Ungkap Dalang, Jangan Menuding

Beranda Hukum dan Kriminal Ungkap Dalang, Jangan Menuding

JAKARTA – Pemerintah diminta mengungkap dalang dan penyandang dana demo penolakan UU Cipta Kerja yang berakhir rusuh. Pemerintah jangan hanya melemparkan tudingan, tapi segera memburu pelakunya.

Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid meminta pemerintah segera mengungkap otak dibalik demo UU Ciptaker. Tujuannya untuk mencegah fitnah. Terlebih pemerintah telah melempar tudingan ada orang yang membiaya aksi demo.

“Bila ada dalangnya, maka diungkap saja dan diproses secara hukum. Jadi tidak menimbulkan spekulasi dan menimbulkan pihak yang merasa tertuduh,” katanya, Rabu (14/10).

Diketahui Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membantah tuduhan sebagai penggerak unjuk rasa. Tidak hanya dalam UU Cipta Kerja, dia juga pernah dituduh menggerakan massa ketika aksi memprotes pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 4 November 2016 atau dikenal aksi 411. Hal tersebut diungkapkannya melalui akun YouTube SBY.

BACA JUGA: Bea Cukai Denpasar Tingkatkan Kesejahteraan Petani Cokelat dengan Klinik Ekspor

Menurut Jazilul, pihaknya sejak awal mengajak semua pihak untuk menahan diri serta tak mengeluarkan pernyataan yang menyudutkan atau saling mencurigai.

“Hemat saya, tidak yakin Pak SBY sebagai mantan Presiden yang berjiwa patriot dan negarawan akan melakukan hal yang merusak negara,” jelasnya.

Untuk itu, sekali lagi dia berharap agar semua pihak tidak saling fitnah terkait demo UU Cipta Kerja.

“Mari kita hentikan saling curiga dan saling fitnah, rakyat perlu keteladanan dan ketenangan dalam persatuan,” kata Wakil Ketua MPR itu.

Terkait pernyataan SBY, Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan tak satu pun dari pemerintah yang menyebut Partai Demokrat sebagai dalang demonstrasi menolak UU Cipta Kerja.

BACA JUGA: Ferdinand Sindir Marissa Haque: Mirip DI/TII Bawa Isu Agama untuk Berpolitik Intoleran    

“Klarifikasi macam apa yg diminta Mas @AndiArief__? Tak seorang pun di antara kami pernah bilang Pak SBY atau AHY sebagai dalang atau membiayai unjuk rasa,” kata Mahfud dalam akun twitternya, menjawab permintaan klarifikasi Politikus Partai Demokrat Andi Arief.

Dilanjutkan Mahfud, pernyataan tersebut tak pernah dilontarkan pihak pemerintah. Jika memang dari pemerintah, Mahfud meminta Andi agar mengklarifikasi pernyataannya.

“Sebaliknya, tolong diklarifikasi kapan kami bilang begitu. Kalau ada nanti kami selesaikan. Itu kan hanya di medsos-medsos yang tak jelas,” tulis Mahfud.

Sementara Sekjen PPP Arsul Sani meminta agar polemik saling tuduh tersebut diakhiri.

“PPP minta diakhiri saja soal polemik yang berpangkal pada soal tuduhan Pak SBY sebagai aktor atau dalang demo anti RUU Ciptaker,” katanya.

BACA JUGA: KemenkopUKM Tekankan Pentingnya Digitalisasi Koperasi dan UMKM

Menurutnya pemerintah juga telah menjawab lewat Menko Polhukam Mahfud MD. Bahwa, tidak ada jajaran pemerintahan yang menuduh SBY atau Demokrat sebagai dalang demo.

“Demikian juga, baik Pak SBY maupun teman-teman Demokrat tidak menyebutkan secara jelas siapa dari kalangan pemerintahan yang menuduh beliau menjadi aktor atau dalang demo tersebut,” ucapnya.

Dikatakan Wakil Ketua MPR ini, hal itu dalam istilah hukum disebut ‘obscure libel’ alias hal yang kabur atau sesuatu yang tidak jelas. Karena, yang dianggap melakukan tuduhan sudah mengklarifikasi. Tetapi, yang dituduh belum merespon siapa pihak yang menuduhnya.

“Nah kalau ini soal yang ‘obscure libel’ lebih baik diakhiri. Pokok soalnya kan RUU Cipta Kerja ya mari kita edukasi semuanya agar menggunakan jalan hukum, jalan konstitusional kalau pemerintah tetap memberlakukan UU Ciptaker,” imbuhnya.

BACA JUGA: Peringati Hari Tanpa Bra, Nikita Mirzani-Dinar Candy Berpose Tanpa Busana

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menegaskan pihaknya tengah memburu pihak yang mengajak dan memprovokasi pelajar bertindak anarkis dan membuat kerusuhan dalam demo menolak UU UU Cipta Kerja.

“Ini yang akan kita selidiki semuanya. Jangan jadi korban anak-anak kita yang masih kecil ini, anak-anak SMP, SMA yang diajak untuk melakukan demo, bahkan mereka berani melakukan kerusuhan,” katanya.

Dijelaskan Yusri, berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui para pelajar tersebut mendapat undangan melalui media sosial. Bahkan ada beberapa pelajar yang ikut demo pada 8 Oktober 2020 kembali diamankan pada ricuh 13 Oktober 2020.

“Hampir seluruhnya mereka mereka setiap ditanya pasti bilang undangan melalui media sosial dan diajak. Bukti-bukti yang kita temukan dari HP pun ada. Bahkan di grup mereka pun ada. Mereka ada yang tanggal 8 (Oktober 2020) sudah ikut, sekarang berangkat lagi,” tambahnya.

BACA JUGA: AHY: Draft Omnibus Law Tidak Jelas, Pemerintah dan Masyarakat saling Tuding

Disebutkannya ada beberapa pelajar yang harus diproses secara hukum karena membawa senjata tajam.

“Kami sudah razia pun kami temukan di dalam tasnya ada yg membawa ketapel, ada yang membawa batu, macam-macam, bahkan yang diamankan oleh Polres Jakarta Pusat ada yang membawa golok,” tuturnya.

Dikatakannya, sebanyak 1.377 pemuda dan pelajar diamankan terkait unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja pada Selasa (13/10).

“Ada 1,377 yang kita amankan, baik itu sebelum unjuk rasa dan pasca unjuk rasa,” katanya.

Saat didata, diketahui sekitar 80 persen dari 1.377 orang tersebut masih berstatus pelajar. Bahkan lima orang diantaranya pelajar SD.(lihat grafis)

“Dari 1,377 ini, dievaluasi 75-80 persen adalah anak-anak sekolah. Kurang lebih 900, 800 sekian, bahkan ada lima orang anak SD yang umurnya sekitar 10 tahun,” kata.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menyesalkan banyaknya anak-anak yang dilibatkan dalam aksi demo tersebut.

“Yang memprihatinkan, anak-anak berstatus pelajar tersebut disinyalir didatangkan dari berbagai daerah untuk saling lempar dengan aparat keamanan dalam aksi demonstrasi untuk menciptakan situasi memanas dan gaduh,” ujarnya.

Semakin miris, anak-anak yang diamankan polisi dikerahkan melalui pesan berantai menggunakan media sosial. Mereka juga tidak tahu apa yang diperjuangkan.

“Kami hanya diperintahkan berkumpul di satu tempat lalu disediakan kendaraan dan ada juga yang harus berjuang menumpang truk secara berantai,” ujarnya.

Pihaknya menentang bila anak-anak sengaja dilibatkan atau dieksploitasi secara politik untuk kepentingan dan tujuan kelompok tertentu.

“Sudah tidak terbantahkan lagi bahwa anak-anak sengaja dihadirkan dalam aksi demonstrasi untuk menolak UU Cipta Kerja untuk tujuan dan kepentingan kelompok tertentu,” katanya.

Arist pun meminta semua pihak agar tidak melibatkan anak dalam kegiatan-kegiatan politik, demonstrasi untuk kepentingan kelompok tertentu.

Hal itu karena mengerahkan anak dalam kegiatan politik yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan mereka adalah bentuk kekerasan dan eksploitasi politik dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Janganlah kita memanfaatkan anak untuk kepentingan politik,” pesannya.(gw/fin)

Baca Juga

Polisi Resmi Panggil Habib Rizieq, Pemeriksaan Dijadwalkan Selasa Besok

JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya resmi melayangkan surat pemanggilan terhadap Imam Besar FPI Rizieq Shihab. Rizieq dipanggil guna menjani pemeriksaan sebagai saksi pada...

Soal Swab Rizieq Shihab, Polda Jabar Periksa Direktur RS UMMI Besok

JAKARTA - Polda Jawa Barat mengagendakan pemeriksaan terhadap empat direktur RS UMMI, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (30/11), terkait tes usap atau swab test...

LPSK Terjunkan Tim Bantu Perlindungan Saksi dan Korban Terorisme di Sigi

JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bakal mengirim tim untuk memproses perlindungan serta pemberian hak bagi saksi dan korban serangan di Lewono...

Pemerintah Buru Kelompok Teroris yang Bunuh Satu Keluarga di Sigi

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan pemerintah telah memerintahkan penangkapan terhadap terduga teroris yang membunuh satu keluarga...

Rekomendasi Lainnya

Polisi Resmi Panggil Habib Rizieq, Pemeriksaan...

JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya resmi melayangkan surat pemanggilan terhadap Imam Besar FPI Rizieq Shihab. Rizieq dipanggil guna menjani pemeriksaan sebagai saksi pada...

Merapi Alami 43 Gempa Guguran

JAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengungkapkan Gunung Merapi mengalami 43 kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Sabtu (28/11)...

Tiket Kereta Api Jarak Jauh Libur...

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta telah membuka pemesanan tiket 43 kereta api( KA) jarak jauh periode H+30 atau hingga...

Pemerintah Ingatkan Ancaman Hukum yang Menghalangi...

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengingatkan pemerintah bisa memproses hukum pihak-pihak yang terlibat dalam penolakan tracing Covid-19...

Soal Swab Rizieq Shihab, Polda Jabar...

JAKARTA - Polda Jawa Barat mengagendakan pemeriksaan terhadap empat direktur RS UMMI, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (30/11), terkait tes usap atau swab test...

Ogah Patuhi Prokes Covid-19, Pemerintah Bakal...

JAKARTA - Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) menegaskan pemerintah bakal menindak tegas siapapun, termasuk Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, yang menolak...

Gus Menteri Mengaku Bangga dengan Transmigran

JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar mengaku bangga dengan pilihan orang yang tinggalkan daerah asal guna...

Persib Buka Akademi Sepak Bola di...

JAKARTA - Persib Bandung secara resmi membuka akademi sepak bola di Pati, Jawa Tengah. Peresmian cabang akademi itu dilakukan pada Sabtu (28/11) kemarin. "Kami tidak...

Baca Juga

Polisi Resmi Panggil Habib Rizieq, Pemeriksaan Dijadwalkan Selasa Besok

JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya resmi melayangkan surat pemanggilan terhadap Imam Besar FPI Rizieq Shihab. Rizieq dipanggil guna menjani pemeriksaan sebagai saksi pada...

Soal Swab Rizieq Shihab, Polda Jabar Periksa Direktur RS UMMI Besok

JAKARTA - Polda Jawa Barat mengagendakan pemeriksaan terhadap empat direktur RS UMMI, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (30/11), terkait tes usap atau swab test...

LPSK Terjunkan Tim Bantu Perlindungan Saksi dan Korban Terorisme di Sigi

JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bakal mengirim tim untuk memproses perlindungan serta pemberian hak bagi saksi dan korban serangan di Lewono...

Pemerintah Buru Kelompok Teroris yang Bunuh Satu Keluarga di Sigi

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan pemerintah telah memerintahkan penangkapan terhadap terduga teroris yang membunuh satu keluarga...

Wali Kota Cimahi Terima Rp1,661 Miliar

JAKARTA – Lembaga anti rasuah kembali menunjukkan tajinya. Setelah Menteri Kelautan dan Perikanan, sekarang giliran Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna. Ajay merupakan salah...

Berita Terbaru

Vaksin Merah Putih Dapat Diekspor

JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan vaksin Merah Putih saat ini sedang dalam proses pengembangan. Vaksin untuk pencegahan infeksi...

PGRI: Sekolah Tatap Muka Wajib 3M

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Unifah Rosyidi menyatakan mendukung rencana pembelajaran tatap muka pada Januari 2021 mendatang. “Menghadapi...

Pemerintah Siap Gelar Vaksinasi Nasional 

JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito memastikan, pemerintah siap melaksanakan program vaksinasi Covid-19 secara nasional. Seluruh persiapan telah dilakukan. Baik secara...

Ketum PBNU Said Aqil Siradj Positif Covid-19

JAKARTA - Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj positif terinfeksi Covid-19. Kabar tersebut disampaikan oleh sekretaris pribadinya, M Sofwan Erce melalui video yang diunggah...

7 Ciri Anda Punya Penyakit Gula

JAKARTA - Diabetes adalah salah satu penyakit kronis dengan jumlah penderita terbanyak di dunia. Malahan, Indoseia tercatat sebagai negara Asia, dengan jumlah penderita diabtes...

Foto-Foto

News

Rizieq Shihab Keluar RS Melalui Pintu Belakang, Muannas: Tolong Beri Contoh yang Baik ke Ummat

JAKARTA- Petinggi Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab dikabarkan telah keluar dari Rumah Sakit Ummi Bogor, Jawa Barat. Rizieq keluar tanpa diketahui publik. Kabarnya,...

Habib Rizieq dan Istri Dikabarkan Kabur dari RS Ummi Lewat Gudang Obat di Pintu Belakang

JAKARTA- Petinggi Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab masih jadi sorotan publik. Pasalnya, dirinya enggan umumkan hasil swab yang telah dilakukan di RS...

Muannas ke Rizieq Shihab: Mentang-Mentang Habib Lalu Berbuat Semaunya

JAKARTA- Hasil Swab Habib Rizieq Shihab yang dilakukan secara pribadi dari MER-C, sudah keluar. Namun Rizieq meminta hasil swab itu agar tidak diumumkan ke...