Antara Fakta dan Klaim Pemerintah Berbeda

Beranda Headline Antara Fakta dan Klaim Pemerintah Berbeda

JAKARTA – Indonesia melaporkan 4.002 kasus baru Covid-19 pada Selasa (29/9) sehingga total kasus seluruhnya menjadi 282.724 orang. Sedangkan pasien meninggal bertambah 128 orang. Yang menarik, Pemerintah mengklaim kasus mingguan terkonfirmasi positif menunjukkan penurunan setelah dua pekan turun seperti yang dipaparkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk penanganan Covid-19.

”Menko Maritim menyebut penurunan itu terjadi di delapan provinsi. Mengapa tidak disebutkan semua? Apakah tidak relevan apa tidak etis. Virus mematikan dari Wuhan, Cina itu sudah merampat ke 34 Pak Menko. Jangan menyampaikan sebuah narasi yang tak balance antara fakta dan data,” jelas Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie, kepada Fajar Indonesia Network (FIN) Selasa (29/9).

BACA JUGA: MenkopUKM: UMKM Harus Mampu Memahami Tren Market Dunia

Ditambahkannya, kasus kematian belum turun-turun bahkan grafiknya terus naik. ”Data yang dirilis dari Kementerian Kesehatan saja, sudah 128 orang. Dengan akumulasi mereka yang terpapa tembus 282.724 orang. Ini data hari ini (Kemarin, Red). Jadi bahasa yang di gunakan lebih persuasif lagi dong. Pak Menko kan pegang data, sampaikan fakta itu,” timpal Jerry yang dipertegas dalam pesan yang diterima.

”Kami hanya menyarankan jangan ada narasi membingunkan dilontarkan mereka yang mengurusi pandemi corona. Bicara realita lebih baik seperti pemikiran Hegel: Realita itu nyata dan nyata itu realita. Jangan bermain di sebuah drama dan sinetron,” tandasnya.

BACA JUGA: Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Apresiasi LPDB dan Pemprov Sulsel

Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan mencatat total kasus sembuh menjadi 210.437 orang dan kasus meninggal menjadi 10.601 orang. Kasus aktif berjumlah 61.686 orang, sedangkan sebanyak 132.496 orang masih berstatus sebagai suspect.

Sedangkan Jakarta melaporkan penambahan kasus tertinggi dalam 24 jam terakhir, yakni 1.238 kasus. Total kasus kumulatif di Jakarta menjadi 72.577 orang. Jawa Barat melaporkan 316 kasus, Jawa Tengah melaporkan 275 kasus, dan Jawa Timur melaporkan 276 kasus. Sementara itu, kasus kematian terbanyak dalam 24 jam terakhir dilaporkan oleh Jawa Timur sebanyak 24 kasus dan Jakarta 21 kasus.

BACA JUGA: Dapat Tambahan Dana PEN, BTN Optimis Target Kredit Rp30 Triliun di Akhir 2020

Dari data yang ada. Pemerintah mengklaim kasus mingguan terkonfirmasi positif menunjukkan penurunan setelah dua pekan turun. Juru Bicara Menko Maritim dan Investasi Jodi Mahardi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (29/9).

Penurunan terjadi di penambahan kasus konfirmasi dan angka kematian di delapan provinsi utama, terkecuali Jawa Barat. ”Kalau dilihat dari indikator di delapan provinsi secara mingguan, terjadi penurunan penambahan kasus konfirmasi dan angka kematian, kecuali Jawa Barat. Khusus Jawa Barat, secara rata-rata wilayah Bogor, Bekasi dan Depok berkontribusi terhadap lebih dari 60 persen total peningkatan kasus di Jawa Barat dalam dua minggu terakhir. Oleh karena itu penanganan kasus di Jabodetabek akan dilakukan secara terintegrasi,” jelasnya.

BACA JUGA: Infografis: Poin-poin Gugatan Tommy Soeharto ke Menkumham

Jodi menambahkan, dengan perkembangan tersebut, Menko Luhut mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan oleh seluruh gubernur di delapan provinsi, jajaran Polda, Kodam, Kementerian Kesehatan, Satgas Covid-19 serta tim lain yang terlibat.

”Tapi Pak Menko minta agar pemerintah pusat dan daerah tidak lengah dan tetap terus fokus pada upaya penurunan penambahan kasus harian, peningkatan angka kesembuhan dan penurunan angka kematian sesuai perintah Presiden. Kita akan terus bekerja untuk memastikan ketersediaan obat dan alat kesehatan untuk perawatan pasien Covid-19, mendorong peningkatan testing dan tracing yang lebih tepat sasaran, serta kampanye perubahan perilaku sesuai protokol kesehatan,” papar Jodi.

Luhut yang juga Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) diperintahkan Presiden Jokowi untuk fokus menangani kasus COVID-19 di delapan provinsi yang berkontribusi besar terhadap total kasus nasional. Ke delapan provinsi itu yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kaimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali dan Sumatera Utara. Papua juga ikut dimasukkan dalam daftar meski tidak termasuk provinsi kontributor sehingga total fokus penanganan ada di sembilan provinsi.

Bersama Kepala Badan Nasional Pengendalian Bencana (BNPB) Doni Monardo dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), mereka ditargetkan mencapai tiga sasaran dalam dua minggu, yaitu penurunan penambahan kasus harian, peningkatan recovery rate (tingkat kesembuhan) dan penurunan mortality rate (tingkat kematian) sejak perintah turun pertengahan September lalu. (fin/ful)

Baca Juga

Rekomendasi Lainnya

Vaksinasi Tumbuhkan Kekebalan 

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan COVID-19. Vaksinasi adalah upaya menumbuhkan kekebalan tubuh dari virus. Disiplin 3M (Memakai Masker,...

Vaksin COVID Aman, Jangan Ragu Disuntik

JAKARTA - Vaksin COVID-19 yang digunakan pemerintah dalam program vaksinasi nasional aman. Sebab telah melewati fase pengujian keamanan."Kalau ditanya apakah vaksin aman, saya katakan...

Pascagempa Majene, Atlet Sepak Takraw Sulbar PON 2021 Dipulangkan ke Keluarga

MAKASSAR - Atlet tim sepak takraw Sulawesi Barat Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 dipulangkan ke keluarga masing-masing pasca gempa yang mengguncang wilayah Mamuju...

Hari Ke-9 Operasi SAR SJ 182, Tim Terkendala Jarak Pandang dan Arus Bawah

JAKARTA - Hari kesembilan operasi SAR jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu terkendala jarak pandang dan arus bawah yang deras."Berdasarkan...

Baca Juga

Berita Terbaru

Foto-Foto

News