membutuhkan modal usaha untuk menggerakkan unit bisnis simpan pinjam yang dimilikinya. Karena itu, Puskud Ambon...

Cina Eksekusi Mati Terpidana Pembunuhan Dua...

JAKARTA - Pemerinah Cina mengeksekusi mati terpidana pembunuhan terhadap dua murid sekolah dasar di Shanghai, Huang Yuchuan, Kamis (3/12) waktu setempat. Dilansir dari Reuters, Jumat...

Masa Tenang Rawan Pelanggaran

JAKARTA – Jelang masa tenang, Badan Pengawas Pemilihan Umum meminta Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota mengoptimalkan peran. Hal ini...

OTT Bupati Banggai Laut, KPK Amankan...

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sedikitnya 16 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Banggai Kepulauan dan Kabupaten Luwuk, Sulawesi Tengah,...

Keras! Ferdinand ke Veronica Koman: Lebih...

JAKARTA- Eks politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean nampak geram dengan aktivis HAM Papua, Veronica Koman. Pasalnya, sebuah video beredar, Veronica dan beberapa warga negara...

Baca Juga

Ratusan Tindak Pidana di Pilkada 2020

JAKARTA – Bawaslu menemukan 3.814 dugaan pelanggaran yang berasal dari temuan maupun laporan masyarakat. Dari jumlah tersebut, ada 112 kasus dugaan tindak pidana pemilihan...

Masa Tenang Rawan Pelanggaran

JAKARTA – Jelang masa tenang, Badan Pengawas Pemilihan Umum meminta Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota mengoptimalkan peran. Hal ini...

Panggil Dubes Inggris, Negara Ilusi Benny Wenda

JAKARTA - Pemerintah diminta tegas terkait deklarasi kemerdekaan Papua Barat oleh Benny Wenda. Pemerintah pun langsung memanggil Duta Besar Inggris untuk Indonesia. Juru Bicara Kementerian...

Jubir JK: Ferdinand Lucu, Melempar Tuduhan Tapi Bingung Sendiri Mencari Siapa yang Dia Tuduh

JAKARTA- Eks Politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean membantah tokoh yang dia sebut 'Capling' dalam cuitannya di twitter ditujukan ke Jusuf Kalla (JK). Meski membantah, Ferdinand...

25 Daerah Lawan Kotak Kosong

JAKARTA – Lembaga penyelenggara pemilu melakukan sosialisasi secara daring Peraturan KPU dengan Satu Pasangan Calon dan Pemungutan dan Penghitungan Suara, serta Rekapitulasi dan Penetapan...

Berita Terbaru

Harga Beras Potensi Naik di Akhir 2020

JAKARTA - Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) meminta pemerintah melakukan antisipasi kenaikan harga beras potensi terjadi pada akhir 2020. Peneliti CIPS Galuh Octania mengatakan,...

Kemensos Pastikan Penyaluran Bansos 2021 Bakal Dilakukan Sesuai Jadwal

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) 2021 bakal dilakukan sesuai jadwal dan sesegera mungkin. "Sesuai arahan Presiden, Menteri Sosial telah menginstruksikan...

PBB Kecam Negara yang Masih Anggap Enteng Covid-19

JAKARTA - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam negara-negara yang menolak fakta seputar pandemi virus corona dan mengabaikan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Sejak awal,...

Ditunggu Perbankan Turunkan Suku Bunga Kredit

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meminta perbankan untuk segera menurunkan tingkat suku bunga kredit. Penurunan ini untuk pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Bank Sentral sebelumnya...

Ratusan Tindak Pidana di Pilkada 2020

JAKARTA – Bawaslu menemukan 3.814 dugaan pelanggaran yang berasal dari temuan maupun laporan masyarakat. Dari jumlah tersebut, ada 112 kasus dugaan tindak pidana pemilihan...

Foto-Foto

News

Keras! Ferdinand ke Veronica Koman: Lebih Baik Kamu Jadi Pelacur

JAKARTA- Eks politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean nampak geram dengan aktivis HAM Papua, Veronica Koman. Pasalnya, sebuah video beredar, Veronica dan beberapa warga negara...

Gus Nadir ‘Semprot’ Denny Siregar: Terlalu Berlebihan, Jangan Masuk Wilayah Gusti Allah

JAKARTA- Cendekiawan Nahdatul Ulama (NU), Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir memperingatkan pegiat media sosial, Denny Siregar agar tidak menulis cuitan yang berlebihan di media...

Data Ekonomi Global membaik, Kurs Rupiah Ditutup Menguat

JAKARTA - Nilai tukar (kurs) Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (2/12) sore ditutup menguat seiring membaiknya data ekonomi global di tengah...