Subsidi Kuota Terancam Mubazir

Beranda Pendidikan Subsidi Kuota Terancam Mubazir

JAKARTA – Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai, bahwa pembagian subsidi kuota internet bagi guru, siswa, mahasiswa dan dosen oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) masih kurang proporsional. Hal itu terlihat dari porsi yang diberikan kepada besaran kuota umum dan kuota belajar.

Wakil Sekretaris Jenderal (FSGI), Fahriza Tanjung mengatakan, bahwa Kemendikbud tidak proporsional dalam pembagian dua kuota tersebut. Ada ketimpangan pembagian besaran kuota yang berpotensi membuat subsidi kuota menjadi sia-sia.

“Kami melihat dari sisi pembagian besaran kuota umum dan kuota belajar yang tidak porporsional,” kata Fahriza di Jakarta, Senin (29/9).

BACA JUGA: Tengku Zulkarnain ke Denny Siregar: KAMI Itu HTI? Cekak Banget

Berdasarkan survei yang dilakukan FSGI tentang kebutuhan kuota dalam PJJ. Survei dilakukan dalam rentang waktu 24-26 September 2020 terhadap 2.074 responden yang berasal dari guru, siswa dan, orang tua.

Survei tersebut diisi oleh 13,8 persen responden yang merupakan guru, untuk siswa sebanyak 43,6 persen, dan orangtua 42,6 persen. Ketiganya diberikan pertanyaan apakah kuota umum dalam subsidi kuota yang hanya 5 GB (gigabyte) akan cukup untuk menunjang PJJ.

Pada kalangan guru, hanya 15 persen guru yang menyatakan kuota umum 5GB tersebut cukup. Sisanya, sebanyak 85 persen guru menyatakan kuota umum tersebut tidak memenuhi kebutuhan PJJ.

“Hanya 15 persen guru yang menyatakan cukup dengan Kuota Umum 5GB. Sementara sisanya sekitar 85 persen yang 5GB itu tidak cukup,” ujarnya.

BACA JUGA: Meggy Wulandari Pamer Suami Baru, Netizen: Seleranya Masih Sama, Wajah Pas-pasan

Sedangkan pada kalangan siswa, hanya 21,7 persen responden yang mengaku cukup dengan kuota umum 5GB. Sebanyak 79,3 persen beranggapan kuota tersebut kurang, karena aplikasi yang biasa mereka gunakan untuk belajar tidak terfasilitasi oleh subsidi.

“Siswa sebanyak 21,7 persen menyatakan bahwa kebiasaan belajar siswa ini cukup dengan kuota 5GB, itu sudah sesuai dengan kegiatan belajar mereka. Tapi sisanya sekitar 79,3 persen itu ternyata tidak cukup dengan kuota umum 5GB dari total kuota 35GB,” jelasnya.

Dengan demikian, kata Fahriza, hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan kuota umum dan belajar belum dihitung secara baik oleh Kemendikbud. Begitu pula kebutuhan kuota tidak bisa disamaratakan karena metode pembelajaran setiap satuan pendidikan juga berbeda-beda.

“Kebutuhan masing-masing itu berbeda-beda, tidak bisa disamaratakan karena memang metode pembelajaran juga berbeda-beda disesuaikan kondisinya masing-masing,” tuturnya.

BACA JUGA: Nadya Mustika Rilis Lagu Sedih, Isyaratkan Perpisahan dengan Rizki 2R?

Senanada, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang pendidikan, Retno Listyarti menilai bahwa memang terdapat ketimpangan besaran kuota umum dengan kuota belajar. Menurutnya, hal itu membuat proses PJJ kurang maksimal.

“Kuota umum sebesar 5 gigabyte kemungkinan tidak cukup jika mengingat selama ini penggunaan platform belajar lebih rendah dibandingkan penggunaan aplikasi WhatsApp, download video, searching google, dan media sosial,” kata Retno.

Retno menjelaskan, bahwa kuota umum sebesar 5 gigabyte (GB) itu terlalu sedikit jika dibandingkan ketersediaan kuota belajar. Siswa jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mendapatkan 20 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15 GB.

Pada peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 35 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB. Sementara itu, paket kuota internet untuk pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 42 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar.

BACA JUGA: Salmafina Sunan Tantang Netizen Tulis Hujatan Pedas Dapet Rp10 Juta

Paket kuota internet untuk mahasiswa dan dosen mendapatkan 50 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar. Sedikitnya kuota umum ini dinilai tidak relevan dengan kebutuhan PJJ.

“Berdasarkan survey PJJ siswa yang dilakukan oleh KPAI pada April 2020, terungkap bahwa PJJ secara daring didominasi penugasan melalui aplikasi WhatsApp, email, dan media sosial lain seperti Instagram (IG). Artinya, kebutuhan akan kuota umum menjadi lebih besar,” terangnya.

Untuk itu, Retno pun mendorong Kemendikbud menambah jumlah kuota umum dan mengurangi kuota belajar. Hal ini agar lebih memaksimalkan penggunaan bantuan kuota internet bagi pelaksanaan PJJ dan akan sangat membantu para siswa dan orangtua dalam PJJ secara daring.

BACA JUGA: Dul Jaelani dan Tissa Biani Kepergok Tracking Bareng, Netizen: Semoga Berjodoh

“Usulan perubahan disampaikan karena kuota umum 5 GB (gigabyte) dianggap kurang, sementara kuota belajar 30 GB berlebihan, bahkan berpotensi mubazir,” pungkasnya.

Dapat disampikan, bahwa anggaran untuk subsidi kuota ini mencapai Rp7,2 triliun atau 10 persen dari anggaran Kemendikbud yang mencapai Rp75,7 triliun.

Anggaran Rp7,2 triliun itu berasal dari dana cadangan APBN 2020 sebesar Rp8,9 triliun. Sisanya, sebesar Rp1,7 bakal dialokasikan untuk tunjangan profesi guru dan dosen.

Adapun rincian kuota untuk siswa sebesar 35 GB (gigabyte) per bulan dan guru 42 GB (gigabyte) per bulan. Sedangkan untuk mahasiswa dan dosen diberikan masing-masing 50 gigabyte per bulan. Bantuan ini akan diberikan selama empat bulan ke depan. (der/fin)

Baca Juga

Pendaftar Guru Penggerak Sudah Capai 1.108 Peserta

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatat, sebanyak 1.108 guru telah mendaftar menjadi calon guru penggerak angkatan kedua. Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD,...

Sektor Pendidikan Nasional Masih Jalan Ditempat

JAKARTA - Sejumlah problem sektor pendidikan dinilai masih menyisakan pekerjaan rumah yang besar bagi kepemimpinan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin...

Pendidikan Anak Usia Dini Terancam

JAKARTA - Education Specialist Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) mencatat, sebanyak 175 juta anak usia dini di ranah global tidak memiliki akses ke layanan...

BOS Madrasah dan Pesantren Segera Cair

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan, bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk siswa madrasah dan santri pesantren 2020 tetap naik sesuai rencana awal. Menteri...

PJJ Kembali Makan Korban

JAKARTA - Peristiwa bunuh diri serupa kembali terjadi menimpa salah seorang siswa siswi SMA di Gowa, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/10). Aksi nekat itu...

Berita Terbaru

Bunga Zainal Geram Dibilang Bintang Porno

JAKARTA - Aktris Bunga Zainal geram dengan netizen karena dituding mirip dengan bintang film porno. Padahal, selama ini dirinya selalu tampil dengan pakaian yang...

Plurinational Bola

Oleh: Dahlan Iskan   TESLA dan Elon Musk tiba-tiba populer di Bolivia. Tentu belum ada mobil listrik di negara pegunungan yang miskin di pedalaman Amerika Latin...

Formula E 2020 Ditunda

JAKARTA - Kejuaraan dunia balap mobil listrik Formula E menangguhkan sejumlah balapan yang menurut rencana digelar tahun depan (2021) di Meksiko dan China atas...

Penyesalan Zidane

MADRID - Shakhtar Donetsk mengawali petualangan Eropanya musim ini dengan sempurna. Wakil Ukraina itu mempecundangi tuan rumah Real Madrid dengan skor 3-2, dalam pertandingan...

Kemampuan Periksa Spesimen Covid-19 Meningkat

JAKARTA - Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo menegaskan kemampuan pemeriksaan spesimen Corona di Indonesia sudah meningkat. Hal ini berbeda jauh awal...

Nusantara

Awas! FB Gubernur Palsu

BABEL - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman terpaksa angkat bicara perihal beredarnya akun Facebook yang mengatasnamakan dirinya dengan foto profil seorang wanita...

KBM Tatap Muka Kembali Dibuka

SLAWI - Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka yang dihentikan sejak 29 September 2020 lalu akibat masifnya penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Tegal. Dinas...

News

Sutisna Lindungi Diri dengan Program JKN-KIS

TIGARAKSA – Menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) merupakan kewajiban bagi seluruh penduduk Indonesia sebagaimana yang diamanatkan oleh undang-undang....

BPJS Kesehatan Tigaraksa Ikut Serta Dalam Media Workshop

TIGARAKSA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggelar Media Workshop Berbasis Virtual dan Anugerah Lomba Jurnalistik 2020. Kegiatan tersebut menghadirkan perwakilan awak media...

Tengku Zul Ingatkan Ada Banyak Penguasa Diktator yang Tumbang, Sabar Kita Lihat

JAKARTA– Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Ustaz Tengku Zulkarnian mengingatkan penguasa untuk tidak berbuat zalim atau bertindak diktator. Tengku Zul menyebutkan beberapa diktator di dunia justru...

BOS Madrasah dan Pesantren Segera Cair

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan, bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk siswa madrasah dan santri pesantren 2020 tetap naik sesuai rencana awal. Menteri...

PJJ Kembali Makan Korban

JAKARTA - Peristiwa bunuh diri serupa kembali terjadi menimpa salah seorang siswa siswi SMA di Gowa, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/10). Aksi nekat itu...

Pembagian Kuota Internet Baru 30 Persen

JAKARTA -  Arus Survei Indonesia (ASI) mencatat, bahwa jumlah guru, siswa, dosen dan mahasiswa yang belum menerima subsidi kuota internet dari Kementerian Pendidikan dan...

Psikososial Siswa Terganggu

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) telah mengeluarkan buku Penanganan Gangguan Psikososial Peserta Didik. Buku ini dimaksudkan, untuk mengatasi...