DPR Nilai Dampak Resesi Indonesia Tidak Akan Lama

Beranda Ekonomi DPR Nilai Dampak Resesi Indonesia Tidak Akan Lama

JAKARTA – Indonesia dipastikan mengalami resesi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 akan berada di minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen. DPR menilai dampak resesi ekonomi di Indonesia tidak akan berkepanjangan. Asal, pemerintah terus mengakselarasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Terutama penyaluran jaring pengaman sosial dan membangkitkan UMKM.

“Apabila Indonesia resesi, kontraksi terhadap keseluruhan indikator perekonomian tidak lama. Pertumbuhan ekonomi di kuartal III bisa mencapai minus 1,92 persen,” kata Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto di Jakarta, Kamis (24/9).

Menurutnya , meski proyeksi pemerintah soal pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali minus di kuartal III, namun lebih baik dibandingkan dengan kuartal II yang terkontraksi hingga minus 5,23 persen. “Ini menunjukkan di kuartal III ada momentum perbaikan perekonomian meskipun masih negatif,” imbuhnya.

BACA JUGA: Unggah Foto, Nia Ramadhani Malah Ditagih Karyawan yang Belum Gajian

Pemerintah, lanjut Dito, harus memaksimalkan penyerapan belanja daerah. Sebab, hal ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Sehingga di kuartal III dan IV, pertumbuhan ekonomi tidak terkontraksi terlalu dalam. Swasta dan masyarakat juga harus lebih mengutamakan produksi dalam negeri,” paparnya.

Hal senada disampaikan Ketua DPP Asosiasi Koperasi Simpan Pinjam Indonesia (Askopindo) Frans Meroga Panggabean. Dia mengatakan pemerintah harus menunjukkan komitmen yang kongkrit. Yakni memulihkan ekonomi dengan membangun ekonomi kerakyatan.

“Dalam hal ini sektor riil. Yaitu pelaku UMKM, pekerja informal dan koperasi. Fakta menunjukkan 60 persen komponen Produk Domestik Bruto (PDB) adalah konsumsi masyarakat. Berarti tetap terjaganya daya beli masyarakat adalah prioritas utama,” kata Frans di Jakarta, Kamis (24/9).

BACA JUGA: Fadli Zon Usul Provinsi Sumatera Barat Ganti Nama jadi Provinsi Minangkabau

Dia menilai upaya pemerintah sebenarnya sudah tepat.Tetapi yang menjadi sorotan adalah kurang maksimal dana serapan program pemulihannya yang terealisasi. Hal ini disebabkan eksekusi program pemulihan ekonomi nasional terfokus pada lembaga keuangan perbankan. “Padahal kita mengetahui bagaimana kontribusi perbankan dalam inklusi keuangan nasional. Menurut kajian LIPI hanya maksimal 39 persen,” terangnya.

Pemerintah disarankan melakukan penempatan dana kepada koperasi. Karena jika ada alokasi penempatan dana ke koperasi, diyakini minimal 5 juta pelaku UMKM yang selama ini belum bankable dapat dijangkau. “Walaupun nanti pasti akan ada persyaratan dan kualifikasi. Tetapi itu akan memacu dan menggerakkan koperasi,” ucapnya.

Menurutnya, pelaku UMKM sebenarnya tidak membutuhkan subsidi bunga. Yang sangat mendesak adalah penguatan modal untuk memulai kembali usaha setelah hampir 6 bulan berhenti.

BACA JUGA: Sakit Hati Fauzi Munthe Mengetahui Jenazah Istri Dimandikan 4 Pria Muslim dan Kristen

Dia menyoroti bantuan modal Rp2,4 juta pada pelaku UMKM kepada 12 juta orang. Koperasi hanya dilibatkan dalam pendataan. Tetapi pencairannya melalui rekening perbankan.

Ia ingin menjadikan koperasi sebagai jurus terakhir menyelamatkan kondisi ekonomi agar terhindar dari resesi yang dalam. “Kalaupun tetap terjadi resesi, Indonesia harus siap untuk rebound di tahun 2021. Yakni mengandalkan ekonomi kerakyatan secara kongkrit melalui koperasi,” urainya.

Terpisah, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira,mengatakan konsep stimulus pemerintah sebaiknya bukan lagi hanya pada perbankan. Tetapi disalurkan kepada koperasi. Tujuannya untuk menjaring masyarakat yang belum tersentuh bank.

“Dari awal stimulus pemerintah idealnya tidak terfokus hanya pada perbankan. Misalnya penempatan dana restrukturisasi kredit. Penyaluran bantuan produktif sektor UMKM pun lewat bank. Padahal sangat jelas sebelum pandemi, sektor UMKM masuk dalam kategori belum bankable alias tidak layak mendapat pinjaman bank,” jelas Bhima.

Ia menyarankan perubahan konsep. Yakni sektor riil yang harus diselamatkan terlebih dulu. “Kalau mau membantu UMKM idealnya harus lewat koperasi. Itu akan jauh lebih efektif. Anggaran subsidi bunga yang cairnya 7,2 persen bisa digeser menjadi bantuan modal untuk usaha mikro dan ultra mikro melalui koperasi. Karena masih banyak UMKM yang belum mendapatkan bantuan,” terangnya.(rh/fin)

Baca Juga

UMP 2021 Tak Naik, Daya Beli 2021 Sulit Tumbuh

JAKARTA -  Keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah yang tidak menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2021 akan memengaruhi konsumsi masyarakat. Sehingga, daya beli masyarakat...

Ekonomi Nasional Berangsur Pulih

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan sistem keuangan menunjukkan tren positif seiring membaiknya proses pemulihan ekonomi di Tanah Air. Data yang dicatat Kementerian...

Surplus, Stok Beras Aman Hingga Januari 2021

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) memperkirakan stok beras hingga akhir 2020 mencapai sekitar 7,45 juta ton. Pasokan tersebut masih mencukupi...

Pelaku UMKM Masuk Pasar Digital Masih Rendah

JAKARTA - Jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)di Indonesia sebanyak 64 juta, namun hanya 8 juta atau sekitar 13 persen yang memanfaatkan...

Penerimaan Pajak Bisa Tergerus

MAKASSAR - Banyak insentif diberikan pemerintah melalui UU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Secara otomatis akan ikut menggerus penerimaan pajak. Kepala Bidang P2 Humas Kanwil...

Berita Terbaru

Waspadai Penularan di Rumah

TASIK – Penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya belum berhenti. Penularan di keluarga paling disoroti dengan jumlah kasus lebih dari 109 orang pasien...

Banyak Perahu Nelayan Dijual

CIREBON - Pandemi Covid-19 tampaknya menjadi mimpi buruk bagi para nelayan rajungan. Karena harga rajungan sejak Maret 2020 hingga saat ini masih jatuh. Sehingga...

Daya Tangkap Kurang, Fadli Zon Sarankan Henry Subiakto Banyak Baca, Bukan Banyakin Gelar

JAKARTA- Politikus Partai Gerindra, Fadli Zon dan Profesor UNAIR Henry Subiakto terlibat debat panas di acara ILC tvOne. Uniknya, debat itu dibawa hingga ke...

Belum Genap 1 Tahun, Kiano Bakal Punya Adik

JAKARTA - Pasangan selebriti Baim Wong dan Paula Verhoeven tengah berbahagia. Ya, pasalnya orang tua Kiano Tiger Wong itu kini dikabarkan sedang hamil anak...

Kanal Berita SEA Today Siap Membawa Kabar Baik Indonesia Mendunia

JAKARTA, - Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio melakukan soft launching dan menyaksikan penayangan...

Nusantara

Waspadai Penularan di Rumah

TASIK – Penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya belum berhenti. Penularan di keluarga paling disoroti dengan jumlah kasus lebih dari 109 orang pasien...

Banyak Perahu Nelayan Dijual

CIREBON - Pandemi Covid-19 tampaknya menjadi mimpi buruk bagi para nelayan rajungan. Karena harga rajungan sejak Maret 2020 hingga saat ini masih jatuh. Sehingga...

News

Dana Nasabah WanaArtha Tak Bisa Disita

JAKARTA - Kejaksaan seharusnya berhati-hati membekukan atau menyita rekening berbagai pihak dalam kasus Jiwasraya. Penyitaan atau pembekuan harus dibarengi dengan kejelasan keterkaitan. Pakar Tindak...

Progres 98 serta Tokoh Lintas Aktivis Menolak Demo Anarkis dan Politik Destruktif

JAKARTA - Berbagai persoalan politik bangsa yang terjadi di Indonesia sangat menarik untuk disikapi. Karena itu, perlu adanya evaluasi yang komprehensif terkait dinamika politik...

Unggah Foto Lari Pagi, Netizen Salfok di Balik Celana Gisel

JAKARTA - Aktris sekaligus penyanyi Gisella Anastasia kerap memposting kegiatannya di media sosial, baik saat sendiri atau sedang bersama sang buah hati, Gempita Nora...

Pelaku UMKM Masuk Pasar Digital Masih Rendah

JAKARTA - Jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)di Indonesia sebanyak 64 juta, namun hanya 8 juta atau sekitar 13 persen yang memanfaatkan...

Penerimaan Pajak Bisa Tergerus

MAKASSAR - Banyak insentif diberikan pemerintah melalui UU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Secara otomatis akan ikut menggerus penerimaan pajak. Kepala Bidang P2 Humas Kanwil...

Kemendag Dorong UMKM Bidik Pasar Amerika Selatan

JAKARTA - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meminta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mulai membidik ekspor pasar di kawasan Amerika Selatan. Hal ini...

BLT Dana Desa Diperpanjang Jadi Sembilan Bulan

JAKARTA - Pemerintah memperpanjang pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa dari enam bulan menjadi sembilan bulan. Selain itu, sisa dana desa yang tidak...