Percepat Pernyidikan

Beranda Hukum dan Kriminal Percepat Pernyidikan

JAKARTA – Bareskrim Polri akan melakukan gelar perkara atau ekspose kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Dalam kasus ini tim penyidik telah memeriksa 68 saksi termasuk tujuh ahli.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo mengatakan tim penyidik gabungan kembali memeriksa 12 saksi terkait kasus kebakaran Gedung Utama Kejagung.

“Hari ini, Pemeriksaan saksi sebanyak 12 orang,” katanya, Selasa (29/9).

BACA JUGA: Kementan-TNI AD Sepakat Perkokoh Kesiapan Penyediaan Pangan

Ferdy merincikan ke-12 saksi yang diperiksa di antaranya, Petugas Pengamanan Dalam (Pamdal), cleaning service, PNS Kejagung, Petugas Pemadam Kebakaran dan Ahli Bangunan dari Kemen PUPR.

Ditambahkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono, hari ini penyidik juga telah melaksanakan evaluasi pemeriksaan untuk percepatan penyidikan kasus dalam rangka penentuan tersangka.

“Penyidik juga melengkapi administrasi terkait dengan pembuatan resume, penyusunan resume terkait percepatan proses penyidikan,” katanya.

BACA JUGA: Mahfud MD: Pemerintah Tidak Menyalahkan Peristiwa G30S/PKI

Awi juga mengatakan tim penyidik tengah menyusun bahan paparan terkait rencana gelar perkara dengan jaksa penuntut umum (JPU) atau P-16 guna melaksanakan ekspose bersama.

“Rencananya akan dilaksanakan besok (hari ini -red) Rabu, 30 September 2020,” ungkapnya.

Diungkapkannya, dalam penyidikan kasus ini, penyidik Polri telah memeriksa 68 saksi termasuk tujuh ahli pada rentang 21-29 September 2020.

BACA JUGA: Wow, BLACKPINK Geser DJ Marshmello di Urutan ke-2 Subscribers Terbanyak di YouTube

Dari hasil penyelidikan, Bareskrim Polri menyimpulkan bahwa sumber api bukan disebabkan adanya hubungan arus pendek listrik melainkan diduga karena “open flame” (nyala api terbuka).

Api berasal dari lantai 6 Ruang Rapat Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung, kemudian api dengan cepat menjalar ke ruangan dan lantai lain karena diduga terdapat cairan minyak yang mengandung senyawa hidrokarbon serta kondisi gedung yang hanya disekat oleh bahan yang mudah terbakar seperti gipsum, lantai parket, panel HPL dan bahan mudah terbakar lainnya.

Penyidik terus memeriksa para saksi untuk menemukan pelaku penyebab terjadinya kebakaran hebat di Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Pelaku nantinya bakal dijerat dengan Pasal 187 KUHP dan atau 188 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal kurungan penjara selama 15 tahun.(gw/fin)

Baca Juga

Rekomendasi Lainnya

Jenazah Korban SJ-182 Asal Makassar Tiba di Rumah Duka

MAKASSAR- Isak tangis menyambut kedatangan jenazah Ricko Maluhette, salah satu korban Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta – Pontianak yang jatuh di perairan Kepulauan...

Teddy Gusnaidi Tantang Fahri Hamzah Deklarasi Khilafah: Kalau Mau Jadi Jagoan Jangan Setengah-Setengah

JAKARTA- Politikus Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi meminta penjelasan Fahri Hamzah soal sosok tokoh tua yang dinilai kerjanya hanya menganggu Islam.Teddy...

PLN Berhasil Pulihkan 426 Gardu Terdampak Banjir di Kalsel

BANJARBARU - PLN berupaya mengutamakan keselamatan warga yang terdampak bencana banjir di sebagian besar Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Upaya ini berupa pemutusan aliran listrik...

Atap Sekolah Diganjal Bambu

BUNGURSARI – Meski kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka belum bisa dipastikan terselenggara dalam waktu dekat. Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya...

Baca Juga

Berita Terbaru

Foto-Foto

News